AYOJAKARTA.COM - Mulai tanggal 2 hingga 9 Agustus 2025, wilayah pesisir utara Jakarta akan menghadapi situasi yang cukup serius akibat kombinasi dua fenomena alam sekaligus.
Pertama adalah pasang maksimum air laut yang memang terjadi secara alamiah, dan kedua adalah fase bulan purnama yang memberikan pengaruh gravitasi tambahan terhadap pergerakan air laut.
Ketika kedua fenomena ini bertemu, efeknya bisa sangat signifikan karena bulan purnama memiliki gaya tarik gravitasi yang paling kuat, sehingga membuat air laut naik lebih tinggi dari kondisi pasang biasa.
Pertama adalah pasang maksimum air laut yang memang terjadi secara alamiah, dan kedua adalah fase bulan purnama yang memberikan pengaruh gravitasi tambahan terhadap pergerakan air laut.
Ketika kedua fenomena ini bertemu, efeknya bisa sangat signifikan karena bulan purnama memiliki gaya tarik gravitasi yang paling kuat, sehingga membuat air laut naik lebih tinggi dari kondisi pasang biasa.
Baca Juga: Waktunya Cek Status! PKH Tahap 3 Resmi Disalurkan, API dan PBI Sudah Update
BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Maritim Tanjung Priok yang sudah melakukan pengamatan dan analisis mendalam menyatakan bahwa puncak bahaya terjadi pada rentang waktu 17.00-23.00 WIB setiap harinya selama periode tersebut.
Pada jam-jam ini, ketinggian air laut bisa mencapai level maksimum yang berpotensi meluap ke daratan dan menyebabkan banjir pesisir atau rob yang bisa menggenani pemukiman, jalan raya, dan fasilitas umum di kawasan pesisir.
Berdasarkan pemetaan yang dilakukan oleh BMKG dan BPBD DKI Jakarta, ada 12 wilayah pesisir utara Jakarta yang masuk dalam kategori rawan tinggi terhadap banjir rob periode ini.
Wilayah-wilayah tersebut meliputi Kamal Muara yang merupakan area pelabuhan dan pemukiman nelayan, Kapuk Muara dengan kompleks perumahannya yang cukup padat, Penjaringan sebagai salah satu kawasan industri dan permukiman, serta Pluit yang dikenal sebagai area bisnis dan hunian mewah namun tetap rentan rob.
Area Ancol yang merupakan kawasan wisata dan rekreasi juga perlu diwaspadai karena letaknya yang langsung menghadap laut, begitu pula dengan Kamal yang berdekatan dengan bandara dan memiliki aktivitas ekonomi tinggi.
Wilayah Marunda, Cilincing, dan Kalibaru yang merupakan kawasan industri dan pelabuhan container juga masuk dalam daftar prioritas pengawasan karena genangan rob bisa mengganggu aktivitas ekonomi yang vital.
BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Maritim Tanjung Priok yang sudah melakukan pengamatan dan analisis mendalam menyatakan bahwa puncak bahaya terjadi pada rentang waktu 17.00-23.00 WIB setiap harinya selama periode tersebut.
Pada jam-jam ini, ketinggian air laut bisa mencapai level maksimum yang berpotensi meluap ke daratan dan menyebabkan banjir pesisir atau rob yang bisa menggenani pemukiman, jalan raya, dan fasilitas umum di kawasan pesisir.
Berdasarkan pemetaan yang dilakukan oleh BMKG dan BPBD DKI Jakarta, ada 12 wilayah pesisir utara Jakarta yang masuk dalam kategori rawan tinggi terhadap banjir rob periode ini.
Wilayah-wilayah tersebut meliputi Kamal Muara yang merupakan area pelabuhan dan pemukiman nelayan, Kapuk Muara dengan kompleks perumahannya yang cukup padat, Penjaringan sebagai salah satu kawasan industri dan permukiman, serta Pluit yang dikenal sebagai area bisnis dan hunian mewah namun tetap rentan rob.
Area Ancol yang merupakan kawasan wisata dan rekreasi juga perlu diwaspadai karena letaknya yang langsung menghadap laut, begitu pula dengan Kamal yang berdekatan dengan bandara dan memiliki aktivitas ekonomi tinggi.
Wilayah Marunda, Cilincing, dan Kalibaru yang merupakan kawasan industri dan pelabuhan container juga masuk dalam daftar prioritas pengawasan karena genangan rob bisa mengganggu aktivitas ekonomi yang vital.
Baca Juga: Bank Mandiri Perkuat Komitmen ESG Melalui KPR Hijau
Muara Angke sebagai pusat pelelangan ikan terbesar, Tanjung Priok sebagai pelabuhan utama Indonesia, dan Kepulauan Seribu sebagai destinasi wisata bahari juga harus ekstra waspada.
Tingkat kerentanan masing-masing wilayah berbeda-beda tergantung pada ketinggian tanah, sistem drainase yang tersedia, dan kepadatan bangunan di area tersebut.
Menghadapi ancaman rob selama seminggu penuh, masyarakat dan pemerintah perlu melakukan koordinasi yang solid dalam upaya antisipasi.
Langkah pertama yang bisa dilakukan masyarakat adalah memantau secara rutin informasi terkini melalui website resmi BPBD Jakarta di alamat bpbd.jakarta.go.id/ gelombanglaut yang menyediakan update real-time tentang kondisi gelombang dan ketinggian air laut.
Selain itu, tersedia juga aplikasi Jaki (Jakarta Kini) yang bisa diunduh di smartphone untuk mendapatkan notifikasi langsung tentang kondisi banjir dan cuaca.
Masyarakat yang tinggal di wilayah rawan disarankan untuk menyiapkan tas siaga berisi dokumen penting, obat-obatan, makanan tahan lama, air bersih, senter, dan pakaian ganti yang disimpan di tempat tinggi dan aman.
Muara Angke sebagai pusat pelelangan ikan terbesar, Tanjung Priok sebagai pelabuhan utama Indonesia, dan Kepulauan Seribu sebagai destinasi wisata bahari juga harus ekstra waspada.
Tingkat kerentanan masing-masing wilayah berbeda-beda tergantung pada ketinggian tanah, sistem drainase yang tersedia, dan kepadatan bangunan di area tersebut.
Menghadapi ancaman rob selama seminggu penuh, masyarakat dan pemerintah perlu melakukan koordinasi yang solid dalam upaya antisipasi.
Langkah pertama yang bisa dilakukan masyarakat adalah memantau secara rutin informasi terkini melalui website resmi BPBD Jakarta di alamat bpbd.jakarta.go.id/
Selain itu, tersedia juga aplikasi Jaki (Jakarta Kini) yang bisa diunduh di smartphone untuk mendapatkan notifikasi langsung tentang kondisi banjir dan cuaca.
Masyarakat yang tinggal di wilayah rawan disarankan untuk menyiapkan tas siaga berisi dokumen penting, obat-obatan, makanan tahan lama, air bersih, senter, dan pakaian ganti yang disimpan di tempat tinggi dan aman.
Baca Juga: KPM PKH dan BPNT Wajib Tahu! 2 Jenis Bansos ini akan Dihapus pada Penyaluran Tahap Tiga
Untuk kendaraan bermotor, sebaiknya diparkir di tempat yang lebih tinggi atau di area yang tidak terkena genangan.
Pemilik usaha di kawasan pesisir juga perlu mengamankan barang dagangan dan peralatan kerja ke tempat yang lebih aman.
Jika terjadi situasi darurat seperti genangan yang tinggi, orang terjebak, atau membutuhkan evakuasi, masyarakat dapat langsung menghubungi Call Center Jakarta Siaga 112 yang beroperasi 24 jam dengan petugas yang siap memberikan bantuan.
Nomor ini gratis dan bisa diakses dari semua operator seluler. Pemerintah DKI Jakarta juga telah menyiapkan pos-pos siaga di setiap wilayah rawan, pompa air portable untuk mempercepat surut genangan, serta tim tanggap darurat yang terdiri dari petugas BPBD, Damkar, Satpol PP, dan TNI-Polri.
Dengan koordinasi yang baik antara masyarakat dan pemerintah, diharapkan dampak negatif dari fenomena rob ini bisa diminimalisir seminimal mungkin.***
Untuk kendaraan bermotor, sebaiknya diparkir di tempat yang lebih tinggi atau di area yang tidak terkena genangan.
Pemilik usaha di kawasan pesisir juga perlu mengamankan barang dagangan dan peralatan kerja ke tempat yang lebih aman.
Jika terjadi situasi darurat seperti genangan yang tinggi, orang terjebak, atau membutuhkan evakuasi, masyarakat dapat langsung menghubungi Call Center Jakarta Siaga 112 yang beroperasi 24 jam dengan petugas yang siap memberikan bantuan.
Nomor ini gratis dan bisa diakses dari semua operator seluler. Pemerintah DKI Jakarta juga telah menyiapkan pos-pos siaga di setiap wilayah rawan, pompa air portable untuk mempercepat surut genangan, serta tim tanggap darurat yang terdiri dari petugas BPBD, Damkar, Satpol PP, dan TNI-Polri.
Dengan koordinasi yang baik antara masyarakat dan pemerintah, diharapkan dampak negatif dari fenomena rob ini bisa diminimalisir seminimal mungkin.***

Share this article
Mulai tanggal 2 hingga 9 Agustus 2025, wilayah pesisir utara Jakarta akan menghadapi situasi yang cukup serius akibat kombinasi dua fenomena