AYOJAKARTA.COM - Simak informasi prakiraan wilayah yang berpotensi terjadi tanah longsor.
Prakiraan tanah longsor ini berlaku untuk wilayah DKI Jakarta pada Agustus 2025.
Prakiraan disusun berdasarkan overlay antara peta zona kerentanan gerakan tanah dan peta prakiraan curah hujan yang mana peta prakiraan curah hujan diperoleh dari BMKG.
Menurut PVMBG, beberapa wilayah di DKI Jakarta ditetapkan berada di Zona Menengah-Tinggi.
Baca Juga: Kabar Gembira! Pemegang KJP Plus Bisa Keliling Museum Gratis di Jakarta, Termasuk Museum Joang '45
Wilayah-wilayah tersebut adalah sebagai berikut.
1. Jakarta Selatan
Wilayah yang berpotensi adalah Kecamatan Cilandak, Jagakarsa, dan Kebayoran Baru.
Wilayah Kebayoran Lama, Mampang Prapatan, dan Pancoran juga berpotensi.
Selain itu, Pasar Minggu dan Pesanggrahan di Jakarta Selatan juga termasuk dalam zona tersebut.
2. Jakarta Timur
Wilayah yang berpotensi adalah Kecamatan Cipayung.
Kecamatan Kramat Jati dan Pasar Rebo di Jakarta Timur juga termasuk zona potensi.
Pada Zona Menengah, tanah longsor bisa terjadi jika curah hujan di atas normal.
Risiko tanah longsor lebih tinggi pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai atau tebing.
Gerakan tanah atau tanah longsor juga bisa terjadi jika lereng mengalami gangguan.
Pada Zona Tinggi, gerakan tanah yang sudah ada sebelumnya dapat aktif kembali.
Baik masyarakat, lurah, hingga camat diimbau untuk mengantisipasi potensi ini, terutama saat curah hujan yang tinggi.
Demikian adalah informasi peringatan potensi tanah longsor di Provinsi DKI Jakarta.***

Share this article
Simak informasi prakiraan wilayah yang berpotensi terjadi tanah longsor untuk wilayah DKI Jakarta pada Agustus 2025