Pihak Tampak Cabut Laporan Kode Etik Richard Eliezer, Berharap Bisa Kembali ke Kepolisian

- Selasa, 21 Februari 2023 | 17:01 WIB
Tim Advokat Penegak Hukum dan Keadilan (Tampak) cabut laporan Richard Eliezer, berharap bisa kembali ke kepolisian. (Dok. Republika/Thoudy Badai)
Tim Advokat Penegak Hukum dan Keadilan (Tampak) cabut laporan Richard Eliezer, berharap bisa kembali ke kepolisian. (Dok. Republika/Thoudy Badai)

AYOJAKARTA.COM -- Terpidana Richard Eliezer dan Ferdy Sambo dilaporkan Tim Advokat Penegak Hukum dan Keadilan (Tampak) terkait dugaan pelanggaran kode etik polri dalam kasus pembunuhan berencana terhadap almarhum Yosua pada 18 Juli 2022.

Dalam hal ini, Anggota Tampak, Saor Siagian mengatakan bahwa sebelumnya pihak Tampak telah meminta sidang kode etik tersebut dilakukan sebelum putusan pidananya.

Akan tetapi sidang laporan kode etik ini hanya dilakukan kepada mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo saja. Untuk hasilnya diputuskan bahwa suami PC ini dilakukan PTDH atau secara tidak terhormat. Meskipun demikian ia juga sudah naik banding atas putusan tersebut akan tetapi hasilnya tetap sama.

Baca Juga: Jelang Sidang Kode Etik, Benny Mamoto Sebut Kejujuran Richard Eliezer jadi Poin Positif

Selain itu, sidang kode etik untuk Richard Eliezer tidak dilakukan sebelum adanya putusan pidana. Oleh karena itu, tim Tampak menyatakan untuk mencabut laporannya terhadap Richard Eliezer terkait pelanggaran kode etik dan profesi terkait kasus pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat 8 juli silam.

Pencabutan laporan kode etik ini dilakukan setelah Richard Eliezer divonis ringan oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel). Mengingat hal yang dipertimbangkan oleh majelis hakim PN Jaksel terkait status Richard Eliezer sebagai justice collaborator yang membuat laporan tersebut harus dihentikan setelah vonis.

"Awalnya kami memang melaporkan dia karena turut menjadi pembunuh, tapi dalam proses hukum Eliezer menjadi justice collaborator, karena hukumannya sudah diputus 1,5 tahun. Kami minta supaya laporan kami soal Eliezer segera dicabut atau tidak diteruskan. Seperti itu urgensi kami," kata Saor Siagian, dikutip dari siaran Kompas TV pada Selas, 21 Februari 2023.

Baca Juga: Kapolri Buka Suara Soal Kelanjutan Status Richard Eliezer: Propam Sedang Menyusun Komisi Kode Etik

Dalam hal ini Saor juga tidak mau laporan yang sebelumnya mereka buat pada 18 juli itu disalah gunakan oleh pihak manapun karena mereka sudah mencabut laporan tersebut.

Selanjutnya, Saor menjelaskan kembali bahwa Richard Eliezer sudah mengaku secara terbuka dan meminta maaf kepada keluarga almarhum Yosua.

"Pengadilan juga menetapkan dia adalah orang yang ikut mengeksekusi. Tetapi karena peranannya dia adalah yang membuka fakta, kemudian Tampak mengatakan menghargai peran beliau sehingga mencabut laporan kami tersebut," kata Saor.

Baca Juga: Martin Simanjuntak Ungkap Janjinya ke Richard Eliezer hingga Bisa Mendapat Vonis Ringan, Ternyata Lakukan Ini

"Kematian Yosua sebagai martir, kami dorong Richard Eliezer kembali karena dia jujur. Dia merupakan simbol kepolisian baru. Kami berharap dia bisa kembali bekerja dan tidak ada Ferdy Sambo yang lain nantinya," kata Saor mengungkapkan harapannya untuk Richard Eliezer ke depannya nanti.***

Editor: Tedi Rukmana

Sumber: YouTube KOMPASTV

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X