Berbagai Realita yang Dihadapi Mahasiswa Program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka

Ilustrasi

Ilustrasi

TEBET, AYOJAKARTA – Program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) merupakan salah satu kebijakan dari Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Pendidikan Tinggi Nadiem Makarim. MBKM resmi diluncurkan pada awal 2020 lalu.

Pada 2021, terdapat empat kegiatan atau program yang diluncurkan dalam MBKM. Empat programnya yaitu Kampus Mengajar, Magang dan Studi Independen Bersertifikat (microcredentials), Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA), serta Pertukaran Mahasiswa Merdeka.

Tentunya ada banyak mahasiswa menyambut baik dengan munculnya program MBKM. Dari banyaknya cerita mahasiswa, mereka mengaku senang bisa ikut serta dan turut berkontribusi dalam program-program MBKM sesuai dengan minat dan skill mereka.

Setidaknya hal itu yang dirasakan dan disampaikan oleh Shava Berlinda Putri. Dia merupakan mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jurusan Administrasi Publik Universitas Hang Tuah Surabaya.

“Saya yang tahu pertama informasi MBKM dari sosial media. Akhirnya saya kirim ke grup temen-teman. Banyak yang minat, bahkan hampir satu kelas saya tertarik mengikuti program itu,” cerita Shava saat dihubungi Ayojakarta, Sabtu 28 Agustus 2021.

Ketertarikan banyak mahasiswa akan program MBKM juga dirasakan mahasiswa lainnya. Nurul Khumairoh Mahmudah, mahasiswi Universitas Islam Malang Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris juga menceritakan pengalamannya lolos dalam seleksi program Kampus Mengajar.

 “Awal dengar program Kampus Merdeka ini dari pengumuman yang diberikan oleh pihak kampus dan karena merasa tertarik, jadi mengapa tidak di coba saja sekaligus untuk menambah pengalaman nantinya,” ujar Nurul.

Mahasiswi angkatan 2018 itu menilai program tersebut akan dirasa kebermanfaatannya, terutama untuk dirinya sebagai calon pendidik karena mengambil jurusan pendidikan.

Berbagai usaha dilakukan oleh beberapa kampus untuk mendorong mahasiwanya berpartisipasi dalam MBKM. Salah satunya lewat dosen yang mengajar di kelas.

Roisul Laura Gladika, mahasiswi Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Surabaya, mengaku pertama kali mendengar MBKM dari dosennya yang selalu menyebut ‘Kampus Merdeka’ selama pembelajaran. Perempuan yang kerap disapa Laura ini mulai mencari tahu informasi MBKM ketika sering melihat informasi MBKM di sosial media.

Tidak tanggung-tanggung, Laura mengikuti dua program sekaligus dalam MBKM. Dia mengikuti program Kampus Mengajar dan Pertukaran Mahasiswa Merdeka Dalam Negeri (PPMDN).

“Awal daftar Kampus Mengajar tidak ada alasan khusus karena hanya iseng mendaftar dan banyaknya persaingan. Tetapi setelah dinyatakan lolos, aku fikir ini akan menjadi salah satu cara gimana aku bisa keluar dari zona nyaman. Kalau PMMDN, di program ini aku mulai memiliki alasan untuk mengenal lebih luas kebudayaan yang ada di Indonesia, mempunyai pengalaman baru, teman baru, dan menambah pengetahuan,” sebut Laura.

Gairah Mahasiswa Tak Diikuti Dengan Sosialisasi Maksimal

Berbagai kegembiraan yang dirasakan oleh segelintir mahasiswa dalam menyambut program MBKM, sepertinya tidak diikuti oleh semangat sosialisasi yang seharusnya digaungkan oleh pemerintah pusat dan daerah.

Hal itu dapat terlihat dari cerita yang diungkapkan oleh Shava. Awal mulanya, Shava dan teman-temannya hendak mendaftarkan diri ke fakultasnya soal keikutsertaan mereka dalam program Kampus Mengajar.

Dia dan teman-temannya hendak meminta beberapa persyaratan yang digunakan untuk mengajukan program tersebut ke pihak fakultas.

“Awalnya fakultas saya tidak tahu kalau Kemendikbud mempunyai program ini. Dekan saya seperti bertanya ‘memang ada (program MBKM)?’. Saya dan teman-teman juga bertanya-tanya mengapa pihak kampus malah tidak tahu,” ungkap Shava.

Rupanya tidak hanya pihak fakultas saja yang tidak mengetahui adanya program MBKM dari Kemendikbud, Shava bercerita, ketidaktahuan itu juga terjadi pada dinas pendidikan.

“Sebelum terjun ke sekolah masing-masing, kami harus ke dinas pendidikan di kota masing-masing dulu untuk meminta surat tugas. Ada beberapa dinas pendidikan yang juga tidak tahu tentang program ini. Mereka justru bertanya kenapa mahasiswa berkumpul di sini,” tutur Shava.

Beberapa waktu kemudian, akhirnya pihak fakultas Shava melakukan koordinasi dengan pihak universitas. Kedua pihak, kata Shava, membahas soal adanya persyaratan konversi SKS jika mahasiswa mengambil program MBKM.

“Setelah itu didukung (konversi SKS dan program) dari kampus dan dari fakultas. Akhirnya teman-teman saya banyak yang daftar,” ujarnya.

Pada akhirnya, Shava berhak mendapatkan 12 SKS konversi setelah menjalani program Kampus Mengajar yang bertempat di SDN 2 Pelangwot, Lamongan.

Namun, hal itu tidak terjadi pada salah satu temannya yang juga mengikuti Kampus Mengajar. Shava bercerita, salah satu temannya dengan jurusan Teknik, tidak mendapatkan kesempatan untuk mengkonversi SKSnya.

“Teman-teman saya di teknik tidak bisa dikonversikan. Dari mata kuliahnya tidak ada yang bisa dikonversikan. Jadi seperti ada kerugian tersendiri untuk mahasiswa,” pungkasnya.

Mahasiswa Belum Dapat Konversi SKS Sepenuhnya

Permasalahan konversi SKS terhadap program Kampus Mengajar rupanya juga dialami oleh Laura. Mahasiswi jurusan Bahasa dan Sastra Inggris ini baru mendapatkan 8 SKS dari yang seharusnya 12 SKS.

Dia mengatakan, sebenarnya pihak universitas menyetujui atau mengakui adanya konversi SKS bagi mahasiswa yang mengikuti MBKM. Namun, kata Laura, keputusan tetap berada di tangan ketua program studinya.

“Aku sudah mengajukan konversi nilai dengan membuat surat permohonan konversi nilai ke ketua program studi sesuai dengan prosedur yang ada. Sampai saat ini, hanya dua mata kuliah yang sudah pasti akan dikonversi, yaitu Kuliah Kerja Nyata dan Pengenalan Lapangan Persekolahan,” pungkas Laura.

Namun, dia mendapatkan kabar untuk Kampus Mengajar 2, mahasiswa tidak harus mengambil semua mata kuliah konversi di semester yang sedang dijalankan oleh mahasiswa yang bersangkutan.

“Jadi aku berasumsi kalau sisa SKS saya bisa dikonversikan di mata kuliah semester ini,” tutur dia.

Tak Hanya Konversi SKS, Kampus Janjikan Bebas Sidang Skripsi

Hal yang dirasakan oleh Shava dan Laura tidak terjadi pada Nurul. Nurul tidak merasakan kesulitan ketika akan mengkonversi SKS setelah mengikuti program Kampus Mengajar.

Dia menuturkan fakultasnya sangat mengapresiasi mahasiswanya yang berhasil lolos dalam program Kampus Mengajar. Dukungan apresiasi dari fakultas bukan hanya menyetujui konversi 12 SKS, namun juga mata kuliah yang berhubungan dengan kegiatan Kampus Mengajar akan otomatis diberi nilai A.

“12 SKS diantaranya mata kuliah yang belum atau sudah ditempuh yang masih berhubungan dengan kegiatan Kampus Mengajar ini akan otomatis mendapatkan nilai A dan juga untuk mahasiswa semester 6 dialihkan pada mata kuliah PPL dan juga KKN. Sedangkan untuk mahasiswa tingkat akhir akan dialihkan ke bebas sidang skripsi,” rincinya.

Nurul yang kini sudah mendapatkan konversi penuh sebanyak 12 SKS karena keikutsertaannya dalam program Kampus Mengajar, mengaku senang fakultas dan universitasnya saling bersinergi dan mendukung kegiatan yang positif untuk dunia pendidikan di Indonesia.

“Bahkan ada beberapa grup yang secara khusus dibuat untuk memberikan informasi kepada mahasiswa terkait program ini, maupun program MBKM lainnya,” imbuhnya.

Artikel ini ditulis dalam rangka Program Fellowship Jurnalisme Pendidikan Batch II yang digelar oleh Gerakan Wartawan Pendidikan (GWPP) yang berkolaborasi dengan PT Paragon Technology and Innovation. 

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Metropolitan 04 Jun 2026, 22:33 WIB

Catat! Ini Rekayasa Lalu Lintas di Sekitar GBK 6-7 Juni 2026

Kawasan GBK diprediksi padat oleh puluhan ribu pengunjung pada 6-7 Juni 2026 karena ada 7 acara besar. Dishub DKI menerapkan rekayasa lalin situasional dan mengimbau warga naik transportasi umum.

Jakarta Pusat 04 Jun 2026, 19:22 WIB

Penyandang Disabilities Bisa Daftar, Sudin Nakertransgi Jakarta Pusat Buka 2.000 Lowongan Kerja 2026!

Sebanyak 2.000 lowongan kerja dari 37 perusahaan disediakan dalam Job Fair

Ekonomi 04 Jun 2026, 18:48 WIB

Rupiah Tembus Rp18.023, Begini Strategi Maybank Wealth Management Amankan Aset Nasabah

Rupiah tembus Rp18.023/USD dipicu inflasi Mei naik 0,28% & suku bunga AS tinggi. Hadapi krisis, Head Wealth Management Maybank Johan Kesuma Harsa sarankan nasabah lakukan diversifikasi investasi.

News 04 Jun 2026, 18:05 WIB

Infogresik Ajak Pelaku Kreatif Ubah Homeless Media Jadi Rumah Aspirasi Warga

Infogresik tegaskan Homeless Media wajib jadi rumah nyaman bagi publik. Simak strategi kelola konten lokal yang tepercaya di sini!

Gadget 04 Jun 2026, 15:53 WIB

Secanggih Apa Chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 Samsung Galaxy Z Fold 8? Simak Ulasannya

Samsung rilis Galaxy Z Fold 8 Ultra Juli 2026. HP tipis 4,1 mm ini bawa baterai 5.000mAh (45W), teknologi laser drilling agar layar rata tanpa lipatan, chip 2nm, RAM hingga 16GB, dan kamera 200MP.

Gadget 04 Jun 2026, 14:49 WIB

Bocoran Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra, Baterai Jumbo dan Layar Tanpa Lipatan

Samsung bersiap merilis Galaxy Z Fold 8 Ultra pada Juli 2026. Ponsel lipat tipis 4,1 mm ini bawa baterai 5.000mAh (45W), layar tanpa bekas lipatan, chip Snapdragon 8 Elite Gen 5, dan kamera 200MP.

News 04 Jun 2026, 14:46 WIB

Suara Pengamat: ISMN Meet Up Surabaya 2026 Benteng Pertahanan Kreator Lokal

Pengamat puji ISMN Meet Up Surabaya 2026! Dinilai sukses jadi wadah strategis yang bikin ekosistem media sosial jadi jauh lebih sehat.

Metropolitan 04 Jun 2026, 14:16 WIB

Pemeliharaan Gardu Listrik PLN 5-6 Juni 2026, PAM JAYA: Terdapat 45 Wilayah Terdampak Suplai Air

Informasi penting terkait gangguan sementara pada suplai air di sejumlah wilayah Jakarta akibat pekerjaan pemeliharaan gardu listrik milik PLN yang menjadi sumber pasokan energi bagi Instalasi Pengola

Viral 04 Jun 2026, 14:12 WIB

Viral 'Pulau Sampah' di Pesisir Muara Angke, 70 Personel UPS DLH DKI Lakukan Penanganan Secara Bertahap!

Tim gabungan dari berbagai unsur mulai melakukan aksi pembersihan besar-besaran terhadap tumpukan sampah yang membentuk daratan atau dikenal sebagai "pulau sampah" di pesisir Jakarta Utara.

News 04 Jun 2026, 13:39 WIB

Peringatan Keras Kemenhaj RI, Jemaah Haji Dilarang Bawa Air Zamzam di Dalam Koper!

Kementerian Haji dan Umrah RI memberikan peringatan keras kepada jemaah haji agar tidak memasukkan air zamzam ke dalam koper bagasi maupun tas kabin saat kepulangan ke Indonesia.

Jakarta Selatan 04 Jun 2026, 13:20 WIB

Pastikan Produk Pangan Aman, Sudin KPKP Jakarta Selatan Lakukan Uji Sampel di 5 Lokasi Ini!

Pastikan produk pangan yang beredar di masyarakat aman, Suku Dinas Ketahanan Pangan, kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Selatan aktif lakukan pengawasan.

Metropolitan 04 Jun 2026, 13:05 WIB

30 Rumah Warga Hangus Terbakar di Jakarta Pusat, Pemkot Jakpus Gerak Cepat Berikan Bantuan!

Kebakaran kembali terjadi didi Jalan Tanah Tinggi IV RT 09 RW 07, Johar Baru, Jakarta Pusat, sekitar pukul 00.15 WIB pada Kamis, 4 Juni 2026 dini hari yang menghanguskan 30 rumah warga.

News 04 Jun 2026, 11:51 WIB

Bikin Geleng Kepala! 4 Tindakan Dugaan Korupsi Ex Kepala BGN Dadan Hindayana Cs

Kejaksaan Agung sudah menetapkan mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana dan mantan Wakil Kepala BGN Sony Sanjayana dan Lodewyk Pusung sebagai tersangka dugaan korupsi tata kelola MBG

Komunitas 04 Jun 2026, 10:59 WIB

ISMN Meet Up Surabaya 2026 Resmi Dibuka, Jembatan Sukses Kreator Lokal Hadapi Dinamika Industri

ISMN Meet Up Surabaya 2026 resmi dibuka! Ajang kolaborasi kreatif untuk bantu kreator lokal bertahan dan bertumbuh di tren media sosial.

Jakarta Barat 04 Jun 2026, 10:51 WIB

Diduga Artefak, Sudin Kebudayaan Jakarta Barat Tindak Lanjut Temuan 4 Lempengan Batu Granit Aksara Cina!

Diduga artefak, temuan lempengan batu di wilayah Kelurahan Tanjung Duren Selatan, Grogol Petamburan ditindaklanjuti oleh Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Barat.

News 04 Jun 2026, 10:16 WIB

Jembatan Baru Komunikasi Publik, ISMN Hubungkan Kominfo Jatim dan Homeless Media

ISMN gandeng Kominfo Jatim rangkul Homeless Media! Sinergi radikal ini siap ubah peta informasi dan guncang dominasi media arus utama.

Metropolitan 04 Jun 2026, 07:47 WIB

679 Jiwa Terdampak Kebakaran Kemayoran, Dinsos DKI Berikan Bantuan Logistik: Makanan hingga Layanan Dukungan Psikososial

Dinas Sosial DKI Jakarta diketahui memberikan bantuan logistik berupa makanan siap saji, kebutuhan dasar, perlengkapan keluarga dan sekolah, termasuk Layanan Dukungan Psikososial serta dukungan hunian

Metropolitan 04 Jun 2026, 07:11 WIB

Prediksi Cuaca DKI Jakarta Kamis 4 Juni 2026: 4 Wilayah Serentak Hujan Sore hingga Malam Hari

Informasi seputar prediksi cuaca DKI Jakarta dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada hari Kamis, 4 Juni 2026.

Nasional 03 Jun 2026, 22:20 WIB

Aturan Baru Cukai Rokok dan Kemasan Polos, Sanggupkah 6 Juta Pekerja Tembakau Bertahan?

Layer baru cukai 2026 & aturan kemasan polos ancam industri rokok legal. Kebijakan ini dinilai memicu PHK masif bagi 6 juta pekerja & petani. Ahli desak penguatan hukum nyata, bukan regulasi baru.

Pendidikan 03 Jun 2026, 21:51 WIB

UIC Creative Showcase 2026 bertema “The Great Britain Festival in Indonesia” Saatnya Unjuk Gigi di Negeri Inggris Raya

UIC College, dibawah naungan USG Education Group menggelar UIC Creative Showcase 2026 bertema "The Great Britain Festival in Indonesia".