TEBET, AYOJAKARTA -- Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja mengatakan bahwa peserta Kartu Prakerja yang gagal mendapatkan insentif semakin banyak. Hal ini lantaran mereka telah melampaui batas yang ditentukan untuk membeli pelatihan pertama Kartu Prakerja.
Dari gelombang 12 hingga 15, terdapat 35.809 orang yang kepesertaannya telah dicabut. Hal ini disampaikan oleh Head of Communications Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja Louisa Tuhatu.
"Hingga hari ini Manajemen Pelaksana Program kartu Prakerja mencabut kepesertaan 35.809 orang dari gelombang 12-15 yang tidak membeli pelatihan pertama dalam waktu 30 hari sejak mereka ditetapkan sebagai peserta Kartu Prakerja," kata Louisa kepada wartawan, Sabtu 24 April 2021.
Dia menuturkan, saat ini pihaknya sedang memantau pergerakan kepesertaan dari gelombang 16. Nantinya, mereka yang melewati batas waktu juga akan dicabut kepesertaannya dan dimasukkan ke dalam daftar hitam Kartu Prakerja, sehingga tidak dapat mendaftarkan diri lagi.
Dicabutnya kepesertaan beberapa orang di gelombang Kartu Prakerja sesuai dengan Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Permenko) Nomor 11 Tahun 2020, bahwa setiap penerima Kartu Prakerja memiliki waktu 30 hari untuk membeli pelatihan pertama sejak tercatat menjadi peserta Kartu Prakerja.
Lantas bagaimana cara untuk membeli pelatihan pertama dan mengamankan insentif agar tidak hangus? Berikut Ayojakarta merangkum tata cara membeli pelatihan:
1. Pilih salah satu dari 7 platform yang ada di dashboard Kartu Prakerja, baik sesuai skill maupun minat
2. Anda akan diarahkan ke laman baru dan tata cara membeli pelatihan dengan kategori ‘Kartu Prakerja
3. Jika sudah memilih program pelatihan, klik tombol ‘Beli’
4. Salin nomor Kartu Prakerja Anda di laman dashboard
5. Tempel nomor Kartu Prakerja yang sudah disalin ke menu pembelian pelatihan
6. Tunggu hingga transaksi berhasil
Saat ini, Kartu Prakerja bekerjasama dengan 7 mitra pelatihan. Mereka adalah Kemnaker, Pijar Mahir, Tokopedia, Mau Belajar, Bukalapak, Pintaria, dan Sekolahmu.
Dalam 7 mitra pelatihan tersebut, ada banyak pelatihan yang dapat diambil oleh para penerima Kartu Prakerja, baik yang sesuai dengan skill maupun minat. Nantinya, mereka harus menyelesaikan pelatihan yang dipilih untuk mendapatkan sertifikat dan memberikan rating atau survei, guna pencairan insentif.
Peserta Kartu Prakerja akan mendapatkan insentif berupa bantuan dari pemerintah sebesar Rp 3,55 juta. Rinciannya, peserta akan mendapatkan uang bantuan pelatihan sebesar Rp 1 juta (tidak bisa dicairkan), insentif pasca-pelatihan Rp 600 ribu per bulan selama empat bulan, dan insentif survei sebesar Rp 50 ribu untuk tiga kali atau Rp 150 ribu.

Share this article
Sebanyak 35.809 Orang Gagal Dapat Insentif Kartu Prakerja! Apa Masalahnya?