TEBET, AYOJAKARTA.COM -- Seorang guru honorer di Garut, Jawa Barat, dalam sebuah unggahan di Twitter, dikabarkan lumpuh setelah menjalani vaksinasi ke dua.
Unggahan pada Selasa (16/3) itu juga memuat sebuah video sepanjang 45 detik, yang memperlihatkan seorang wanita tengah terbaring di sebuah ruangan.
Wanita itu juga ditemani beberapa rekannya di ruangan tersebut.
Berikut keterangan yang tertulis di Twitter:
"Nasib Guru Honorer di Leles Garut jadi lumpuh setelah mendapat vaksin ke dua. Terus siapa yang tanggung jawab...???."
Benarkah informasi guru lumpuh karena vaksinasi dosis kedua ini?
Direktur RSUD dr Slamet Kabupaten Garut, Husodo Dewo, mengatakan guru yang dikabarkan lumpuh itu merupakan pasiennya sejak awal. Guru itu sebelumnya telah didiagnosis mengalami saraf terjepit.
"Itu menyebabkan kelemahan anggota gerak bagian bawah dan bagian atas," kata dia, Ahad (20/3).
Husodo menambahkan vaksin Covid-19 tidak memengaruhi kelemahan anggota gerak tubuh. Vaksin juga tidak berpengaruh pada otot atau saraf yang menyebabkan kelemahan.
"Jadi ini bukan gara-gara vaksin, tapi memang ada penyakit lain, yaitu saraf terjepit itu," kata dia.
Komandan Komando Distrik Militer 0611/Garut, yang juga menjabat Wakil Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut, Letkol CZI Deni Iskandar, mengaku telah mendatangi langsung guru yang bersangkutan, sesuai arahan dari Bupati Garut.
Menurut dia, guru itu bukan mengalami kelemahan akibat vaksinasi.
"Ibu guru ke saya menyebut bahwa dirinya memang memiliki riwayat penyakit saraf terjepit. Dia juga memastikan bahwa apa yang dialami bukan karena vaksin, melainkan karena penyakitnya,” kata dia.
Sekretaris Dinas Kesehatan Garut Leli Yuliani menegaskan guru tersebut tidak lumpuh dan tidak sakit karena efek vaksinasi COVID-19, mengacu laporan situs Jabar Saber Hoaks.
Berdasarkan penelusuran pihak Dinkes Garut, diketahui guru itu menjalani vaksinasi di Kecamatan Leles, Rabu (10/3). Dia kemudian beraktivitas normal, dan baru merasa lemas pada Sabtu (13/3).
Menurut Leli, sebelum divaksin, guru berinisial "E" tersebut cukup sering merasa lemas. Guru itu juga beberapa kali sempat dirawat di puskesmas setempat.
Kesimpulan:
Berita tentang lumpuhnya seorang guru usai divaksinasi dosis kedua merupakan informasi yang menyesatkan (misleading content). Benar ada seorang guru yang lumpuh namun bukan akibat vaksinasi dosis kedua.

Share this article
Guru Honorer di Garut Lumpuh Usai Vaksinasi Kedua, Ini Faktanya!