SURABAYA, AYOJAKARTA.COM - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta sejumlah orang yang pernah melakukan kontak dengannya mmelakukan tes usap atau swab test.
Permintaan itu disampaikan Khofifah melalui sebuah video dan disebarluaskan tim Humas Pemprov Jatim. Permintaan itu pun disampaikan usai Menteri Sosial Indonesia ke-27 yang menjabat sejak 27 Oktober 2014 hingga 17 Januari 2018 yang dinyatakan positif Covid-19 berdasarkan hasil swab PCR pada 31 Desember 2020.
"Oleh karena itu, yang kontak erat dengan saya terhitung mulai 27 Desember 2020 untuk melaksanakan swab. Ini akan menjadi bagian dari kehati-hatian kita semua," katanya, Minggu (3/1/2021).
Khofifah mewanti-wanti, untuk orang-orang yang kontak dengannya sedari 27 Desember 2020 untuk sesegera mungkin melaksanakan tes swab.
AYO BACA : Sedang Terinfeksi Covid-19, Gubernur Jawa Timur Khofifah Pastikan Pemerintahan Tetap Berjalan
Menurutnya, setiap seminggu sekali ia rutin melaksanakan swab PCR. Kendati telah dinyatakan positif, namun pada 26 Desember 2020 lalu, Khofifah melaksanakan swab PCR dengan hasil negatif.
Kemudian, Khofifah kembali melaksanakan swab PCR pada 31 Desember 2020 yang hasilnya positif Covid-19. Khofifah mengingatkan, hasil itu menunjukkan bila penyebaran Covid-19 belum berakhir.
Maka dari itu, Khofifah meminta seluruh masyarakat Jawa Timur tetap meningkatkan kewaspadaan. Ia mengharap masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan, dimanapun dan kapanpun secara ketat.
"Saya ingin menyampaikan kepada kita semua, bahwa Covid-19 belum berhenti penyebarannya," sambung dia.
"Mohon semua warga Jawa Timur tetap disiplin menggunakan masker, menjaga jarak yang aman, dan juga mencuci tangan dengan air mengalir," tutupnya. (Ayosurabaya/ Praditya Fauzi Rahman)

Share this article
"Oleh karena itu, yang kontak erat dengan saya terhitung mulai 27 Desember 2020 untuk melaksanakan swab. Ini akan menjadi bagian dari kehati-hatian kita semua," katanya, Minggu (3/1/2021).