TEBET, AYOJAKARTA.COM - Angka kematian tenaga kesehatan (Naker) yang menangani Covid-19 di Indonesia mencapai 504 jiwa. Kondisi ini sangat memprihatinkan lantaran nakes yang bekerja menangani wabah kurang mendapatkan perhatian optimal dari pemerintah.
Ketua Tim Mitigasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dokter Adib Khumaidi, meminta kesungguhan pemerintah dalam mendukung sarana untuk keselamatan para naker. Ia meminta agar Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga kesehatan seperti dokter, perawat hingga petugas laboratorium disediakan sesuai kebutuhan.
Dengan begitu, risiko tertular infeksi Covid-19 pada nakes yang sedang bertugas diharapkan bisa ditekan.
Kata Adib, jangan sampai karena naskes yang tidak diperhatikan, sistem kesehatan Indonesia jatuh dan kolaps karena semakin banyaknya kasus konfirmasi Covid-19.
AYO BACA : Update Covid-19 Jabar: Peningkatan 1.500-an Kasus Positif, 1.210 Pasien Sembuh (2 Januari 2021)
Selain itu, Adib juga meminta kepastian tes PCR rutin untuk memantau kesehatan para nakes, sehingga nakes yang terlihat bergejala atau positif Covid-19 bisa segera ditangani sebelum sakitnya memburuk atau bahkan menularkan ke sesama rekan kerja.
"Berikan tes rutin untuk mengetahui status kondisi kesehatan terkini para pekerja medis dan kesehatan," tutur Adib.
"Perlindungan bagi tenaga medis dan kesehatan ini adalah mutlak diperlukan karena dalam situasi masyarakat yang abai protokol kesehatan dan seharusnya berada di garda terdepan dalam penanganan pandemi ini," lanjutnya
Selain itu Adib juga mengungkap jika pandemi Covid-19 belum terkendali di Indonesia. Selain kasus yang terus bertambah, angka positivity rate atau rasio positif Covid-19 masih sangat tinggi yakni 29,4%.
Padahal untuk menunjukkan pandemi itu terkendali di satu wilayah atau negara, rasio positif harus berada di bawah angka 1%, sangat jauh dengan kondisi Indonesia saat ini.
AYO BACA : Selama Pandemi 504 Nakes Wafat, IDI: Kematian Nakes di Indonesia Tertinggi se-Asia

Share this article
Kata Adib, jangan sampai karena naskes yang tidak diperhatikan, sistem kesehatan Indonesia jatuh dan kolaps karena semakin banyaknya kasus konfirmasi Covid-19.