TEBET, AYOJAKARTA.COM - Menteri Riset dan Teknologi - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Bambang Brodjonegoro menjelaskan mengenai varian baru virus corona yang muncul di Inggris dan dideteksi di Singapura. Ia menegaskan, belum ada bukti varian baru tersebut berada di Indonesia.
"Belum ada bukti yang menunjukkan varian baru virus corona ini sudah ada di Indonesia atau sudah menyebar di sini. Meskipun harus diakui genomik dan molekuler surveillans Indonesia tidak secanggih seperti Inggris," kata Bambang saat berbicara di konferensi virtual BNPB mengenai Mutasi Virus Corona, Bagaimana Mengatasinya?, Kamis (24/12/2020) malam.
Meski bisa dikatakan menyebar lebih cepat, namun tak ada bukti hingga menyebabkan kondisi orang yang terinfeksi menjadi lebih parah dari virus corona sebelumnya. Sehingga, tidak membuat penyakitnya lebih berat maupun menyebabkan kematian. Namun, pihaknya mengakui masih membutuhkan informasi dan penelitian lebih lanjut mengenai mutasi virus ini.
AYO BACA : Angka Kematian Covid-19 Catat Rekor, 258 Orang Meninggal dalam Sehari
Ia meminta warga lebih waspada dan ketat menerapkan protokol kesehatan, lantaran negara-negara tetangga seperti Australia dan Singapura sudah terjadi penularan varian baru virus ini.
"Kita harus lebih berhati-hati karena semakin dekat dengan kita Indonesia," katanya.
Mengenai mutasi virus, Bambang mengingatkan dunia pernah dihebohkan dengan varian D614G. Namun, fakta di lapangan mengungkap D614G tidak terbukti menyebabkan penyebaran lebih cepat, termasuk keparahan dan kematian. Ia menjelaskan, perbedaan mutasi varian baru virus dengan D614G adalah penyebaran varian baru virus ini lebih cepat dan yang salah satu dipengaruhi oleh varian baru virus ini yaitu menyerang receptor binding domain (RBD), sedangkan D614G tidak menyerang RBD.
AYO BACA : Rekor Kasus Baru Covid-19 di DKI Jakarta, Tembus Angka 2.000-an per Hari (25 Desember)

Share this article
"Kita harus lebih berhati-hati karena semakin dekat dengan kita Indonesia," katanya.