TEBET, AYOJAKARTA.COM – Hingga saat ini, masyarakat masih setia menanti pembukaan Kartu Prakerja gelombang 11 yang direncanakan dibuka pada akhir Oktober. Head of Communications Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja, Louisa Tuhatu, menegaskan bahwa keputusan apakah akan ada penambahan gelombang sepenuhnya merupakan wewenang Komite Cipta Kerja (KCK).
Sebelumnya, Ketua Tim Pelaksana Komite Cipta Kerja, Rudy Salahuddin, mengatakan bahwa pihaknya menargetkan Kartu Prakerja gelombang 11 dapat dibuka pada akhir Oktober 2020. Namun, sebelum rencana tersebut dapat dilaksanakan, pihaknya masih menunggu keputusan final dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian yang sekaligus menjadi Ketua Komite Cipta Kerja, Airlangga Hartanto.
"Intinya kita terbuka dan siap apabila kita diminta untuk membuka gelombang 11. Kita harus segera mengerjakan, tapi mungkin sebelum akhir bulan Oktober ini kita harus menyelenggarakan untuk pembukaan gelombang ke 11,” jelas Rudy dalam Webinar Kartu Prakerja, Rabu (14/10/2020).
Membludaknya pendaftar Kartu Prakerja di setiap gelombangnya menandakan bahwa tingginya minat masyarakat untuk mengikuti program ini. Louisa menuturkan hal ini tentu sangat menggembirakan.
AYO BACA : PEMBUKAAN KARTU PRAKERJA GELOMBANG 11: Ini Info Terbaru Dari Komite Cipta Kerja!
Merespons tingginya minat masyarakat terhadap Kartu Prakerja, pemerintah akhirnya memutuskan untuk melanjutkan Program Kartu Prakerja di tahun 2021. Hal ini dibenarkan oleh Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati.
Dia mengatakan kelanjutan program bantuan langsung tunai (BLT) dan Kartu Prakerja pada 2021 merupakan dukungan untuk membangun sumber daya manusia berkualitas dan mempunyai daya saing.
"Pemerintah pada 2021 akan melanjutkan pelaksanaan program perlindungan sosial melalui PKH, Kartu Sembako, dan melanjutkan pemberian bansos tunai,serta melanjutkan pelaksanaan program kartu prakerja," kata Ani, panggilan akrab Sri Mulyani dalam rapat paripurna di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (01/9/2020).
Lebih lanjut, kata Ani, berdasarkan pada penanganan Covid-19, pemerintah akan melakukan penguatan pelaksanaan program perlindungan sosial. Hal ini guna mempercepat penurunan kemiskinan akibat pandemi Covid-19, dengan melaksanakan reformasi sistem perlindungan sosial.
AYO BACA : Penerima Kartu Prakerja: Harap Cek Dashboard! Ada Waktu Perkiraan Kapan Insentif Survei Cair!
"Reformasi sistem perlindungan sosial dilakukan melalui perbaikan data masyarakat miskin dan rentan, integrasi dan digitalisasi penyaluran bantuan sosial, pengembangan sistem perlindungan sosial yang adaptif, serta penyempurnaan mekanisme pendanaan perlindungan sosial," jelasnya.
Louisa mengatakan, walaupun Kartu Prakerja pada tahun pertamanya ini terpaksa bergeser menjadi program semi bantuan sosial (Bansos), tetapi unsur pelatihan tetap dipertahankan oleh pengelola dan menjadi prasyarat untuk mendapatkan dana insentif atau bantuan sosial.
Dia membeberkan, dari survei evaluasi terhadap 1,2 juta responden penerima Kartu Prakerja, terungkap bahwa 73 persen responden belum pernah mendapatkan pelatihan/kursus sebelumnya.
Selain itu, dari hasil survei tersebut diketahui bahwa sebelum mengikuti Kartu Prakerja, 13 persen responden tidak memiliki rekening bank maupun e-wallet.
"Sekarang 5,6 juta orang yang sudah menerima Kartu Prakerja, semuanya sudah mengambil pelatihan secara online dan sudah memiliki rekening bank atau e-wallet," ujar Louisa.
"Jadi, program Kartu Prakerja ini mendukung life long learning (tidak pernah berhenti belajar) dan inklusi keuangan," lanjutnya.
AYO BACA : Awas Penipuan! Situs Palsu Prakerja Masih Tersebar di WhatsApp

Share this article
Membludaknya pendaftar Kartu Prakerja di setiap gelombangnya menandakan bahwa tingginya minat masyarakat untuk mengikuti program ini. Louisa menuturkan hal ini tentu sangat menggembirakan.