BANDUNG, AYOJAKARTA.COM -- Epidemiolog Universitas Indonesia, Pandu Riono meminta warga Jawa Barat untuk tidak terlalu memusingkan perihal munculnya gelombang dua Covid-19. Lebih baik, warga terus disiplin melakukan 3M untuk melindungi diri dari sebaran Covid-19 saat ini.
Hal tersebut disampaikan Pandu dalam acara sosialisasi Adaptasi Kebiasaan Baru yang juga merupakan bagian dari rangkaian HUT ke-75 Provinsi Jabar di Gedung Sate Bandung, Rabu (19/8/2020) malam. Adapun disiplin 3M yang ia sebutkan meliputi menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.
"Jangan mikirin gelombang kedua, kita bertahan di gelombang pertama saja dulu. Kita tekan," ungkapnya.
Ia mengatakan, gerakan 3M tersebut merupakan kunci yang harus ditaati warga untuk mencegah penyebaran Covid-19 semakin meluas. Bila hal tersebut dijalani secara ketat, maka gelombang kedua Covid-19 pun tak perlu dikhawatirkan.
"Kalau seluruh penduduk Jabar menaati 3M itu tidak ada gelombang sama sekali. Riak-riak saja tidak akan ada, apalagi gelombang besar," ungkapnya.
Ia mengatakan, kondisi pandemi Covid-19 di Jabar yang saat ini relatif dapat ditekan membuktikan bahwa warganya sejauh ini cukup taat melakukan 3M. Untuk itu, 3M harus gencar dilakukan untuk mempertahankan kondisi saat ini.
"Dengan ulang tahun (Jabar) ke-75 dan Gedung Sate ke-100 itu seperti angka-angka yang membawa semangat, bahwa semua penduduk Jabar bisa melakukan 3M.
Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan, 3M adalah hal yang paling sederhana yang bisa dilakukan masyarakat untuk mencegah penyebaran Covid-19. Hal tersebut setara dengan lockdwon, namun tanpa dampak kemerosotan ekonomi.
"Jadi 3M ini seperti lockdown, efeknya sama," ungkapnya.(Nur Khansa)

Share this article
Epidemiolog Universitas Indonesia, Pandu Riono meminta warga Jawa Barat untuk tidak terlalu memusingkan perihal munculnya gelombang dua Covid-19.