TASIKMALAYA, AYOJAKARTA.COM -- Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Tasikmalaya Hakim Zaman mengatakan, pasar merupakan klaster paling rawan dalam penyebaran Covid-19.
Bahkan, pasar tradisional dengan aktivitas ribuan orang di dalamnya bisa menjadi klaster penyebaran Covid-19 di Kabupaten Tasikmalaya.
Pasalnya, aktivitas ribuan orang di pasar juga bukan hanya melibatkan warga lokal Tasikmalaya saja, tetapi juga melibatkan warga lainnya melalui pengiriman barang yang itu bisa berasal dari zona merah Covid-19.
"Karena ribuan masyarakat setiap hari berkerumun di pasar mulai dari pengunjung hingga pedagang. Kami minta ada rapid test, wajib itu minimal untuk pedagang pasar," ungkap Hakim, Sabtu (13/6/2020).
Hakim menambahkan, seharusnya pemerintah daerah memprioritaskan pemenuhan perlengkapan fasilitas protokol kesehatan seperti penyediaan tempat mencuci tangan dan pemeriksaan suhu tubuh. Tidak terkeculi digelarnya rapid tes untuk pedagang dan pengunjung pasar.
"Jangan sampai kejadian di beberapa pasar di Kota lain yang ditemukan adanya reaktif Covid-19." ucap Hakim.
Sementara itu, Ketua PK KNPI Kecamatan Singaparna, Zamzam J Maarif menuturkan, melihat minimnya perhatian penanganan penanggulangan Covid-19 untuk pasar tradisional merupakan salah satu bukti bahwa pemerintah tidak berpihak pada masyarakat. Bahkan, pemerintah dinilai kurang serius dalam menahan laju penyebaran Covid-19.
Terkait dengan rapid test untuk pedagang dan pengunjung, kata Zamzam, itu sudah harus dilakukan. Karena di dalam pasar terjadi banyak pelanggaran protokol kesehatan seperti tidak menggunakan masker dan berkerumun.
"Seharusnya sebagai langkah kehati-hatian, pemerintah menggelar rapid test. Di Kota Tasikmalaya saja yang notabene wilayah tetangga digelar rapid test untuk warga pasar," ucap Zamzam. (Irpan Wahab)

Share this article
Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Tasikmalaya Hakim Zaman mengatakan, pasar merupakan klaster paling rawan dalam penyebaran Covid-19.