SOREANG, AYOJAKARTA.COM -- Komisi D DPRD Kabupaten Bandung berharap pembangunan RSUD Soreang tidak molor lagi.
Akibat pandemi Covid-19, pembangunan RSUD Soreang diperkirakan akan molor. Semula, proses pembangunan akan rampung pada November 2020, namun target tersebut dipastikan melenceng, paling tidak pembangunan akan selesai Desember 2020.
Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Bandung Maulana Fahmi mengatakan, deviasi minus target pembangunan RSUD Soreang mencapai 5%.
"Molornya pembangunan memang murni karena terdampak Covid-19. Itu bisa dimaklumi," ujar Fahmi, Rabu (10/6/2020).
Dia berharap pandemi Covid-19 hanya satu-satunya alasan molornya proses pembangunan, kedepan tidak ada alasan lain yang membuat RSUD Soreang tidak rampung sesuai target.
"Apalagi anggaran untuk pembangunan tidak terganggu. Pemerintah tidak melakukan refocusing anggaran untuk pembangunan RSUD Soreang," katanya
Terlebih lanjut Fahmi, hadirnya rumah sakit sangat penting sebagai pelayanan dasar kesehatan yang wajib di suatu daerah.
"Apalagi ini (RSUD Soreang) digadang-gadang menjadi rumah sakit dengan tingkat pelayanan yang sangat baik. Kami berharap sekali bisa segera difungsikan untuk masyarakat," tutupnya.
Sementara itu, Direktur RSUD Soreang Iping Suripto mengatakan, pandemi Covid-19 berpengaruh besar terhadap progres pengerjaan fisik rumah sakit tersebut.
"April dan Mei lalu ada deviasi minus progres," tutur Iping, Rabu (10/6/2020).
Dalam 2 bulan tersebut, Bandung Raya menerapkan protokol PSBB yang berpengaruh terhadap proses pengerjaan konstruksi.
Protokol kesehatan membuat pihak kontraktor harus memangkas jumlah pegawai yang bekerja.
"Pekerjaan dioptimalkan dengan mempertimbangkan protokol kesehatan. Hanya memang suplai barang memang sedikit terlambat. Jadi menghambat pencapaian target," ujarnya. (Mildan Abdalloh)

Share this article
Komisi D DPRD Kabupaten Bandung berharap pembangunan RSUD Soreang tidak molor lagi.