JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Pemerintah Indonesia melepas 42 anggota tim yang akan mengevakuasi 243 WNI yang masih terisolir di Wuhan, Provinsi Hubei, China, akibat wabah virus corona.
Yang hadir dalam pelepasan di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Jakarta Pusat, siang tadi adalah Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi; Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto; dan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.
Tim evakuasi terdiri dari unsur TNI, Kementerian Luar Negeri, dan Kementerian Kesehatan.
Ratusan WNI di Wuhan dievakuasi menggunakan pesawat Batik Air sewaan Pemerintah Indonesia. Sudah dipastikan, setiba di Indonesia mereka akan mendarat di Bandara Raden Sadjad, Ranai, Kabupaten Natuna Provinsi Kepulauan Riau, setelah transit di Bandara Hang Nadim, Batam.
Pemerintah telah menyiapkan hanggar di Bandara Raden Sadjad sebagai lokasi isolasi. Selama di tempat isolasi tersebut, para WNI dari Wuhan akan diobservasi oleh tim medis dan psikolog selama sekitar 14 hari sesuai masa inkubasi virus corona.
Sementara itu, TNI AU sudah menyiapkan tiga pesawat untuk membawa para WNI yang baru dievakuasi untuk terbang dari Bandara Hang Nadim, Batam ke Bandara Raden Sadjad, Natuna.
"Dari TNI AU, sesuai arahan Bapak KSAU dan Panglima TNI, sesuai perintah Bapak RI-1, pihak TNI AU akan menyiapkan dua pesawat Boeing dan satu Hercules untuk membantu evakuasi WNI yang dari Wuhan," kata Kadis Ops Lanud Hang Nadim, Mayor Lek Wardoyo, di Batam, Kepulauan Riau, Sabtu (1/2/2020) seperti dilansir Antara.
Di lokasi hanggar Lanud, sudah didirikan tenda-tenda dengan medical kit dan perlatan medis. Pemerintah melalui Kemenkes juga menurunkan tim medis selama perawatan.
Kepala BNPB, Letjen TNI Doni Monardo, menjelaskan, pemerintah memilih kawasan itu sebagai tempat karantina bukan tanpa alasan.
"Karena mereka nanti akan ditempatkan sementara di hanggar milik Lanud RSA, dan di sana tempatnya luas, mereka bisa olahraga, bisa lari-lari, yang jelas cukup jauh dari terminal bandara sipil," katanya seperti diberitakan Batamnews.co.id, jaringan Suara.com, pada Sabtu (1/2/2020).
Doni juga mengemukakan, mereka akan ditempatkan sementara kurang lebih selama 15 hari sebelum dipulangkan ke daerahnya masing-masing.
Doni menekankan bahwa kondisi para WNI tersebut sudah dipastikan sehat. Apalagi WHO sendiri telah menetapkan aturan bahwa korban yang yang positif mengidap virus Corona dilarang keluar dari Wuhan.
"Mereka di Wuhan juga diperiksa kesehatannya dari sejumlah tim medis gabungan dari seluruh dunia. Mereka yang akan dievakuasi itu sudah dipastikan sehat semua, hanya saja mereka butuh penempatan sementara dua minggu," katanya.

Share this article
Sudah dipastikan, setiba di Indonesia mereka akan mendarat di Bandara Raden Sadjad, Ranai, Kabupaten Natuna Provinsi Kepulauan Riau, setelah transit di Bandara Hang Nadim, Batam.