JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) menyatakan kondisi darurat sedang terjadi di Indonesia, khususnya di Desa Sumberagung, Banyuwangi, Jawa Timur. Sebab, para pekerja tambang melakukan pelecehan terhadap kaum perempuan pejuang lingkungan.
Koordinator Nasional Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Merah Johansyah menuturkan bahwa aparat Brimob dari Polda Jawa Timur sejak Senin (6/1/2020) lalu melakukan pengawalan kegiatan pertambangan PT Bumi Suksesindo (BSI), sebuah anak perusahaan PT Merdeka Copper Gold, Tbk, di Desa Sumberagung.
“Warga menolak kehadiran mereka, lalu mendirikan tenda perjuangan. Kaum perempuan berada di garis depan dalam perjuangan ini,” ujar Merah, dalam siaran persnya, Minggu (12/1/2020).
Memasuki hari ketiga berjaga-jaga di tenda perjuangan itu, salah seorang perempuan penolak tambang mendapatkan pelecehan dari salah seorang pekerja tambang.
“Sebagai informasi, aktivitas industri tambang di Sumberagung, Banyuwangi ini, selain telah memicu krisis ekologis, juga telah menyebabkan sedikitnya 13 orang menjadi korban kriminalisasi,”jelasnya.
Merah mengemukakan, adapun para pemilik saham dan komisaris perusahaan tambang ini, tak lain adalah sejumlah elit-politisi-pebisnis di lingkaran kekuasaan saat ini. Mulai dari Sakti Wahyu Trenggono (Wamenhan), Mahendra Siregar (Wamenlu), Garibaldi Tohir yang merupakan saudara Erick Thohir yang saat ini Menteri BUMN.
Merah Johansyah juga menyebarkan informasi peristiwa itu lewat JATAM on Twitter dan https://www.youtube.com/watch?v=mECvcyrWvNU

Share this article
Memasuki hari ketiga berjaga-jaga di tenda perjuangan itu, salah seorang perempuan penolak tambang mendapatkan pelecehan dari salah seorang pekerja tambang.