JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Selain ahli di bidangnya, hanya dua kriteria bagi orang yang pantas masuk Kabinet Kerja jilid 2. Bagi petahana, dia punya prestasi. Sedangkan bagi pendatang baru, harus orang yang benar-benar berkeringat memenangkan Jokowi di Pilpres demi visi bersama "Indonesia Maju".
Berkaitan dengan hal tersebut, kelompok relawan pendukung Jokowi, Jaringan Kemandirian Nasional (Jaman), mengkritik beberapa nama yang dalam dua hari kemarin dipanggil Presiden Jokowi ke Istana Presiden dan hampir dipastikan menjabat menteri di kabinet lima tahun mendatang.
"Prabowo yang jelas-jelas rivalnya malah diundang. Sebagai relawan pemenangan Jokowi sejak Pilgub DKI Jakarta 2012 hingga Pilpes 2019, kami sangat kecewa," kata Ketua Umum DPP Jaman, Iwan Dwi Laksono, dalam keterangan tertulisnya, tadi malam (Selasa, 23/10/2019).
Menurut dia, menteri petahana yang prestasinya sangat baik seperti Susi Pudjiatusi (eks Menteri Kelautan dan Perikanan) dan Ignasius Jonan (eks Menteri ESDM) justru tidak dipanggil, padahal capaian keduanya selama menjadi menteri di Kabinet Kerja Jilid I diapresiasi publik.
"Padahal capaian Susi untuk perikanan dan kedaulatan maritim Indonesia luar biasa. Sama halnya capaian positif Jonan terkait kemandirian energi dalam negeri seperti kebijakan BBM satu harga, amendemen kontrak seluruh pemegang Kontrak Karya (KK) dan Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B)," ujarnya.
Dia menyarankan agar Presiden fokus mencari calon menteri yang dapat mewujudkan visi dan misinya, yang tentu sangat berbeda dengan rivalnya di Pilpres lalu.
Iwan berharap Presiden bisa lebih leluasa memilih para pembantunya tanpa beban, tanpa tekanan.
"Kami ingat, Bapak Jokowi sering sekali mengatakan di rapat-rapat dengan relawan, bahwa di periode selanjutnya tanpa beban memilih orang di kabinet, untuk mencari pembantunya yang fokus kerja nyata , bukan cari muka," sindirnya.

Share this article
Prabowo yang jelas-jelas rivalnya malah diundang. Sebagai relawan pemenangan Jokowi sejak Pilgub DKI Jakarta 2012 hingga Pilpes 2019, kami sangat kecewa