5 Kejanggalan Kasus Vina-Eky Tuai Sorotan Tajam, Ada Aksi Abuse of Power dari Sosok Kunci Petinggi Polisi?

Walaupun sudah terjadi delapan tahun silam, teka teki di balik kematian Vina-Eki masih masih belum terpecahkan hingga saat ini.

Walaupun sudah terjadi delapan tahun silam, teka teki di balik kematian Vina-Eki masih masih belum terpecahkan hingga saat ini.

AYOJAKARTA.COM — Misteri di balik meninggalnya Vina Cirebon dan Eky tahun 20216 masih menjadi sorotan tajam oleh publik.

Walaupun sudah terjadi delapan tahun silam, teka teki di balik kematian Vina-Eki masih masih belum terpecahkan hingga saat ini.

Kejadian nahas yang menimpa Vina dan Eky pada tanggal 27 Agustus 2016 ini memang kembali menjadi perhatian jutaan pasang mata, setelah kasusnya dibuka kembali oleh Polda Jabar.

Seiring terus bergulirnya kasus Vina-Eky dan sekarang masih didalami oleh tim penyidik dari Polda Jabar, akan tetapi publik menemukan beberapa kejanggalan terkait penanganan kasus ini.

Lalu kejanggalan apa saja yang muncul di balik kasus kematian Vina Cirebon dan Eky seiring kembali ditangani oleh pihak kepolisian?

Dikutip AyoJakarta.com dari unggahan video di kanal YouTube Cumicumi, Senin, 17 Juni 2024, berikut lima kejanggalan yang muncul terkait kasus Vina-Eky yang masih bergulir hingga sekarang.

Baca Juga: Kasus Vina Cirebon Mulai Tunjukkan Titik Terang, Liga Akbar Sebut Dirinya Membuat BAP karena Bertemu dengan Iptu Rudiana Ayah Eky

1. Lokasi tempat kejadian perkara

Berdasarkan keterangan dari Suroto, saksi yang menolong pertama kali korban Vina dan Eky, adanya perbedaan lokasi (TKP asli) di mana korban Eky pertama kali ditemukan meninggal dunia dan korban Vina yang akhirnya juga meninggal di rumah sakit berbeda dengan apa yang diberitakan.

Menurutnya Vina dan Eky ditemukan pertama kali tergeletak di pinggir jalan saat malam kejadian dan bukan di dekat jembatan layang (flyover).

Hal ini berbeda dengan rekonstruksi 6 Titik TKP di sebelah jembatan layang yang telah dilakukan oleh aparat kepolisian.

"Rekonstruksi di atas jembatan tidak sesuai sama yang saya tolong yang dulu sama yang sekarang yang buat film atau lainnya, itu salah, itu tidak benar. Jauh sekali sama lokasi yang benar-benar saya katakan dari tahun 2016, " ujar Suroto.

Baca Juga: Keberadaan Pegi Setiawan saat Pembunuhan Vina Cirebon Terungkap, Benarkah Ada di Bandung?

2. Penyebab kematian Vina dan Eky

Penyebab kematian Vina dan Eky juga mendapatkan sorotan dari banyak publik.

Terlebih muncul sosok Jogi Nainggolan, kuasa hukum dari lima terpidana kasus Vina dan Eky.

Menurut keyakinannya, penyebab kematian Vina dan Eky bukan merupakan pembunuhan akan tetapi murni kecelakaan lalu lintas.

Pernyataan yang sama juga disampaikan oleh Farhat Abbas selaku kuasa hukum Saka Tatal, terdakwa kasus Vina dan Eky yang sudah bebas.

Menurutnya kasus kematian Vina dan Eky adalah murni kecelakaan lalu lintas.

"Orang kecelakaan dibilang pembunuhan dan pemukulan di kepala, sedangkan kepala pakai helm dan masih dipertanyakan jika adanya tindakan pelecehan terhadap korban Vina, siapa pelakunya," kata Farhat.

Farhat Abbas juga mempertanyakan adanya perbedaan beberapa hasil visum Dokter Forensik yang dikeluarkan pertama kali dengan hasil otopsi jenazah kedua korban setelah kasus ditangani oleh Polresta Cirebon delapan tahun silam.

Baca Juga: Liga Akbar Ingin Iptu Rudiana Terbuka dan Jujur Soal Kasus Pembunuhan Vina: Kasihan Almarhum

3. Gelagat para saksi yang memberikan kesaksian persidangan tahun 2016

Usai kasus Vina disorot tajam oleh publik, satu persatu saksi mulai bermunculan dan beramai-ramai mencabut BAP delapan tahun yang lalu.

Saksi bernama Okta, Teguh, dan Pramudia belum lama ini telah membatalkan kesaksiannya secara resmi. Ketiga saksi menuturkan bahwa aksi pencabutan keterangan atau BAP terkait kasus Vina dan Eky karena adanya penyesalan besar.

Mereka menjelaskan sebelum memberikan kesaksian atas kasus kematian Vina dan Eky delapan tahun silam ini sudah mendapatkan arahan dari sosok oknum polisi.

Sehingga mereka berasa bersalah terhadap lima rekan terdakwa yang ada di dalam tahanan dan divonis hukuman seumur hidup.

Menanggapi aksi pencabutan BAP oleh ketiga saksi, Praktisi Hukum, Fredrich Yunadi menjelaskan bahwa keterangan saksi yang berbeda saat persidangan bisa menjadi bumerang.

"Saksi-saksi yang mencabut misalkan dinyatakan betul keterangan di sidang 2016 adalah tidak benar. Mereka akan jadi tersangka semua. Jadi jangan lupa walaupun menyatakan tidak benar kaitan saksi ini berkaitan dengan peristiwa pembunuhan," kata Fredrich.

Menurutnya saksi di pengadilan harus membawa alat bukti konkret yang akan dianalisis oleh Jaksa. Jaksa akan mengaitkan lalu hakim yang akan menilai.

"Jadi tidak ada jalan lain hanya PK," pungkasnya.

Baca Juga: Kuasa Hukum Saka Tatal Duga Peristiwa Hukum di Kasus Pembunuhan Vina Fiktif, Beberkan Perbedaan Hasil Visum

4. Pegi Setiawan sebagai DPO dan diduga dalang penyebab kematian Vina Cirebon dan Eky

Polda Jabar telah menangkap DPO bernama Pegi Setiawan alias Perong di Bandung, tanggal 21 Mei 2024.

Setelah melalui beberapa penyidikan, Pegi akhirnya ditetapkan sebagai tersangka dan menjadi sebagai satu-satunya DPO serta menghilangkan dua DPO lain yang sudah dirilis oleh Polda Jabar.

Dengan ditangkapnya Pegi Setiawan alias Perong ini, masyarakat justru masih ragu apakah benar sosok DPO ini yang sebenarnya dicari atau menjadi korban salah tangkap.

Apalagi saat ini, tersangka Pegi dibentengi oleh puluhan Advokat yang secara sukarela berjuang bersama untuk membebaskan Pegi dari ancaman jeratan pidana 20 tahun penjara, hukuman penjara seumur hidup atau hukuman mati.

Toni RM selaku kuasa hukum dari Pegi Setiawan akan melakukan gugatan terkait kliennya yang diduga menjadi korban salah tangkap pihak kepolisian dan sebenarnya tidak terlibat dengan kasus kematian Vina Cirebon dan Eky ini.

"Kenapa harus digugat karena DPO adalah Pegi alias Perong dengan ciri-ciri yang sudah disebutkan oleh Polda Jabar yaitu nama Pegi alias Perong, rambutnya keriting, tinggi badan 160, umur pada tahun 2016 adalah 22 tahun dan sekarang tahun 2024 sudah 30 tahun, tinggal di desa Banjarwangunan Cirebon", kata Toni.

Sedangkan faktanya bahwa yang ditangkap adalah Pegi Setiawan ini rambut tidak keriting, umur 27 tahun, bukan 30 tahun seperti yang sudah ditetapkan di DPO dan tinggal di desa Kepompongan bukan desa Banjarwangunan.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa Pegi Setiawan alias Perong yang ditangkap bukan DPO yang telah dirilis oleh Polda Jabar.

Baca Juga: Bongkar Kejanggalan Kasus Vina Cirebon, Alvin Lim Sebut Ada Jenderal Terlibat, Tantang Propam Lakukan Hal Ini!

5. Iptu Rudiana yang bungkam

Sosok Iptu Rudiana merupakan salah satu saksi kunci yang keterangannya sangat dibutuhkan untuk menyelesaikan polemik kasus kematian Vina dan Eky.

Iptu Rudiana, salah satu petinggi polisi karena menjabat Kapolsek Kapetakan, Kabupaten Cirebon hingga saat ini merupakan ayah kandung dari korban meninggal Muhammad Rizky Rudiana alias Eky.

Publik menyoroti terkait bungkamnya Iptu Rudiana dalam penanganan kasus kematian Vina Cirebon dan Eky yang kembali didalami oleh pihak Polda Jabar.

Hingga publik menduga adanya aksi abuse of power yang dilakukan oleh Iptu Rudiana untuk penyalahgunaan kekuatan dalam menangani kasus kematian Vina Cirebon dan Eky delapan tahun silam.

Dugaan ini semakin kuat karena baru-baru ini Iptu Rudiana telah diperiksa oleh Propam Mabes Polri dalam penanganan kasus kematian Vina dan Eky.

Hotman Paris Hutapea selalu tim kuasa hukum dari Vina Cirebon mengaku sudah berusaha untuk menghubungi Iptu Rudiana untuk membahas kasus Vina dan Eky melalui platform media sosial hingga aplikasi berbagi pesan WhatsApp tetapi belum ada tanggapan.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Nasional 07 Jun 2026, 13:08 WIB

Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Jasa Marga Tegaskan Aksi Nyata Kurangi Emisi Karbon

Jasa Marga memperkuat komitmen iklim melalui Roadmap Net Zero Emission dan berbagai aksi pengurangan emisi.

Nasional 07 Jun 2026, 12:56 WIB

PNM Dorong Pemberdayaan dan Kenaikan Pendapatan Nasabah untuk Lawan Rentenir

PNM Mekaar hadir dengan pembiayaan dan pendampingan untuk membantu nasabah berkembang serta menjauhi rentenir.

Bisnis 07 Jun 2026, 12:46 WIB

HR Asia Anugerahkan BNI Predikat Best Companies to Work for in Asia 2026

BNI kembali meraih Best Companies to Work for in Asia 2026 dari HR Asia berkat budaya kerja dan SDM unggul.

News 07 Jun 2026, 12:36 WIB

Pertamina Patra Niaga JBB Tegaskan Distribusi BBM Publik Normal usai Kecelakaan Mobil Tangki Industri di Cipali

Pertamina memastikan pasokan dan distribusi BBM masyarakat tetap aman pascainsiden mobil tangki industri di Tol Cipali.

Metropolitan 07 Jun 2026, 12:34 WIB

CFD Rasuna Said Bukan Hanya Tempat Olahraga, Turut Jadi Ruang Sosialisasi Pilah Sampah!

Selain menjadi tempat baru untuk berolahraga, CFD Rasuna Said menjadi tepat untuk memberikan informasi terkait Gerakan memilih sampah.

Metropolitan 07 Jun 2026, 12:23 WIB

CFD Rasuna Said Resmi Dibuka, Pramono Anung: Potensi Jadi Landmark Baru

Resmi dibuka rutin tiap minggu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung hadir di Car Free Day (CFD) dengan berolahraga di Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (7/6).

Sport 07 Jun 2026, 11:38 WIB

Raymond-Joaquin ke Final Indonesia Open 2026, BNI Tegaskan Pentingnya Pembinaan

BNI mengapresiasi Raymond-Joaquin yang lolos ke final Indonesia Open 2026 sebagai hasil pembinaan berkelanjutan.

Metropolitan 07 Jun 2026, 10:43 WIB

Pemprov DKI Bekerjasama dengan BMKG Siapkan EWS, Ini Deretan Fungsinya!

Upaya menjadi sistem peringatan dini kualitas udara, Pemprov DKI Jakarta bekerjasama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sedang menyiapkan early warning system (EWS).

Metropolitan 07 Jun 2026, 10:14 WIB

Imbauan Gunakan Masker! Kualitas Udara DKI Jakarta Terburuk ke 2 di Dunia, Bisa Picu Penyakit ISPA

Imbauan bagi masyarakat yang akan beraktivitas di luar rumah pada Minggu, 7 Juni 2026 untuk menggunakan masker.

Metropolitan 07 Jun 2026, 09:58 WIB

Dipastikan Cerah! BMKG Prediksi Cuaca DKI Jakarta Minggu 7 Juni Tidak Ada Hujan, Suhu Capai 35 Derajat!

Informasi prediksi cuaca DKI Jakarta dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pada Minggu, 7 Juni 2026.

Ekonomi 07 Jun 2026, 06:31 WIB

Satu Dekade, Public Gold Indonesia Targetkan 10 Juta Pelanggan di 2030

Public Gold Indonesia tidak hanya dipercaya menjadi layanan penyedia logam mulia bagi individu maupun korporasi, tetapi secara aktif mengedukasi masyarakat untuk memahami emas

Internasional 06 Jun 2026, 23:15 WIB

Iran Balas Serang Pangkalan Militer AS di Kuwait dan Bahrain, Selat Hormuz Terancam Ditutup Total

Iran menyerang pangkalan militer AS di Kuwait & Bahrain dengan rudal balistik. Dampaknya, pasar energi global terguncang, Selat Hormuz terancam ditutup, dan Rupiah sempat anjlok ke Rp18.095 per dolar

Metropolitan 06 Jun 2026, 21:16 WIB

Info Lengkap Reading Hours Jakarta Future Festival 2026: Lokasi, Jadwal, dan Cara Ikut

Jakarta Future Festival (JFF) 2026 di TIM gelar sesi gratis "Reading Hours" bersama Silent Book Club Jakarta pada Minggu, 7 Juni, jam 09.00-10.00 WIB. Cukup bawa buku sendiri ke Lobi Gedung Trisno.

Ekonomi 06 Jun 2026, 19:40 WIB

Makan Bergizi Gratis Bikin APBN Jebol? Ini Jawaban Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa

Menkeu Purbaya tegaskan program Makan Bergizi Gratis tak ancam APBN, defisit aman 2-3%. Meski ada sentimen negatif, ekonomi kuat. Program libatkan UMKM & disinergikan dengan BI demi stabilitas Rupiah.

Jakarta Selatan 06 Jun 2026, 17:20 WIB

Jadwal HBKB Rasuna Said Minggu Ini, Ada Cinta Laura hingga Bazar Murah!

HBKB Rasuna Said dimulai Minggu, 7 Juni 2026 pukul 05.30-09.00 WIB. Acara dimeriahkan Cinta Laura, parade sampah, bazar pangan murah, festival UMKM, ondel-ondel, dan pendaftaran KLG lansia/disabilitas

Bisnis 06 Jun 2026, 16:49 WIB

PNM Bangun Budaya Kerja Apresiatif Lewat PNM Excellence Awards 2026

27 tahun PNM bareng 70 ribu insan luncurkan PNM Excellence Awards 2026. Simak langkah besar bangun budaya kerja apresiatif di sini!

Ekonomi 06 Jun 2026, 16:35 WIB

PNM Siapkan Langkah Transformasi Berbasis Kebermanfaatan yang Berkelanjutan

PNM mulai babak baru transformasi berbasis kebermanfaatan. Temukan strategi pemberdayaan UMKM dan komitmen sosiokultural untuk Indonesia maju!

Gadget 06 Jun 2026, 15:31 WIB

Bocoran Galaxy Z Fold 8 Ultra Muncul di Bluetooth SIG, Samsung Siap Rilis HP Lipat Kasta Tertinggi!

Samsung rilis Galaxy Z Fold 8 standar (desain paspor 201g) & Z Fold 8 Ultra (Snapdragon 8 Elite Gen 5, kamera 200MP) pada 22 Juli 2026 di London guna hadapi Huawei & Apple.

Gadget 06 Jun 2026, 14:42 WIB

Xiaomi 17T, HP Midrange Rasa Flagship yang dengan Sistem Operasi Bersih Tanpa Iklan

Xiaomi 17T rilis Rp8-9 juta dengan Dimensity 8500 (AnTuTu 2M+) & periskop Leica 5x. Diulas GadgetIn, HP 6,59 inci ini punya baterai jumbo 6.500 mAh serta OS bersih tanpa iklan.

Metropolitan 06 Jun 2026, 13:51 WIB

Nggak Hanya di Kalender, Nama-nama Hari ini Juga Jadi Nama Pasar di Jakarta, Ada yang Sudah Tutup

Penamaan pasar di Jakarta ini berdasarkan hari merupakan tradisi yang berkembang sejak masa kolonial.