AYOJAKARTA.COM — Dampak adanya transisi kepemimpinan dari Presiden Joko Widodo kepada Prabowo Subianto menuai beragam anggapan, presiden boneka salah satunya.
Dikenal sebagai Menhan dan cukup dekat dengan Presiden Joko Widodo saat masih menjabat, tudingan sebagai presiden boneka kini mengarah kepada Prabowo Subianto.
Menyikapi munculnya tudingan tersebut, Presiden Prabowo dalam sidang paripurna kabinet memastikan bahwa dirinya bukan presiden boneka-nya Joko Widodo.
Komunikasi yang berjalan baik dengan Jokowi, menurut Prabowo tidak lebih sebagai bentuk penghormatan terhadap kepala negara terdahulu.
Selain berkomunikasi dengan Jokowi, Presiden Prabowo juga memastikan hal serupa juga dilakukan bersama Megawati dan SBY.
“Kalau bisa menghadap Gus Dur, Pak Harto atau Bung Karno juga kalau bisa, kita minta pandangan dan saran,” tegas Prabowo menyanggah tuduhan presiden boneka.
Menyikapi munculnya tuduhan tersebut di masyarakat, Ujang Komarudin selaku Tenaga Ahli Kantor Komunikasi Kepresidenan memberi tanggapan.
Menurut Ujang, independensi Prabowo sebagai Presiden merupakan hal yang tidak pantas untuk diragukan oleh siapapun.
Selain karena ketegasan yang dimiliki, Presiden Prabowo juga merupakan sosok pemimpin dengan jumlah pendukung terbanyak di dunia.
Karena itu munculnya tudingan yang menyebut Presiden Prabowo sebagai boneka Jokowi merupakan suatu kesalahan.
Baca Juga: Prabowo akan Bertemu Forum Purnawirawan TNI, Siap Bahas Wacana Pemakzulan Gibran?
“Presiden Prabowo itu memiliki karakter yang kuat dalam diplomasi di kancah internasional, kita negara yang dihormati saat Pak Prabowo memimpin,” jelasnya.
Jalinan komunikasi yang relatif terbina dengan Presiden pendahulu, menurut Ujang merupakan salah satu dampak dari budaya politik di Indonesia.
Sebagaimana telah menjadi kecenderungan, setiap kali pergantian kepala pemerintahan banyak terjadi perubahan mendasar.
Hal tersebut, menurut Ujang tidak dilakukan di era Presiden Prabowo karena bertujuan untuk memastikan keberlangsungan program.
“Itu hanya bentuk penghormatan dari Presiden Prabowo kepada presiden-presiden terdahulu, dan itu menurut kami sesuatu hal yang positif,” imbuhnya.
Baca Juga: Wow! Bill Gates akan ke Indonesia untuk Bertemu Prabowo, Benarkah karena Program MBG?
Terkait kunjungan sejumlah menteri di Kabinet Prabowo ke kediaman Jokowi, menurut Ujang tidak perlu disikapi sebagai dualisme kepemimpinan.
Menteri yang berkunjung ke kediaman Jokowi, menurut Ujang karena mengedepankan aspek persatuan serta silaturahmi.
Untuk menilai Presiden Prabowo merupakan Boneka atau bukan, menurut Ujang dapat dilihat melalui sejumlah program yang disebut saat pemilu lalu.
Dengan mengacu pada hal tersebut, Ujang memastikan perspektif tentang presiden boneka yang ditujukan kepada Prabowo akan dapat terbantahkan.
Berjalannya seluruh program unggulan yang sudah direncanakan Presiden Prabowo selama masa kampanye, menurut Ujang bukti independensi sebagai kepala negara.***

Share this article
Dampak adanya transisi kepemimpinan dari Presiden Joko Widodo kepada Prabowo Subianto menuai beragam anggapan.