AYOJAKARTA.COM – Ramai jelang akhir tahun pemberitaan kasus Covid-19 yang kembali tinggi di Indonesia. Berbeda dari sebelumnya bukan varian EG.5, melainkan varian baru yang bernama JN.1.
Varian baru Covid JN.1 ini sudah terdeteksi di Indonesia menurut data Kemenkes tanggal 19 Desember 2023 di Instagram @pandemictalks.
Varian baru Covid JN.1 ini diperkirakan bakal mereda di Februari 2024. Namun seperti apakah gejalanya?
Berikut informasi selengkapnya dilansir AyoJakarta.com dari Instagram @pandemictalks:
Kasus Covid di Indonesia diketahui naik kembali pada bulan Desember 2023.
Dalam catatan Kemenkes berdasarkan data tanggal 6-18 Desember 2023 telah tercatat 2.204 kasus.
Kasus mingguan kenaikan covid 19 ini juga mengalami peningkatan yaitu sebanyak 243 persen.
Selain varian baru EG.5, ternyata varian JN 1 ini juga yang menyebabkan waktu itu kasus covid di Singapura meningkat.
Di negara Singapura sendiri mengalami kenaikan sebesar 75% kasusnya akibat covid varian baru JN.1 ini.
Berdasarkan data Kemenkes tanggal 6-18 Desember 2023 untuk yang varian JN 1 sudah terdeteksi 4 kasus.
Lantas, seperti apakah gejala covid JN 1 varian baru? Berikut adalah gejalanya:
Baca Juga: 5 Rekomendasi Tempat Wisata di Jakarta untuk Libur Natal dan Tahun Baru, Ada Pekan Nataru di TMII!
1. Radang tenggorokan
2. Penyumbatan
3. Lendir di hidung
4. Batuk
5. Kelelahan
6. Sakit kepala
7. Nyeri otot
8. Demam
9. Menggigil
10. Kehilangan kemampuan mencium bau atau merasa
Adapun 3 tips untuk tetap sehat di masa kasus covid naik kembali. Pertama adalah selalu memakai masker apabila berada di tempat ramai dan tertutup.
Kedua yaitu segera melengkapi vaksin booster. Vaksin booster ada 2 kali. Tapi tidak apa juga vaksin booster minimal sekali.
Ketiga menjaga konsumsi vitamin C, D3, Zinc, B, dan E. Vitamin-vitamin ini untuk menguatkan imun tubuh.
Saat ini, covid JN.1 varian baru sedang dominan atau paling banyak jumlahnya berada di Indonesia.
Baca Juga: Viral Diisukan Terima Amplop dari Gus Miftah, Ini Profil Kirun hingga Jadi Pelawak Legend Indonesia
Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin telah menyebut perkiraan covid-19 naik ini terjadi pada bulan Januari 2024.
Kemudian ia melanjutkan kalau akan menurun di bulan Februari 2024. Ia juga mengimbau masyarakat untuk melakukan protokol kesehatan selama menjelang perjalanan libur Nataru.
“Dalam waktu dekat rencananya akan dilakukan survei lanjutan antibodi COVID-19. Alih-alih panik, Menkes meminta masyarakat untuk tertib melakukan protokol kesehatan, terlebih menjelang perjalanan Nataru,” dikutip AyoJakarta.com dari Instagram @pandemictalks.
Itulah berita tentang gejala covid JN 1 varian baru yang dominan di Indonesia hingga tahun 2024. Semoga bermanfaat. ***
Share this article
Varian baru Covid JN.1 ini sudah terdeteksi di Indonesia menurut data Kemenkes tanggal 19 Desember 2023