AYOJAKARTA.COM -- Indonesia kembali mendapat surat undangan mengikuti Konferensi Tingkat Tinggi Organisasi Konferensi Islam atau KTT OKI, Pada 5 November 2023.
KTT Organisasi Konferensi Islam atau KTT OKI yang sedianya dilakukan secara terpisah dengan KTT Liga Arab, tahun ini digelar secara bersamaan.
Penggabungan KTT Organisasi Konferensi Islam atau KTT OKI dengan KTT Liga Arab dimaksud untuk memberi pesan lebih kuat terkait dengan situasi dunia.
Di hadapan negara-negara peserta KTT, Presiden Joko Widodo menyampaikan tentang arti penting persatuan dalam menyelesaikan situasi di Gaza.
Dengan adanya persatuan antara sesama anggota OKI, Indonesia berharap akan membuat perubahan di Palestina yang terkesan dibiarkan.
Presiden juga mempertanyakan reaksi para pemimpin seluruh dunia atas peristiwa kemanusiaan yang sudah berlangsung lebih dari sebulan di Gaza.
“Kita harus menghasilkan hal-hal yang konkret agar kekejaman Israel di Gaza dapat segera dihentikan,” ungkap Presiden Joko Widodo.
Pada pelaksanaan KTT yang digelar tanggal 11 November, Presiden menilai OKI harus mengambil sikap berada di barisan terdepan untuk menyelesaikan persoalan ini.
Baca Juga: Kabar Baik! CPNS 2024 Dibuka Bagi Fresh Graduate, Ini 5 Jurusan Paling Banyak Dibutuhkan
Adapun pendekatan-pendekatan strategis politis yang bisa dilakukan OKI adalah dengan mengusahakan gencatan senjata.
Melalui gencatan senjata antara kedua pihak yang bertikai, maka narasi yang dilakukan Israel sebagai bentuk membela diri tidak akan terus terjadi.
“Israel telah menggunakan narasi self defence, dan terus melakukan pembunuhan rakyat sipil, kita harus mencari jalan agar Israel segera melakukan gencatan senjata,”
Di samping mengusahakan gencatan senjata, Presiden Indonesia juga berharap agar bantuan kemanusiaan bisa diperluas jangkauannya.
“OKI harus mengusahakan upaya mekanisme bantuan yang lebih predictable dan sustainable,” imbuh Presiden.
Baca Juga: Singgung Anak Pejabat yang Jadi Cawapres, Anies Baswedan: Beri Kesempatan Anak Tumbuh Alami
Dalam kesempatan tersebut, Indonesia juga menyampaikan terkait adanya sejumlah serangan di Rumah Sakit Indonesia.
Untuk itu, Indonesia meminta agar Israel bisa lebih bisa menghormati kedaulatan hukum internasional yang berlaku.
“OKI harus menggunakan semua lini untuk menuntut pertanggungjawaban Israel terhadap kekejaman kemanusiaan,” tegas Presiden.
Salah satu bentuk langkah teknis yang bisa dilakukan terkait dengan kekejaman kemanusiaan tersebut adalah dengan memberi mandat kepada HAM PBB.
“OKI harus mendesak agar perundingan damai dimulai segera, demi terwujudnya two state solution dan menolak pemikiran one state solution,”
Baca Juga: Tes Penglihatan: Asah Kemampuan Visual, Coba Temukan 1 Kucing yang Berbeda di Gambar Ini
Presiden menambahkan, dengan adanya pemikiran one state solution maka Negara Palestina cenderung akan dirugikan.
Untuk itu, guna mewujudkan kedamaian di Bumi Palestina, Indonesia siap berkontribusi secara aktif.
Demikian empat pernyataan Indonesia yang dirangkum Ayojakarta pada Senin, 13 November 2023 dari Youtube Kompas TV. ***

Share this article
Di hadapan negara peserta KTT, Presiden Joko Widodo menyampaikan tentang arti penting persatuan dalam menyelesaikan situasi di Gaza.