AYOJAKARTA.COM – Elektabilitas Anies Baswedan dan Cak Imin sebagai capres cawapres di Pilpres 2024 disorot.
Anies Baswedan merupakan satu-satunya kandidat cawapres yang sudah mengumumkan wakilnya.
Di mana ia memilih sosok Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yakni Muhaimin Iskandar atau Cak Imin sebagai cawapres dirinya.
Baca Juga: Tes IQ: Berapa Jumlah Anggota Keluarga Jika Masing-Masing Anak Perempuan Punya Adik Laki-Laki?
Sedangkan kedua capres lain yaitu Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo hingga kini belum mendeklarasikan bakal didampingi oleh siapa.
Meski sebagai bakal capres pertama yang sudah memiliki cawapres, rupanya hal itu tak juga membuat elektabilitas Anies Baswedan dan Cak Imin membaik.
Berdasarkan hasil survei terbaru, elektabilitas Anies Baswedan tetap berada di peringkat paling bawah, dengan kata lain kalah dari Ganjar dan Prabowo.
Ujang Komarudin selaku Pengamat Politik dari Universitas Al Azhar Indonesia mencoba menganalisis penyebab elektabilitas Anies-Cak Imin paling anjlok.
Baca Juga: Tips Instagram: 3 Keuntungan Berlangganan Centang Biru, Cara Daftarnya di Sini
Dalam pernyataannya, Ujang Komarudin menyampaikan setidaknya ada 3 penyebab elektabilitas Anies Baswedan-Cak Imin berada di urutan paling bawah.
Pertama adalah sikap dari PBNU yang dinilai menjaga jarak dengan Cak Imin dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
“Itu juga menjadi problem tersendiri bagi pasangan Anies-Cak Imin karena struktural PBNU secara umum tidak mau ditarik-tarik ke wilayah politik apalagi mendukung PKB,” terang Ujang Komarudin dikutip dari laman Suara.com pada Sabtu (16/9/23).
Lalu yang kedua adalah disebabkan oleh sikap Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas yang sempat mengatakan soal bid’ah jika mendukung Anies-Cak Imin.
Pernyataan Yaqut Cholil Qoumas yang bergurau tentang bid'ah jika memilih koalisi “AMIN” tersebut disampaikan saat Pembukaan Orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Surabaya, Jawa Timur pada Rabu (13/9/23).
Baca Juga: 5 Tips Sederhana Merawat Motor Listrik agar Tetap Awet dan Prima, Ternyata Cukup Mudah Lho
“Karena Menag juga berbeda dengan Anies dan Cak Imin,” ujar Ujang Komarudin.
“Maka tidak menguntungkan di wilayah Jawa Timur,” lanjutnya.
Lalu yang terakhir adalah adanya perbedaan antara Cak Imin dengan warga NU Gusdurian, termasuk juga dengan putri mantan Presiden Abdurrahman Wahid atau Gusdur yaitu Yenny Wahid.
“Pasukan Gus Dur ya Gusdurian di bawah Yenny Wahid juga tidak menguntungkan Anies dan Cak Imin,” jelas Pengamat Politik dari Universitas Al Azhar Indonesia tersebut.***

Share this article
Elektabilitas Anies Baswedan dan Cak Imin di Pilpres 2024 disorot, pengamat politik sebut Yenny Wahid dan sikap PBNU?