AYOJAKARTA.COM - Belum adanya sosok bakal calon Wakil Presiden yang diumumkan masing-masing Capres membuat masyarakat semakin penasaran.
Sebab hingga saat ini aroma persaingan koalisi antar partai pendukung Capres pun sudah sangat kental terasa.
Namun memang pemilihan bakal cawapres harus lebih hati- hati dilakukan oleh para Capres.
Pasalnya saat ini ketiga nama yakni Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo dan juga Anies Baswedan berada dalam urutan elektabilitas yang hampir setara berada di posisi 30 persen.
Dikutip AyoJakarta.com dari laman Republika.co.id (11/5/2023), pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago mengatakan bahwa posisi cawapres menjadi kunci pemenangan pemilu mendatang.
Jika nantinya capres sampai salah pilih, maka akan menjadi blunder dan mematikan langkah politiknya.
"Dengan kata lain, cawapres berfungsi sebagai doping politik, salah menggandeng cawapres bisa menjadi blunder yang mematikan langkah politik capres," Ucap Pangi.
Hal ini pun kemudian yang saat ini sedang dilakukan para capres, ada yang meracik, hingga saling tunggu umumkan cawapresnya.
Sebab jika koalisi partai politik keliru dalam meracik dan menggandeng cawapresnya bisa jadi merupakan aksi bunuh diri politik sehingga menurunkan elektabilitas capresnya.
"Kenapa penting parpol koalisi meracik cawapres ideal potensial pendamping capres, sebab kalau salah maka bisa bunuh diri politik. Keliru dan salah mengandeng cawapres berpotensi mengerus elektabilitas capresnya," lanjut Pangi.
Lebih lanjut Pangi mengatakan bahwa terdapat tiga kriteria penting dalam penentuan cawapres, yaitu pertama; modal elektabilitas atau racikan elektoral, Kedua; dukungan partai politik, Ketiga; ketersedian isi tas atau modal logistik kampanye.
Pangi juga mengatakan pentingnya cawapres memiliki basis elektoral yang kuat atau jaringan partai politik yang luas, sebab hal itu akan banyak membantu capresnya dalam memenangkan pemilu.
"Cawapres yang memiliki basis elektoral yang kuat atau memiliki jaringan politik yang luas dapat membantu pasangan calon untuk memenangkan dukungan dari partai politik atau koalisi politik yang sebelumnya tidak mendukung yang pada akhirnya akan mempengaruhi format koalisi dan partai partai politik yang tergabung dalam koalisi untuk membentuk koalisi yang stabil dan solid," ujarnya.***
Artikel ini telah tayang di Republika.co.id dengan judul "Pengamat: Persaingan Pilres Ketat, Cawapres Jadi Penentu"

Share this article
ketiga nama yakni Prabowo, ganjar Pranowo dan juga Anies Baswedan berada dalam urutan elektabilitas yang hampir setara .