AYOJAKARTA.COM - Kamaruddin Simanjuntak kembali blak-blakan soal kasus pembunuhan Brigadir J.
Usai sidang vonis untuk para terpidana, Kamaruddin Simanjuntak membeberkan soal dugaan motif yang menyebabkan terbunuhnya Brigadir J oleh Ferdy Sambo.
Sedikitnya ada tiga dugaan unsur yang disampaikan oleh Kamaruddin Simanjuntak terkait motif pembunuhan Brigadir J.
Dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube The Prime Show with Aiman pada Kamis, 16 Februari 2023 berikut ulasannya.
Yang pertama adalah dugaan adanya sakit hati yang timbul pada Ferdy Sambo kepada mantan ajudannya, Nofriansyah Yosua Hutabarat.
Diduga rasa sakit hati itu timbul karena aib Ferdy Sambo telah dibongkar oleh Brigadir Yosua kepada Putri Candrawathi.
Di mana aib yang dimaksud adalah ada hubungannya dengan ‘si cantik’ yang sempat menggegerkan publik di persidangan.
Baca Juga: Harga iPhone 11 Resmi Kini Hanya Rp 6,99 Juta Saja, Ternyata Fiturnya Ngga Main-main Lho!
Dugaan tersebut Kamaruddin sampaikan bahwa dirinya mendapatkan informasinya dari seorang Intel.
“Saya mengelompokkan ada tiga unsur sakit hati di sana, kelompok pertama, Ferdy Sambo karena aib dia diduga dibongkar oleh Yosua kepada ibu, aib karena ada wanita-wanita lain, ‘si cantik’, (informasi) dari intel saya,” ujar Kamaruddin.
Lalu kedua adalah adanya dugaan rasa sakit hati dari para ajudan kepada korban karena Yosua mendapat kepercayaan yang lebih besar.
Sehingga timbul rasa kecemburuan dan diduga sampai memfitnah Yosua.
Baca Juga: Viral! Video Bocah Autis Dijepit Terapis di RS Depok, Ridwan Kamil Ingatkan Hal Ini
“kemudian yang kedua adalah, kelompok para ajudan yang sakit hati karena Yosua lebih dipercaya, Yosua diberi peran yang lebih banyak dia sebagai kepala rumah tangga, dia juga mengurusi bendahara keuangan daripada itu bhayangkari dan sebagainya, bahkan dia juga dipercaya mengantar persembahan kepada pendeta terkenal,” kata Pengacara Yosua.
“jadi karena dia dipercaya untuk itu ada kecemburuan diantara para ajudan lain sehingga para ajudan diduga memfitnah atau menyebar hoax,” pungkasnya.
Kemudian yang terakhir adanya dugaan keras menurut Kamaruddin adalah bahwa Putri Candrawathi sebelum ada pembunuhan ia sedang ingin dimanja oleh Yosua.
“yang ketiga, ada dugaan keras bahwa nenek Putri pengen dimanja-manja,” ujarnya.
Baca Juga: Harga iPhone 11 Resmi Kini Hanya Rp 6,99 Juta Saja, Ternyata Fiturnya Ngga Main-main Lho!
Dugaan tersebut disampaikan olehnya karena dari analisis yang ia dapatkan, di mana sebelumnya Putri Candrawathi diduga pura-pura sakit.
Kemudian ia meminta Nofriansyah Yosua Hutabarat untuk mengangkat tubuhnya dari lantai bawah ke lantai atas.
Namun saat itu mendiang Yosua menolak jika harus mengangkatnya seorang diri, dan akhirnya ia meminta bantuan Richard Eliezer.
Tetapi istri Ferdy Sambo ini menolak jika Richard Eliezer ikut membantunya.
Baca Juga: Makin MESRA dengan Nasdem, Anies Baswedan Gelar Silaturahmi Kebangsaan di Kalimantan Selatan!
“analisinya begini pada tanggal 3 tanggal 4, nenek Putri pura-pura sakit, dia pengen dibopong-bopong oleh Yosua dari lantai bawah ke lantai atas, tapi Yosua tidak mau melakukannya sendiri dia mengajak Bharada Richard Eliezer,” kata Kamaruddin.
“tetapi nenek PC tidak menghendaki Bharada Richard Eliezer karena didiga Yosua lebih tampan dan dia lebih menghendaki Yosua, dan Yosua tidak mau melakukannya sendiri,” tambahnya.***

Share this article
Ada tiga dugaan unsur yang disampaikan oleh Kamaruddin Simanjuntak terkait motif pembunuhan Brigadir J oleh Ferdy Sambo CS. Apa saja?