AYOJAKARTA.COM - Ridwan Kamil ikut buka suara terkait video viral bocah autis yang diduga dijepit terapis.
Diketahui kejadian tersebut terjadi di Rumah Sakit Depok (RS Depok) Jawa Barat.
Pertama kali video tersebut diunggah akun TikTok @Tiktokmedia yang kemudian viral. Akan tetapi video tersebut sudah tidak tersedia.
Namun video tersebut sempat distitch oleh akun Tik Tok Rezki Ahyana, terlihat anak dalam video mengenakan kaus berwarna hitam.
Baca Juga: Terpopuler! Tangis Haru Ronny Talapessy Hingga Kamaruddin Simanjuntak Pasca Vonis Richard Eliezer!
Kepalanya dijepit menggunakan kaki oleh seorang pria berkaus kuning.
Anak dalam video tersebut tampak meronta-ronta. Sesekali ia mengayunkan kakinya.
Sedangkan terapis sibuk main handphone dan sama sekali tak memperdulikan anak kecil tersebut.
Dikutip ayojakarta.com dari laman Instagram Banjarnahor diketahui anak dalam video yang viral tersebut mengalami autism spectrum disorder (ASD) atau autis.
Anak itu disebut sengaja dibawa ke RS untuk terapi wicara.
Baca Juga: Hati-hati! Vonis Bharada E Bisa Berubah Ulah Sosok Ini, Mantan Hakim Agung: Publik Harus Tetap Kawal
Melihat berita tersebut viral, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil ikut buka suara.
Dalam unggahan terbaru di akun instagram miliknya @Ridwal Kamil, dirinya mengatakan bahwa kejadian tersebut sudah ditindak lanjuti pihak kepolisian.
Apabilan nanti ditemukan adanya pelanggaran maka agar diproses secara hukum yang berkeadilan.
Ridwal kamil juga mengingatkan untuk selalu memanusiakan manusia.
“Kejadian dugaan kekerasan kepada anak penderita autis di Depok ini sudah ditindak lanjuti pihak kepolisian. Semoga ada penjelasan yang jelas dan terang benderang, apakah itu kelaziman metode terapi atau kekerasan,” tulis Ridwan Kamil.
Jika ditemukan adanya pelanggaran hukum, semoga dihadirkan hukum yang berkeadilan dan menjadi pelakaran untuk kita semua, agar selalu memanusiawikan manusia, tungkasnya***

Share this article
Diketahui anak dalam video yang viral tersebut mengalami autism spectrum disorder (ASD) atau autis. Anak itu disebut sengaja dibawa ke RS.