AYOJAKARTA.COM – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Satryo Soemantri Brodjonegoro membantah tuduhan yang dilontarkan oleh para Aparatur Sipil Negara (ASN) di kementeriannya.
Satryo dikenal sebagai atasan pemarah dan arogan, serta melakukan pemecatan pegawai secara tidak adil.
Satryo memecat Neni Herlina, seorang pegawai, melalui pesan WhatsApp tanpa pemberitahuan resmi, yang dinilai melanggar etika profesional.
Beberapa pegawai juga mengklaim bahwa Satryo sering bertindak kasar, termasuk membentak Neni di depan staf lain.
Sebagai respons terhadap tindakan Satryo, ratusan pegawai menggelar demonstrasi di depan kantor kementerian.
Mereka menuntut evaluasi atas kepemimpinan Satryo dan mengekspresikan ketidakpuasan terhadap perlakuan yang dianggap semena-mena.
Dalam tanggapannya, Satryo membantah semua tuduhan tersebut, termasuk klaim bahwa ia melakukan penamparan terhadap pegawai.
Satryo menegaskan bahwa tidak ada tindakan kekerasan yang terjadi kepada pegawainya tersebut.
Ia menyebutkan bahwa aksi protes yang dilakukan oleh ASN merupakan respons terhadap kebijakan rotasi dan mutasi besar-besaran.
Lanjutnya, ia menjelaskan bahwa pemecatan di kementerian sebagai bagian dari upaya "bersih-bersih" untuk mengurangi pemborosan anggaran.
“Kami sedang mengadakan upaya mutasi besar-besaran di Kementerian karena pecahnya tiga dari tiga nenteri,” jelas Satryo yang dikutip dari kanal YouTube KOMPASTV pada Selasa, 21 Januari 2025.
Baca Juga: Kriteria Pelamar Tambahan Seleksi PPPK Bagi Pegawai Non-ASN Database BKN, Berlaku untuk Siapa Saja?
Satryo menjelaskan bahwa perubahan ini diperlukan setelah kementerian dipecah menjadi tiga bagian, dan beberapa pegawai mungkin merasa tidak nyaman dengan mutasi tersebut.
Selain itu, Satryo membantah tuduhan bahwa ia melakukan penamparan terhadap pegawainya dan menegaskan bahwa rekaman suara yang beredar adalah hasil editan.
Ia meminta timnya untuk melacak sumber rekaman tersebut dan membuka kemungkinan untuk menempuh jalur hukum jika terbukti ada manipulasi.***

Share this article
Satryo membantah semua tuduhan tersebut, termasuk klaim bahwa ia melakukan penamparan terhadap pegawai.