AYOJAKARTA.COM - Semakin memanas perdebatan antara kubu Ferdy Sambo dan Richard Eliezer.
Dalam sidang lanjutan kasus pembunuhan Brigadir J, ahli balistik telah dihadirkan ke dalam persidangan.
Namun, antara Arman Hanis dan Ronny Talapessy memiliki pendapat yang berbeda terkait keterangan ahli balistik yang dibeberkan ke Persidangan.
Baca Juga: Skenario Tembak Menembak Brigadir J VS Ferdy Sambo Dibongkar Ronny Talapessy: Ini Sudah Sesuai
Menurut pandangan Arman Hanis berdasarkan keterangan ahli balistik senjata yang dijelaskan identik dengan Richard Eliezer.
Pengacara Ferdy Sambo menyimpulkan bahwa Richard Eliezer telah menembak sebanyak delapan kali.
“Ada delapan selongsong, identik dengan senjata atau glock yang dipegang oleh Richard artinya Richard itu menembak berkali-kali itu udah delapan kali,” ujar Arman di persidangan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu, 14 Desember 2022, dikutip dari YouTub KOMPASTV.
Pengacara Ferdy Sambo meyakini bahwa apa yang disampaikan oleh ahli balistik di persidangan semakin membuka fakta.
“Sehingga apa yang disampaikan ahli itu semakin membuka fakta bahwa yang menembak adalah Richard, tidak ada dari senjata yang lain atau glock yang lain selama yang selama ini disampaikan,” ujarnya.
Di sisi lain, Ronny Talapessy memiliki pendapat yang berbeda dengan pengacara Ferdy Sambo.
Menurut Ronny olah TKP yang dilakukan ahli itu sudah rusak karena tidak datang tepat pada saat kejadian.
Baca Juga: Perlawanan Richard Eliezer Semakin Memanas, Ronny Talapessy Hadirkan Bukti Baru di Persidangan
“Jadi begini loh ini kan TKP-nya sudah rusak teman-teman jadi yang perlu kita tanyakan ini kan kejadiannya tanggal 8 baru ahli datang tanggal 12,” ujar Ronny usai sidang, Rabu, 14 Desember 2022.
“Kami mendapati di dalam BAP dari saudara ahli ini Arif Sumirat dia menyampaikan bahwa yang di kepala itu tidak identik dengan Glock MYP 851,” lanjutnya.
Dalam keterangannya, pengacara Bharada E mengaku meragukan keahlian dari yang telah disampaikan.
“Tetapi ini kan kita menanyakan sehingga kita melihat kita meragukan keahlian yang tadi dihadirkan saudara Arif Sumirat kenapa? karena TKP-nya sudah rusak terus kompetensinya juga nah terus terkait barang bukti, kan fakta persidangan peluru Richard Eliezer ada 12,” ujarnya.***

Share this article
Menurut pengacara Richard Eliezer, Ronny Talapessy olah TKP yang dilakukan ahli sudah rusak karena tidak datang tepat pada saat kejadian.