Kembalilah ke Demokrasi Ke-Indonesia-an Sebelum Terlambat

Ilustrasi/Wikipedia.org

Ilustrasi/Wikipedia.org

Ketika kita meninggalkan era otoriter masa Orba, masuk ke era reformasi hingga saat ini, demokrasi kita acapkali diwarnai voting. Pilpres, Pileg dan Pilkada semuanya kita lakukan dengan pemilihan langsung.

Seluruh pemilik hak suara menentukan pilihan terhadap sejumlah calon yang tersedia. Pilpres dan Pileg memilih calon yang ditawarkan oleh partai. Sementara Pilkada, diberi ruang dari jalur independen.

Sistem pemilu tersebut, menunjukkan nilai suara dari setiap WNI yang memiliki hak suara sama, apapun status sosialnya. Berbeda dengan Pilpres di negeri Uncle Sam (Paman Sam). Praktek ini setidaknya sudah berlangsung 15 tahun. Lalu kemudian, apa yang terjadi di negeri ini dengan demokrasi voting pemilihan langsung tersebut?

Pemilihan langsung yang kita lakukan 15 tahun belakangan ini muncul gejala baru yaitu fenomena relawan. Peran relawan menjadi sangat strategis karena menjadi salah satu faktor utama memenangkan kandidat dalam suatu kontestasi pemilu, baik legislatif maupun eksekutif.

Melalui relawan, bisa menembus skat-skat politik yang ada di tengah masyarakat. Karena itu para calon, langsung atau tidak langsung, berusaha mendekati, didekati dan atau membentuk komunitas-komunitas relawan.

Sebagai tindakan politik, relasi dengan relawan tetap tidak lepas dari konsep politik yang sudah tak terbantahkan, yaitu “tidak ada makan siang gratis”. Akibatnya, biaya politik pun bisa membengkak fantastis.

Para relawan pun acapkali lebih aktif dan lebih berani melontarkan pesan-pesan komunikasi politik dibanding dari kader partai pengusung atau pendukung. Apa yang dilakukan relawan ini, langsung atau tidak langsung berpotensi bahkan pada aspek tertentu mampu menggeser peran kader dan simpatisan partai. Padahal, relawan belum terinstitusionalisasi dalam pilar demokrasi.

Sedangkan kader partai sudah berada pada institusi formal demokrasi. Inilah asalah satu yang harus kita diskusikan secara serius dalam membangun proses politik ke-Indonesia-an di negeri kita ini.

Lihat saja setelah selesai pemilu, apa yang terjadi? Sebagian relawan menempati posisi di dalam “bangunan” kekuasaan pemerintahan atau legislatif yang tersedia atau menciptakan unit baru dalam struktur kekuasaan untuk “menampung” mereka. Ini bisa dimaknai sebagai politik “balas jasa” dan sekaligus sebagai “sinergisitas” kekuasaan di antara mereka. Praktek yang sering terjadi, mereka saling mengawal dengan kolaborasi kekuasaan.

Di satu sisi pola semacam ini bisa mengganggu demokrasi substansial, di sisi lain  mampu menguatkan demokrasi prosedural yang penuh kepalsuan. Karena itu, dipastikan mengancam hakekat demokrasi itu sendiri.

Fakta juga menunjukkan bahwa pemilihan langsung yang sedang terjadi di Indonesia saat ini membutuhkan biaya yang sangat-sangat tinggi, bahkan seringkali diwarnai dengan politik uang. Ungkapan “wani piro” di Jawa dan “togu-togu ro” di suatu daerah Sumatera, atau sebutan berbeda di daerah lain, sudah tidak asing terdengar sebagai simbol dari politik uang. Ini sangat menyedihkan.

Sejatinya demokrasi untuk mewujudkan kehendak rakyat berpotensi bergeser menjadi demokrasi untuk kepentingan bisnis pemilik modal (kapital). Akhirnya, ssiapa yang memengang kekuasaan publik, tidak lain yaitu mereka pemilik uang. Demokrasi bergeser menjadi komunitas bisnis.

Realitas lain menunjukkan, sejak dan hingga kini negeri ini menerapkan pemilihan langsung, sudah ratusan kepala daerah, juga ratusan pula legislator dan beberapa menteri, kita “kirim” ke KPK karena dugaan tindak pidana korupsi.

Tidak sedikit pula di antara mereka sudah mempunyai hukum tetap dan sebagian sedang “diinapkan” di balik jeraji besi. Mengapa? Boleh jadi karena pengeluaran dalam suatu Pilkada, misalnya, bisa menelan puluhan hingga ratusan miliyar rupiah.

Rasionalnya, dengan perhitungan yang sangat longgar saja, pendapatan dalam setahun sebagai kepala daerah paling tinggi 1 miliar. Jadi, akumulasi lima tahun hanya 5 miliar. “Defisit” biaya yang dialami seorang kandidat yang sudah duduk di jabatan eksekutif dan legislatif mendorongya melakukan korupsi APBD, dan atau melacurkan kewenangannya dengan berbagai upaya, seperti menerbitkan berbagai Perda yang bisa mempersulit pelayanan publik, misalnya, perijinan.

Pada proses tranksaksional seperti ini muncul konsep birokratif koruptif yaitu, “diupayakan”, yang bermakna konotatif menguntungkan secara finasial para pihak yang berada dan berelasi dengan pusat kekuasaan.

Karena itu, menurut saya, negeri ini tidak boleh “berpangku tangan” apalagi “bertepuk tangan” melihat realitas politik yang sedang terjadi di Indonesia saat ini. Misalnya, ratusan pejabat publik di legislatif maupun eksekutif sudah dipenjara.

Oleh sebab itu, bangsa ini harus instrospeksi dan merenung mendalam, apa yang salah dengan sistem politik, utamanya kepemiluan kita secara keseluruhan di era reformasi ini.

Yang pasti ada “benang kusut” yang harus kita urai, tanpa memutus-mutus “benang” itu sendiri, sebagai pekerjaan rumah bagi negeri ini yang harus secepatnya kita tuntaskan. Jika tidak, akan bisa menimbulkan lingkaran setan permasalahan politik secara terus menerus di tanah air.

Saya termasuk tidak begitu gembira melihat sebagian para pemimpin di negeri ini masuk penjara. Lebih baik, mari kita tata demokrasi ke-Indonesia-an dengan kembali ke Ideologi Pancasila, utamanya sila ke-empat dan alinea ke-empat Pembukaan UUD 1945.

Intinya, sistem politik kita sejatinya melakukan demokrasi permusyawaratan rakyat dengan perwakilan di semua tingkatan proses politik. Bukan dengan demokrasi langsung atau voting-votingan ala liberal, si kuat di semua sektor mengalahkan si lemah di berbagai bidang sosial.

Untuk itu, wacana memunculkan kembali adanya Ketetapan MPR-RI (Tap MPR-RI) dan amandemen terbatas UUD 1945,  bisa menjadi pintu masuk agar benar-benar negeri ini mewujudkan demokrasi musyawarah-mufakat untuk kebersamaan, ala ke-Indonesia-an. Sebab, bangunan demokrasi ke-Indonesia-an ini memastikan bahwa hak-hak setiap individu dan kelompok minoritas dari aspek jumlah, tetap terakomodasi dan terutama terlindungi.

Dengan demikian, di negeri ini tumbuh subur inklusivitas dalam relasi antar sesama anak bangsa. Otomatis ekslusivitas terkikis habis dengan sendirinya, sehingga tidak ada ruang bagi aktor politik yang membawa  politik identitas sempit itu. Mari kita kembali ke demokrasi ke-Indonesiaan-an sebelum terlambat.

Sesungguhnya, demokrasi musyawarah ala Indonesia sudah sejak dulu dipraktekkan dalam kehidupan keseharian di semua bidang kehidupan sosial di tanah air. Bahkan terapan demokrasi musyawarah ini sudah terjadi pada semua tingkakan sosial, mulai dari kelompok sosial terkecil (keluarga) hingga organisasi tertinggi (MPR-RI). Baru-baru ini MPR-RI kita berhasil melakukan musyawarah dalam menentukan pimpinan.

Karena itu, dalam semua bidang kehidupan sosial, utamanya proses politik, sejatinya negeri ini mempraktekkan demokrasi musyawarah, bukan voring. Untuk itu, para partai politik yang akan kongres atau munas ke depan, hindarilah politik voting. Kemudian, kedepankan politik musyawarah. Dengan demikian, demokrasi kita diwarnai nilai-nilai luhur ke-Indonesia-an kita. Semoga.

 

Emrus Sihombing
Direktur Eksekutif Lembaga Emrus Corner

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Metropolitan 04 Jun 2026, 22:33 WIB

Catat! Ini Rekayasa Lalu Lintas di Sekitar GBK 6-7 Juni 2026

Kawasan GBK diprediksi padat oleh puluhan ribu pengunjung pada 6-7 Juni 2026 karena ada 7 acara besar. Dishub DKI menerapkan rekayasa lalin situasional dan mengimbau warga naik transportasi umum.

Jakarta Pusat 04 Jun 2026, 19:22 WIB

Penyandang Disabilities Bisa Daftar, Sudin Nakertransgi Jakarta Pusat Buka 2.000 Lowongan Kerja 2026!

Sebanyak 2.000 lowongan kerja dari 37 perusahaan disediakan dalam Job Fair

Ekonomi 04 Jun 2026, 18:48 WIB

Rupiah Tembus Rp18.023, Begini Strategi Maybank Wealth Management Amankan Aset Nasabah

Rupiah tembus Rp18.023/USD dipicu inflasi Mei naik 0,28% & suku bunga AS tinggi. Hadapi krisis, Head Wealth Management Maybank Johan Kesuma Harsa sarankan nasabah lakukan diversifikasi investasi.

News 04 Jun 2026, 18:05 WIB

Infogresik Ajak Pelaku Kreatif Ubah Homeless Media Jadi Rumah Aspirasi Warga

Infogresik tegaskan Homeless Media wajib jadi rumah nyaman bagi publik. Simak strategi kelola konten lokal yang tepercaya di sini!

Gadget 04 Jun 2026, 15:53 WIB

Secanggih Apa Chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 Samsung Galaxy Z Fold 8? Simak Ulasannya

Samsung rilis Galaxy Z Fold 8 Ultra Juli 2026. HP tipis 4,1 mm ini bawa baterai 5.000mAh (45W), teknologi laser drilling agar layar rata tanpa lipatan, chip 2nm, RAM hingga 16GB, dan kamera 200MP.

Gadget 04 Jun 2026, 14:49 WIB

Bocoran Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra, Baterai Jumbo dan Layar Tanpa Lipatan

Samsung bersiap merilis Galaxy Z Fold 8 Ultra pada Juli 2026. Ponsel lipat tipis 4,1 mm ini bawa baterai 5.000mAh (45W), layar tanpa bekas lipatan, chip Snapdragon 8 Elite Gen 5, dan kamera 200MP.

News 04 Jun 2026, 14:46 WIB

Suara Pengamat: ISMN Meet Up Surabaya 2026 Benteng Pertahanan Kreator Lokal

Pengamat puji ISMN Meet Up Surabaya 2026! Dinilai sukses jadi wadah strategis yang bikin ekosistem media sosial jadi jauh lebih sehat.

Metropolitan 04 Jun 2026, 14:16 WIB

Pemeliharaan Gardu Listrik PLN 5-6 Juni 2026, PAM JAYA: Terdapat 45 Wilayah Terdampak Suplai Air

Informasi penting terkait gangguan sementara pada suplai air di sejumlah wilayah Jakarta akibat pekerjaan pemeliharaan gardu listrik milik PLN yang menjadi sumber pasokan energi bagi Instalasi Pengola

Viral 04 Jun 2026, 14:12 WIB

Viral 'Pulau Sampah' di Pesisir Muara Angke, 70 Personel UPS DLH DKI Lakukan Penanganan Secara Bertahap!

Tim gabungan dari berbagai unsur mulai melakukan aksi pembersihan besar-besaran terhadap tumpukan sampah yang membentuk daratan atau dikenal sebagai "pulau sampah" di pesisir Jakarta Utara.

News 04 Jun 2026, 13:39 WIB

Peringatan Keras Kemenhaj RI, Jemaah Haji Dilarang Bawa Air Zamzam di Dalam Koper!

Kementerian Haji dan Umrah RI memberikan peringatan keras kepada jemaah haji agar tidak memasukkan air zamzam ke dalam koper bagasi maupun tas kabin saat kepulangan ke Indonesia.

Jakarta Selatan 04 Jun 2026, 13:20 WIB

Pastikan Produk Pangan Aman, Sudin KPKP Jakarta Selatan Lakukan Uji Sampel di 5 Lokasi Ini!

Pastikan produk pangan yang beredar di masyarakat aman, Suku Dinas Ketahanan Pangan, kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Selatan aktif lakukan pengawasan.

Metropolitan 04 Jun 2026, 13:05 WIB

30 Rumah Warga Hangus Terbakar di Jakarta Pusat, Pemkot Jakpus Gerak Cepat Berikan Bantuan!

Kebakaran kembali terjadi didi Jalan Tanah Tinggi IV RT 09 RW 07, Johar Baru, Jakarta Pusat, sekitar pukul 00.15 WIB pada Kamis, 4 Juni 2026 dini hari yang menghanguskan 30 rumah warga.

News 04 Jun 2026, 11:51 WIB

Bikin Geleng Kepala! 4 Tindakan Dugaan Korupsi Ex Kepala BGN Dadan Hindayana Cs

Kejaksaan Agung sudah menetapkan mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana dan mantan Wakil Kepala BGN Sony Sanjayana dan Lodewyk Pusung sebagai tersangka dugaan korupsi tata kelola MBG

Komunitas 04 Jun 2026, 10:59 WIB

ISMN Meet Up Surabaya 2026 Resmi Dibuka, Jembatan Sukses Kreator Lokal Hadapi Dinamika Industri

ISMN Meet Up Surabaya 2026 resmi dibuka! Ajang kolaborasi kreatif untuk bantu kreator lokal bertahan dan bertumbuh di tren media sosial.

Jakarta Barat 04 Jun 2026, 10:51 WIB

Diduga Artefak, Sudin Kebudayaan Jakarta Barat Tindak Lanjut Temuan 4 Lempengan Batu Granit Aksara Cina!

Diduga artefak, temuan lempengan batu di wilayah Kelurahan Tanjung Duren Selatan, Grogol Petamburan ditindaklanjuti oleh Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Barat.

News 04 Jun 2026, 10:16 WIB

Jembatan Baru Komunikasi Publik, ISMN Hubungkan Kominfo Jatim dan Homeless Media

ISMN gandeng Kominfo Jatim rangkul Homeless Media! Sinergi radikal ini siap ubah peta informasi dan guncang dominasi media arus utama.

Metropolitan 04 Jun 2026, 07:47 WIB

679 Jiwa Terdampak Kebakaran Kemayoran, Dinsos DKI Berikan Bantuan Logistik: Makanan hingga Layanan Dukungan Psikososial

Dinas Sosial DKI Jakarta diketahui memberikan bantuan logistik berupa makanan siap saji, kebutuhan dasar, perlengkapan keluarga dan sekolah, termasuk Layanan Dukungan Psikososial serta dukungan hunian

Metropolitan 04 Jun 2026, 07:11 WIB

Prediksi Cuaca DKI Jakarta Kamis 4 Juni 2026: 4 Wilayah Serentak Hujan Sore hingga Malam Hari

Informasi seputar prediksi cuaca DKI Jakarta dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada hari Kamis, 4 Juni 2026.

Nasional 03 Jun 2026, 22:20 WIB

Aturan Baru Cukai Rokok dan Kemasan Polos, Sanggupkah 6 Juta Pekerja Tembakau Bertahan?

Layer baru cukai 2026 & aturan kemasan polos ancam industri rokok legal. Kebijakan ini dinilai memicu PHK masif bagi 6 juta pekerja & petani. Ahli desak penguatan hukum nyata, bukan regulasi baru.

Pendidikan 03 Jun 2026, 21:51 WIB

UIC Creative Showcase 2026 bertema “The Great Britain Festival in Indonesia” Saatnya Unjuk Gigi di Negeri Inggris Raya

UIC College, dibawah naungan USG Education Group menggelar UIC Creative Showcase 2026 bertema "The Great Britain Festival in Indonesia".