AYOJAKARTA.COM - Eks Menko Polhukam Mahfud MD menyebut jika wilayah Natuna bisa saja diambil China jika utang proyek Whoosh tidak dibayar.
Kendati demikian, Mahfud mengatakan setuju dengan keputusan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa yang menolak untuk dana APBN digunakan membayar utang proyek Whoosh ini.
"Tidak mau bayar Purbaya. Menurut saya benar," ujar Mahfud dikutip dari kanal di Youtube Mahfud MD Official.
Namun, Mahfud menegaskan jika utang tersebut tidak dibayar akan ada risiko yang terjadi dan bisa merugikan Indonesia.
Skenario terburuk yang bisa saja terjadi adalah China meminta wilayah startegis seperti Natuna Utara.
Hal ini dilakukan China sebagai ganti rugi atas utang jika tidak dibayar.
Seperti diketahui, kawasan tersebut memang dekat dengan wilayah konflik di Laut China Selatan.
"Misalnya kita gagal bayar, itu berarti China harus ambil tuh (asset Whoosh) tapi kan tidak mungkin karena di tengah kota. Pasti dia minta kompensasi ke samping, misalnya Natuna Utara," katanya.
Bisa saja, menurut Mahfud China berhasil mengambil Natura Utara dan membangun pangkalan militer.
"Lalu membangun pangkalan [militer] di sana, mau diapakan? Itu masalahnya," tuturnya.
Bahkan, Mahfud menyampaikan jika hal ini pernah dialami oleh Sri Lanka.
Kala itu, Sri Lanka harus kehilangan pelabuhan akibat gagal membayar utang ke China.
Dari kasus ini, proyek Whoosh memiliki potensi risiko serupa jika pengelolaannya tidak transparan.***

Share this article
Mahfud MD mengatakan kekhawatirannya jika Indonesia gagal membayar utang ke China soal proyek kereta cepat atau Whoosh, Natuna bisa saja diambil