AYOJAKARTA.COM – Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) Petrus Selestinus menanggapi dugaan gratifikasi jet pribadi Kaesang Pangarep.
Petrus Selestinus mengatakan bahwa ada beberapa kemungkinan yang bisa terjadi terkait dengan jet pribadi Kaesang Pangarep.
Menurut Petrus Selestinus, dugaan gratifikasi jet pribadi Kaesang Pangarep merupakan letupan kecil saja.
Oleh karena itu, menurutnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus prioritaskan untuk membongkar hal tersebut.
“Kalau kita bicara Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) yang begitu menjamur di lingkaran kekuasaan dimana ada penguasa top di republik ini, KKN itu selalu ada dan terjadi. Maka sebetulnya jet ini hanya soal kecil. Harusnya KPK prioritaskan membongkar apalagi masyarakat Indonesia selama 1 tahun sejak perkara 90 soal KKN terkait dengan dinasti politik ini kan sudah jadi perbincangan publik,” kata Petrus dikutip dari kanal YouTube Abraham Samad SPEAK UP pada Rabu (11/9/2024).
Petrus menjelaskan seharusnya KPK menjadikan dugaan gratifikasi jet pribadi Kaesang sebagai ‘pintu masuk’ untuk membongkar kejahatan korupsi.
Menurutnya, bisa saja ada kejahatan korupsi yang akan dan sudah terjadi atau telah direncanakan sejak lama.
Ia juga berujar tidak menutup kemungkinan jet pribadi tersebut masih berhubungan erat dengan status Gibran Rakabuming Raka sebagai Walikota Solo.
Petrus menerangkan bahwa Gibran mulai bekerja sebagai Walikota sejak Februari 2021 lalu.
Kemudian, Gibran menandatangani perjanjian kerja antara Pemkot Solo dengan PT Shopee International Indonesia.
Baca Juga: Antusiasme Membludak! Shell bLU cRU Yamaha Enduro Challenge di Sintang Raup Puluhan Ribu Pengunjung
“Harusnya KPK menjadikan ini pintu masuk. Karena dengan jet pribadi ini bisa terjadi ada kejahatan korupsi besar yang sudah terjadi, atau akan terjadi, yang sudah dirancang sejak begitu lama, terkait dengan bisa saja Gibran menjadi walikota. Kita bisa bayangkan Gibran ini kan jadi walikota mulai Februari 2021. Kemudian tanggal 26 Maret, belum sampai 6 bulan, dia sudah menandatangani MoU atau perjanjian kerja sama antara Pemkot Solo dengan PT Shopee International Indonesia,” jelasnya.
Oleh karena itu, Petrus berpandangan tidak harus menunggu Kaesang menjadi penyelenggara negara untuk diperiksa KPK.
Justru, dengan memeriksa Kaesang maka ini akan menjadi ‘pintu masuk’ KPK untuk menelusuri dugaan gratifikasi.
Karena, bisa saja Kaesang menerima pemberian jet pribadi tersebut karena ada hubungan antara pemilik jet dengan Presiden Joko Widodo atau rekan kerja Gibran.
“Jadi jangan menuntut Kaesang harus penyelenggara negara. Kaesang itu dia bisa saja dia terima pemberian jet ini karena ada hubungan antara yang punya jet dengan Jokowi, atau bisa juga punya hubungan kerja dengan Gibran yang hubungan kerjanya itu bisa saja karena KKN,” tutupnya.***
Share this article
Petrus Selestinus mengatakan bahwa ada beberapa kemungkinan yang bisa terjadi terkait dengan jet pribadi Kaesang Pangarep, apa?