AYOJAKARTA.COM – Menurut keterangan Fransiskus Marbun yang merupakan salah satu sahabat dekat, Eky merupakan sosok peminum.
Selain senang mengkonsumsi minuman, Eky juga dikenal sebagai pribadi yang cukup dekat dengan obat-obatan terlarang.
Meski mengenal Eky sebagai peminum dan pengguna obat, Frans mengaku belum pernah satu kalipun mendapati sahabatnya tersebut mengalami kecelakaan.
Baca Juga: Jessica Wongso Tak Murni Hidup Bebas, Kejaksaan Negeri Jakarta Utara Wajibkan Hal Ini Sampai 2032!
“Sepengalaman saya jadi temennya, semabok-maboknya Eky, dia pasti bisa pulang sampai rumah,” ungkap Frans saat menjawab pertanyaan awak media.
Karena itu, broadcast BBM yang diterimanya pada sekitar jam 23:00 WIB di malam tanggal 27 sempat membuatnya terkejut.
Usai menerima kabar pasangan Vina dan Eky mengalami laka lantas, Frans dan sejumlah teman bergegas untuk mendatangi RS Gunung Jati.
Setibanya di RS, Frans mendapati sepatu dan helm miliknya yang cukup lama dipinjam oleh Eky sudah berlumuran darah.
Dari hasil temuannya tersebut, Frans melihat bagian depan helm fullface miliknya sudah dalam keadaan hancur.
Dua hari sebelum Eky ditemukan tewas, Frans sempat meminta agar Eky bersedia untuk mengembalikan helm miliknya yang sudah terlihat kurang terawat.
Meski telah diminta oleh Frans, Eky yang saat itu berada di tongkrongan memilih untuk menunda mengembalikan dan berjanji akan memperbaiki helm sebelum dikembalikan.
Sehubungan dengan kabar laka lantas yang dialami pasangan Vina dan Eky, Frans dan sejumlah sahabat tidak pernah mempersoalkan.
Baca Juga: Jessica Wongso Bebas Bersyarat, Menkumham Baru Supratman Andi Agtas: Saya Belum Tahu Persis
Pandangan sahabat-sahabat Eky tersebut kemudian berubah usai rekaman suara sosok perempuan yang mengalami kerasukan arwah Vina beredar.
“Sampai yasinan aman-aman aja, setelah kesurupan itu viral, satu Cirebon sepertinya tahu, habis itu baru temen-temen mikir,” ungkap Frans.
Sehubungan dengan adanya dugaan yang menyebut Eky tewas karena pembunuhan, Frans mengaku baru mengetahui usai melihat Liga Akbar muncul di televisi.
Terkait dengan isi keterangan yang disampaikan oleh Frans, kuasa hukum Iptu Rudiana memberikan tanggapan.
Menurut Pitra Ramadhoni, seluruh pernyataan yang disampaikan Frans merupakan hasil rekayasa untuk mendiskreditkan Eky.
Mengacu pada hasil otopsi yang sempat dilakukan, kandungan zat berbahaya sebagaimana diungkapkan oleh Frans tidak ditemukan.
Adanya sejumlah kesaksian dari para saksi yang mendadak muncul ke publik, menurut Pitra sengaja diciptakan oleh oknum tidak bertanggung jawab.
Keterangan yang disampaikan oleh para saksi yang mendadak muncul, menurut Pitra seharusnya disampaikan ke penyidik bukan berkoar-koar sehingga menyesatkan publik.
“Saya ingin sampaikan agar jangan asal bunyi, karena kita berpatokan pada data, bukti dan fakta yang ada,” tegas Pitra. ***

Share this article
Fransiskus selain senang mengkonsumsi minuman, Eky juga dikenal sebagai pribadi yang cukup dekat dengan obat-obatan terlarang.