Perkembangan Kasus Vina: Susno Duadji Nilai Kesaksian Aep Bohong dan Wajar Jika Dipenjara

Mantan Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Kabareskrim) Polri Komjen (Purn) Susno Duadji, memberikan pendapatnya mengenai perkembangan kasus Vina Panduwinata (Vina Cirebon).
Mantan Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Kabareskrim) Polri Komjen (Purn) Susno Duadji, memberikan pendapatnya mengenai perkembangan kasus Vina Panduwinata (Vina Cirebon).

AYOJAKARTA.COM — Mantan Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Kabareskrim) Polri Komjen (Purn) Susno Duadji, memberikan pendapatnya mengenai perkembangan kasus Vina Panduwinata (Vina Cirebon).

Ia menilai bahwa kesaksian Aep, saksi kunci dalam kasus ini, sangat lemah.

Alasan utama Susno menilai kesaksian Aep lemah adalah karena Aep dinilai memberikan keterangan yang bohong.

"Yang paling bohong lagi siapa namanya? Aep ini bohong," katanya, dikutip dari kanal YouTube tvOneNews, Senin, 3 Juni 2024.

Dia menambahkan, keterangan bohong ini justru bisa membuat Aep dipenjara.

Baca Juga: Klub Motor XTC Cirebon Ragukan Kesaksian Melmel Soal Kasus Vina, Karena Apa?

"Ini wajar ini dimasukkan di dalam sel ya, apalagi dia sudah pernah menjadi saksi dalam perkara persidangan sebelumnya tapi dia enggak hadir. Mengapa saya katakan dia wajar dimasukkan di dalam sel dan di penjara dan di proses pidana, sesuatu yang tidak mungkin gitu, impossible. Kenapa? Dia katakan dia melihat peristiwa itu 8 tahun yang lalu, kemudian dia berdiri di depan warung dari bengkel dan warung itu tidak ada. Jarak dia berdiri dengan peristiwa sekitar 100 meter, malam hari, dia tahu naik apa namanya merek sepeda motornya, kemudian warna sepeda motornya, kemudian dia katakan saya tidak kenal tapi saya ingat wajahnya," sambung Susno.

Oleh karena itu, menurutnya, keterangan Aep ini sebaiknya tidak digunakan di persidangan.

"Udahlah yang begini-begini mohon hakim, khususnya hakim pra peradilan yang akan menyidangkan ini, kalau keterangan saksi itu dipakai oleh Polri gugurkan saja dan karena itu, misalnya kesaksian itu di depan sidang ya ini wajar untuk diminta Polri menyidik bahwa dia kesaksian bohong ya," tambahnya lagi.

Dalam kesempatan lain, Susno menambahkan bahwa kasus ini seharusnya bisa diperkuat dengan bukti-bukti scientific, seperti sidik jari, DNA, hasil laboratorium, CCTV, atau rekaman pembicaraan telepon.

"Nah, baru, yes kuat," ujarnya.

Baca Juga: Baru Muncul Pengakuan Melmel Saksi yang Melihat Pembunuhan Vina Cirebon, Benarkah Pegi Pelaku Pembunuh Vina dan Eky?

Ia juga menyoroti proses penetapan Vina sebagai tersangka yang terkesan terburu-buru.

"Seandainya karena ngejar waktu 24 jam ini kalau tidak cukup bukti ini harus dilepaskan, akhirnya semacam dipaksakan jadi tersangka," kritik Susno.

Susno berharap hakim praperadilan dapat objektif dalam menilai kasus ini dan tidak terpengaruh oleh apa pun.

"Hakim praperadilan seharusnya tidak terpengaruh oleh apa-apa, betul-betul menilai Pegi ini jadi tersangka memang ada bukti-bukti pendukung yang kuat ada sidik jari, ada hasil laborat, ada apa-apa, sehingga dia memenuhi syarat secara hukum untuk menjadi tersangka," tandasnya.

Ia juga memberikan pendapatnya soal usulan Hotman Paris yang meminta Presiden Jokowi memberikan atensi khusus atas kasus ini.

"Kalau saya kan bagus-bagus saja ya makin atas levelnya semakin bagus sekalian kita memperbaiki sistem peradilan pidana kita," ujar Susno Duadji.

Menurut Susno, sistem hukum pidana di Indonesia perlu diperbaiki agar penyidikan tidak terjadi penyiksaan, pelanggaran HAM, dan "koor" antara penyidik, penuntut, dan hakim.

"Harus dihargai orang yang tidak sama dengan BAP, bahkan mencabut keterangan yang sudah tertulis pun boleh," jelasnya.

Ia juga mengusulkan agar hakim tidak diberi BAP sebelum persidangan agar tidak terpengaruh oleh konstruksi yang telah dibangun.

"Kalau saya menilai apa yang nampak di luar tidak kuat," pungkas Susno.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# Aep
# Vina Cirebon
# Susno Duadji

News Update

Metropolitan

Rute, Jadwal Keberangkatan dan Harga Tiket Bus Wisata Open Top Tour Jakarta Batavia

Open Top Tour Jakarta Batavia, bisa jadi salah satu pilihan wisata bagi masyarakat yang ingin menikmati suasana Jakarta.

Ekonomi

KPM Siap-siap! Pemerintah akan Salurkan Bansos Melalui Koperasi Desa Merah Putih per September 2026

Skema baru ini disiapkan sebagai bagian dari upaya memperkuat sistem penyaluran bansos agar lebih efektif, tepat sasaran, dan mudah diakses oleh KPM.

Jakarta Selatan

INFO Warga Jagakarsa-Mampang Prapatan! Sudin KPKP Jakarta Selatan Gelar Program Program Sterilisasi Kucing Lokal Gratis, Cek Jadwalnya

Kegiatan ini jadi bagian dari upaya menjaga kesehatan hewan peliharaan dan mengendalikan populasi kucing lokal secara humanis di Jakarta Selatan.

Jakarta Selatan

Dishub DKI akan Bangun Pelican Crossing di Jalan Kapten Tendean, Solusi Sementara Pengganti JPO yang Belum Diperbaiki Usai Ditabrak Truk

Kepala Dishub DKI, Budi Awaluddin, mengatakan pelican crossing dipilih agar masyarakat tetap memiliki akses penyeberangan yang aman.

Metropolitan

MRT Jakarta dan KAI Siapkan Integrasi Stasiun MRT Monas-Gambir, Perkuat Konektivitas Transportasi Ibu Kota

Integrasi ini menghubungkan Stasiun MRT Monas di sisi barat kawasan Monumen Nasional (Monas) dengan Stasiun Gambir yang terletak di sisi timur.

Metropolitan

Sisa Makanan Dominasi Sampah Jakarta, Pemprov DKI Siapkan Aturan Baru Cegah Food Waste di Sektor Usaha

Kepala DLH DKI Jakarta, Dudi Gardesi Asikin, mengatakan sisa makanan masih menjadi salah satu penyumbang terbesar sampah organik di Jakarta.

Metropolitan

Hadiah Capai Rp74 Juta, Dinas Bina Marga Ajak Pelajar dan Mahasiswa Bikin Film Pendek Soal Infrastruktur Jakarta!

Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta resmi menggelar Kontes Film Pendek Dinas Bina Marga 2026 bertajuk "Semua Perjalanan Berawal dari Sini".

Metropolitan

Pemprov DKI Kucurkan Rp249 Miliar untuk Rehab 4 Sekolah Rusak, Pramono Anung: Pendidikan Prioritas

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memastikan pihaknya telah menyiapkan anggaran fantastis sebesar Rp249 miliar untuk merehabilitasi total empat gedung sekolah yang kondisinya sudah mengkhawatirkan.

Bisnis

Tempo Scan Gandeng SBPG Dirikan JV Dukung Kemandirian Farmasi

PT Tempo Scan Pacific Tbk (Tempo Scan) mengumumkan penandatanganan kerja sama joint venture bersama Chia Tai Tianqing Pharmaceutical Group Co., Ltd (CTTQ), anak perusahaan dari Sino Biopharmaceutical

Sport

Inilah Alasan Mengapa Chelsea Rela Pecahkan Rekor Transfer Fantastis Demi Datangkan Morgan Rogers

Chelsea rekrut Morgan Rogers dari Aston Villa seharga €138 juta (Rp2,8 T), memecahkan rekor pemain Inggris. Fleksibilitas taktik Xabi Alonso serta chemistry dengan Cole Palmer jadi alasan utama.

News

Pidato Prabowo Kembali Kontroversial, Sebut Wartawan hingga LSM 'Londo Ireng' Masa Kini!

Pidato Presiden RI Prabowo Subianto kembali tuai kontroversi usai sebut pihak-pihak sebagai "Londo Ireng" pada masa kini.

Viral

Viral! Rumah Guru ASN di Tanjungbalai Digeruduk Massa, Diduga Lecehkan Murid SD Yatim Piatu

Saat Hari Anak Nasional 2026, masyarakat dihebohkan dengan video viral yang memperlihatkan ratusan warga mengepung rumah seorang guru Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara.

Jakarta Utara

Rekayasa Lalin Sudinhub Jakut Atasi Kemacetan Akibat Penumpukan Peti Kemas di Cakung-Cilincing!

Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Utara terus melakukan optimalisasi untuk mengurai kemacetan yang kerap terjadi di ruas Jalan Raya Cakung-Cilincing.

Jakarta Pusat

Kasus Satpam Bundaran HI vs Sopir Alphard, Pramono: Terbukti Gunakan Pelat Palsu dan Terakam CCTV Melanggar Wajib Disanksi

Pramono Anung, buka suara terkait video viral keributan antara seorang petugas keamanan (satpam) dengan sopir mobil Alphard di kawasan penyeberangan Bundaran HI, Jakarta Pusat.

Jakarta Pusat

Hari Kelima Demo di Jakarta Masih Berlanjut, Catat 4 Titik Unjuk Rasa di Jakarta Pusat Hari Ini!

Masyarakat yang akan beraktivitas di wilayah Jakarta Pusat diimbau untuk mewaspadai potensi kepadatan arus lalu lintas pada hari ini, Jumat, 24 Juli 2026.

Ekonomi

Korban Pelecehan DC Kredivo Alami Trauma Berat, Manang Soebeti Minta Komnas Perempuan dan Polda Jateng Turun Tangan

Kasus dugaan pelecehan oleh oknum DC Kredivo di Purworejo buat korban trauma berat. Pihak Komnas Perempuan hingga OJK diminta turun tangan, sementara Kredivo janji usut tuntas oknum mitra terkait.

Metropolitan

Tekan Volume Sampah! Pemprov DKI Ajak Warga Jakarta Bijak Kelola Pangan dan Rutin Pilah Sampah

Pemprov DKI Jakarta mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mulai membiasakan diri bijak dalam mengelola pangan guna menekan volume sampah di Ibu Kota.

Jakarta Utara

Sempat Jadi Sorotan, Sudin LH Jakut Gerak Cepat Bersihka Tumpukan Sampah di Rusun Waduk Pluit!

Sebagai informasi, penanganan sampah di lokasi tersebut ditargetkan tuntas dalam waktu 10 hari, terhitung sejak Rabu, 15 Juli 2026 lalu.

Metropolitan

Pramono Siap Bela, Ramai Viral Satpam Bundaran HI Tegur Sopir Alphard Terobos Lampu Merah hingga Disuruh Sujud Minta Maaf

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, secara tegas memberikan dukungannya kepada seorang petugas keamanan (satpam) yang baru-baru ini viral karena menegur sopir mobil Alphard di kawasan Bundaran Hotel

Jakarta Selatan

Pramono Anung Beri Solusi untuk Percepat Perbaikan SDN Kebayoran Lama Selatan 09 yang Ambruk

Gubernur Pramono Anung percepat perbaikan SDN Kebayoran Lama Selatan 09 yang ambruk sejak 2024. Pemprov DKI siapkan skema dana CSR/KLB dan percepat perencanaan agar siswa tak lagi menumpang.