AYOJAKARTA.COM -- Sebanyak 29 siswa SMK bermasalah dari tiga kabupaten yaitu Purwakarta, Subang, dan Karawang telah diberangkatkan ke Rindam 3 Siliwangi dari Kodim 0619 Purwakarta, Jawa Barat.
Para siswa yang menjalani pendidikan karakter di barak militer ini berasal dari berbagai latar belakang kasus yang dinilai memerlukan perhatian khusus.
Sebelum keberangkatan, seluruh siswa telah melewati pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu.
Pelepasan siswa secara resmi dilakukan oleh Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein, yang didampingi oleh para orang tua masing-masing siswa.
Bupati Purwakarta menegaskan bahwa para siswa yang diberangkatkan merupakan hasil seleksi berdasarkan banyaknya permintaan dari orang tua yang menginginkan anak-anak mereka mendapat pembinaan karakter.
Program pendidikan karakter di Rindam 3 Siliwangi ini dirancang dengan durasi berjenjang, mulai dari 2 minggu hingga 1 bulan ke depan, tergantung pada perkembangan dan kebutuhan masing-masing siswa.
"Jumlahnya 29, 28 orang, 28 yang surat yang sudah masuk menitipin 28 orang kan gitu. Cuman masih ada susulan, masih di jalan, entah kemudian nanti akan diberangkat dan nanti lihat situasi," kata Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein.
Dia juga menambahkan bahwa durasi pendidikan ini bisa diperpanjang jika diperlukan, dengan waktu pendidikan karakter minimal 2 minggu sampai 6 bulan.
"Bila perlu ya 1 tahun kalau belum disiplin-disiplin. Karena setiap orang tuh kan berbeda, setiap anak tuh problemnya yang dihadapi berbeda, problem kedisiplinannya berbeda," katanya.
Saepul menyebutkan, pendidikan karakter di Rindam 3 Siliwangi ini memiliki pendekatan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing siswa, tidak menggunakan sistem masuk dan keluar bersamaan.
Selain itu, dia menekankan bahwa setiap anak memiliki tingkat perkembangan kedisiplinan yang berbeda-beda.
"Jadi nanti tidak kemudian masuknya sama-sama pulangnya sama-sama. Bisa jadi ada yang dia 3 minggu sudah disiplin, ada yang 1 bulan sudah disiplin, ada yang 2 bulan sudah disiplin," jelas Saepul.
Program ini merupakan upaya pemerintah daerah bekerja sama dengan pihak militer untuk membantu pembentukan karakter dan kedisiplinan para siswa yang membutuhkan bimbingan khusus.
Baca Juga: Ogah Ikut Ide Dedi Mulyadi Kirim Siswa Nakal ke Barak Militer, Pramono Anung Tegaskan Hal Ini
Sehingga diharapkan dapat kembali ke masyarakat dengan perilaku yang lebih baik dan disiplin.***

Share this article
Siswa yang menjalani pendidikan karakter di barak militer ini berasal dari berbagai latar belakang kasus yang dinilai memerlukan perhatian.