AYOJAKARTA.COM -- Ahli digital forensik Rismon Sianipar menyebut psikolog klinis Antonia Ratih Andjayani terlalu percaya diri menganalisa video CCTV yang telah direkayasa dalam persidangan kasus Jessica Wongso.
Pada persidangan yang berlangsung pada 15 Agustus 2016, psikolog klinis Antonia Ratih Andjayani memberikan analisis terhadap gerak gerik Jessica Wongso di Kamera 7.
Rismon Sianipar mengatakan Antonia yakin dapat menganalisis secara psikologis meskipun objek-objek dalam rekaman tersebut kabur dan mengalami pengaburan.
"Antonia Ratih Andjayani tidak tahu bagaimanapun rekayasa digital itu dilakukan, dia percaya saja sama oknum Polisi Muhammad Nuh Al Azhar dan jaksa sehingga dia merasa yakin analisa psikologinya itu benar padahal apa yang diamatinya hasil rekayasa," kata Rismon Sianipar dikutip ayojakarta.com dari Youtube Balige Academy pada Minggu (18/2/2024).
Dalam penilaian Antonia, lanjut Rismon gestur dan ekspresi Jessica Wongso di kamera tersebut diyakini sebagai bukti yang dapat dianalisis. Namun, kata Rismon keberadaan bukti dalam video tersebut tidak terlalu jelas karena telah direkayasa.
"Antonia Ratih kalau pakai logika sedikit, gak usah objek bergerak, objek diam saja seperti meja, kursi, gelas, piring yang di atas meja sudah tidak bisa dikenali. Diidentifikasi aja susah apalagi menganalisa gestur dan ekspresi," jelasnya.
Ia pun menyoroti kepercayaan diri Antonia yang terlalu tinggi, tanpa mempertimbangkan secara kritis kemungkinan rekayasa dalam rekaman tersebut.
Hal ini menimbulkan pertanyaan apakah analisisnya didasarkan pada keahlian profesional atau lebih pada kebiasaan terbiasa menerima informasi sesuai pesanan.
"Dia (Antonia) terlalu percaya diri atau memang dia terbiasa melakukannya sesuai pesanan," ujarnya.
Meskipun tidak ada bukti tertulis yang dapat menuduh Antonia secara langsung, namun analisa yang dilakukan Antonia yang terlalu percaya diri dan kurangnya pertimbangan terhadap kemungkinan rekayasa digital menggugah pertanyaan akan integritas dan kecermatan dalam melakukan analisis psikologis.
"Hanya dia yang bisa jawab itu, karena tidak ada bukti tertulis dan saya tidak bisa menuduh dia, tapi dia terlalu sembrono sebelumnya menganalisa Jessica di kamera 7 yang sudah direkayasa," tandasnya.

Share this article
Rismon Sianipar sebut psikolog klinis Antonia Ratih Andjayani terlalu pede menganalisa video CCTV yang direkayasa di kasus Jessica Wongso.