AYOJAKARTA.COM -- Meski tidak pernah mendapat respons maupun tanggapan, ahli digital Rismon Sianipar terus menguak bukti rekayasa di kasus Jessica Wongso.
Seperti yang diketahui, kasus yang heboh tahun 2016 silam ini belakangan kembali ramai diperbincangkan publik.
Tepatnya setelah dirilisnya film dokumenter Netflix yang berjudul Ice Cold: Coffee, Murder, and Jessica Wongso.
Dari film dokumenter tersebut, kemudian muncul berbagai teka-teki serta kejanggalan yang belum terpecahkan di kasus tersebut.
Terbaru, melalui tayangan di kanal YouTube Balige Academy pada (15/2/24), Rismon Sianipar kembali mencecar Krishna Murti yang kala itu memang memegang kasus kopi sianida ini.
Rismon Sianipar kembali mengungkap isi pledoi Jessica Wongso yang disampaikan pada tanggal 12 Oktober 2016.
Dimana dalam pledoi tersebut, Jessica Wongso membuat pengakuan bahwa dirinya didatangi oleh Krishna Murti di sel tikus.
Baca Juga: Bongkar Fakta Terbaru Kasus Jessica Wongso, Rismon Sianipar Kuliti Jaksa Shandy Handika, Ada Apa?
“Disitu pengakuannya Krishna Murti ini, itu mendatangi Jessica di sel tikus di Polda Metro Jaya mungkin ya,” ungkap Rismon Sianipar.
Kemudian Rismon Sianipar juga menyinggung peran Krishna Murti yang menggunakan rekaman CCTV yang telah direkayasa untuk menuduh Jessica Wongso.
“Dan Krishna Murti ini orang yang bertanggung jawab pada saat itu menersangkakan, menuduh Jessica menggunakan video CCTV rekayasa dan dia memasukkan Jessica ke sel tikus,” ujarnya.
Bahkan Rismon Sianipar kemudian menyebut bahwa Krishna Murti adalah sosok yang harus bertanggung jawab atas Jessica Wongso.
Pasalnya menurut Rismon Sianipar, Krishna Murti menggunakan CCTV yang sudah direkayasa untuk memberatkan Jessica Wongso.
“Bayangkan saudara, orang ini bertanggung jawab bagaimana video CCTV rekayasa dipakai kepada seorang anak bangsa,” ujar Rismon Sianipar.
“Seorang anak manusia, di situ dikatakan Jessica di dalam pledoinya, rekaman CCTV sebagai senjata,” lanjutnya.
Selain itu, Rismon Sianipar juga menuturkan keyakinannya bahwa rekaman CCTV tersebut telah direkayasa oleh Muhammad Nuh Al Azhar.
“Menurut saya dan sangat yakin rekaman CCTV saat itu sudah direkayasa oleh Muhammad Nuh Al Azhar,” tegas Rismon.
“Bagaimana Krishna Murti ini menggunakan video CCTV rekayasa Muhammad Nuh Al Azhar,” imbuhnya.
Kemudian yang lebih mengejutkan, dalam pledoi tersebut diketahui bahwa Krishna Murti mendatangi Jessica di sel tikus dengan tujuan ini.
“Dan menurut pengakuan Jessica, Krishna Murti ini datang ke sel tikus tersebut meminta Jessica mengakuinya karena telah memeriksa CCTV dengan teliti itulah katanya si Krishna Murti ini,” jelas Rismon Sianipar.
Namun lagi-lagi Rismon Sianipar mengungkapkan kekecewaannya lantaran hingga kini Krishna Murti tak menanggapi semua pernyataannya.
Padahal menurut Rismon Sianipar, sosok Krishna Murti harus bertanggung jawab atas segala tindakan anak buahnya termasuk yang melakukan rekayasa terhadap rekaman CCTV.
“Bayangkan ini seorang Irjen sekarang saya minta untuk menanggapi bahkan saya minta ketemu di Mabes Polri di tempat dia bekerja sampai saat ini dia tidak berani menanggapi sedikitpun,” kata Rismon.
Lebih lanjut Rismon mengatakan, “Padahal ia orang yang bertanggung jawab bagaimana anak buahnya saat itu merekayasa video CCTV dengan men-downscaling kamera CCTV semua mulai dari 7 kamera mahkota, 2, 9,4, 5, 15, 13, waduh banyak sekali ya dia rekayasa semua khususnya kamera 7,9,2,3,3,4 yang termasuk penting.”***

Share this article
Meski tidak pernah mendapat respons maupun tanggapan, ahli digital Rismon Sianipar terus menguak bukti rekayasa di kasus Jessica Wongso.