AYOJAKARTA.COM - Terjadi demo ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Yogyakarta pada Senin 12 Februari 2024 yang tergabung dalam aksi Gejayan Memanggil Kembali.
Demo mahasiswa ini sebagai bentuk protes dan kritik terhadap adanya politik dinasti Presiden Joko Widodo.
Para mahasiswa memblokade Jalan Affandi (Gejayan), menyuarakan tuntutan, bahkan para peserta juga berani menggelar aksi teatrikal ‘penggal’ kepala Jokowi.
Para mahasiswa dalam aksi ‘Gejayan Memanggil Kembali’ melakukan aksi teatrikal penggal kepala Jokowi sebagai simbol perlawanan terhadap rezim pemerintahan Presiden Joko Widodo.
Sementara itu pengamat politik Rocky Gerung juga turut menyoroti aksi mahasiswa yang melakukan teatrikal memenggal kepala Presiden Jokowi.
Menurutnya aksi dari para mahasiswa seperti replika guillotine, yang mana menandakan bahwa kemuakan sudah mencapai puncak terhadap Presiden Joko Widodo.
“Saya lihat ada baliho di Jogja, bahkan presiden itu seolah-olah ditaruh di bawah pisau guillotine, di Gejayan itu,” ujar Rocky Gerung dikutip Ayojakarta.com dari kanal YouTube Rocky Gerung Official pada Selasa (13/2/2024).
“Itu pertanda bahwa kemuakkan orang terhadap Presiden Jokowi dan dinastinya itu sudah di tingkat puncak,” sambungnya.
Akademisi sekaligus pengamat politik ini juga mengungkit peristiwa sejarah atas pemenggalan Raja Louis XVI menggunakan guillotine di tahun 1783.
Menurutnya sinopsis sejarah berdarah ini kembali diulang pada pemerintahan saat ini sebagai bentuk protes yang sudah mencapai akhir.
“Belum pernah kita lihat ada sinopsis sejarah diulang kembali yaitu ketika Raja Louis XVI ditaruh di bawah pisau guillotine dan dipenggal kepalanya. Kan itu benar-benar kasar,” kata Rocky Gerung.
“Apa lagi basa-basi mengatakan Jokowi itu persis seperti Raja Louis XVI di Prancis yang menipu rakyat lalu diadili oleh rakyat di Alun-alun Kota Paris 1789,” lanjutnya.
Lebih lanjut Rocky Gerung menilai bahwa semakin banyak kritik yang diberikan publik kepada Presiden Joko Widodo di akhir periodenya masa jabatannya.
“Kita mau terangkan pada publik bahwa nggak akan berhenti kritik terhadap Pak Jokowi bahkan menjadi-jadi,” ungkapnya.
Baca Juga: Respons Rocky Gerung Soal Film Dirty Vote: Dokumenter Ini Bukan Sekadar Olokan atau Pembelaan
“Hari ini seluruh kota sudah dihuni baliho-baliho yang menghina presiden,” imbuhnya.
Menurutnya aksi kritik yang dilakukan oleh mahasiswa merupakan akibat dari akumulasi kemarahan publik yang dimain-mainkan oleh pihak istana.
“Ini adalah penanda bahwa Jokowi betul-betul udah nggak ketulung otoriternya,” jelasnya.***

Share this article
Rocky Gerung menilai bahwa aksi mahasiswa tersebut menandakan bahwa kemuakan sudah mencapai puncak terhadap Presiden Joko Widodo.