AYOJAKARTA.COM - Situasi di Pelabuhan Merak, Banten terpantau ramai lancar sepekan jelang Lebaran 2025.
Keadaan di pelabuhan pada pagi hari menunjukkan kendaraan yang masuk berjarak beberapa menit dengan arus yang terus bergerak.
Kendaraan yang memasuki pelabuhan tidak terlalu lama parkir di kantong parkir sebelum langsung menuju dermaga untuk melakukan penyeberangan.
Sejak pukul 05.00 pagi, kapal-kapal telah berlabuh dan langsung beroperasi melayani penyeberangan dikutip ayojakarta.comd ari YouTube KompasTV.
Baca Juga: Alhamdulillah! Gelombang Kedua PKH dan BPNT Cair Tepat Jelang Ramadhan dan Lebaran 2025
PT ASDP Indonesia Ferry telah melakukan sejumlah antisipasi untuk menghadapi lonjakan arus mudik berdasarkan pengalaman Nataru (Natal dan Tahun Baru) sebelumnya yang sempat mengalami antrian panjang hingga ke pintu masuk pelabuhan.
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, ASDP menerapkan dua strategi utama.
Pertama, menambah jumlah kapal yang beroperasi dari 26 kapal di hari biasa menjadi 36 kapal selama musim mudik Lebaran, termasuk 10 kapal besar yang mampu menampung penumpang jauh lebih banyak.
Kedua, memberlakukan sistem tiket reguler tanpa menjual tiket ekspres mulai 24 Maret 2025 pukul 12.00.
Sehingga kendaraan dapat terbagi ke beberapa dermaga dan tidak hanya menumpuk di dermaga eksekutif.
ASDP juga telah mempercepat perbaikan dermaga yang sebelumnya mengalami kerusakan, yang awalnya diperkirakan selesai dalam 10 hari namun berhasil diselesaikan dalam waktu 6 hari.
Baca Juga: Setara 7 Bulan UMR Jakarta! Asus Rilis ROG Phone 9 Pro Kemewahan Gaming Seharga 21 Juta
Sebagai informasi masyarakat yang ingin melakukan penyeberangan dari Pelabuhan Merak menuju Pelabuhan Bakauheni masih terus disediakan tiket online. Tiket online ini bisa dibeli mulai dari H-60 bahkan sampai H-1.
ASDP memprediksi puncak arus mudik di Pelabuhan Merak akan terjadi pada tanggal 27 hingga 29 Maret 2025, dengan perkiraan sekitar 30.000 lebih kendaraan yang akan melakukan penyeberangan.
Selain langkah antisipasi dari ASDP, Korps Lalu Lintas (Korlantas) juga akan memberlakukan delay system di sekitar kilometer 13 untuk mengurai kemacetan.
Delay system ini akan dijalankan bersamaan dengan Manajemen Operasional Transportasi (Manhop) untuk mencegah terjadinya antrian panjang hingga ke pintu masuk pelabuhan atau jalan tol.***

Share this article
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, PT ASDP Indonesia Ferry menerapkan dua strategi utama, penambahan kapal dan tiket reguler