AYOJAKARTA.COM – Pada awal desember 2023 nanti, Suku Dinas Kesehatan wilayah Jakarta Barat berencana akan menyebarkan nyamuk yang membawa bakteri Wolbachia.
Teknologi Wolbachia merupakan program tambahan pemberantasan Demam Berdarah Dengue (DBD) selain upaya 3M+, Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), dan Jumantik.
Diinformasikan oleh situs Kementerian Kesehatan atau Kemenkes, disebutkan bahwa teknologi Wolbachia ini dinilai mampu mengendalikan virus dengue yang menjadi penyebab DBD.
Peneliti World Mosquito Program (WMP) Yogyakarta bernama Prof. Adi Utarini memaparkan jika Wolbachia merupakan bakteri yang bisa tumbuh alami di serangga nyamuk kecuali aedes aegypti.
Baca Juga: 3 Fakta Menarik Orang dengan Golongan Darah A, Salah Satunya Lebih Disukai Nyamuk!
Sehingga dengan membuat nyamuk jenis aedes aegypti mengandung bakteri Wolbachia, maka akan membuat virus dengue tidak menyebar ke tubuh manusia.
Dilansir oleh Republika.co.id dan Suara.com, uji coba penyebaran sendiri sudah dilakukan di daerah Yogyakarta dan Bantul kemudian rencananya di wilayah Jakarta Barat pada awal Desember 2023 nanti.
Namun, rupanya berbeda untuk wilayah Denpasar khususnya Kabupaten Buleleng yang memilih untuk menunda penyebaran nyamuk Wolbachia sampai waktu yang tidak ditentukan.
Sebelumnya, penyebaran nyamuk Wolbachia di wilayah Denpasar akan dilakukan pada Senin, 13 November 2023.
Baca Juga: Penjelasan Ilmiah Mengapa Pemilik Golongan Darah Ini Dibenci Nyamuk
Soal pembatalan penyebaran nyamuk Wolbachia di Denpasar tersebut juga disampaikan langsung oleh dr Anak Agung Ngurah Gede Dharmayuda selaku Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Denpasar pada Senin, 13 November 2023.
“Batal, dan ditunda sampai batas waktu yang tidak ditentukan,” ujar dr Anak Agung Ngurah Gede Dharmayudha.
Selebihnya pihak Dinkes Denpasar juga menyampaikan surat dari Save the Children terkait penundaan acara tersebut untuk sementara.
“Keputusan penundaan ini setelah kami mendengarkan masukan dan saran dari pemerintah dan masyarakat yang memiliki kepedulian yang sama dalam penanggulangan DBD,” isi surat tersebut.
Baca Juga: Letakkan 5 Tanaman Hias Ini Jika Tidak Ingin Rumah Kamu Banyak Nyamuk, Usir secara Alami
Selanjutnya, pihak Dinkes Denpasar sendiri akan segera memberi informasi terbaru terkait bagaimana kelanjutan program mereka jika sudah mendapat arahan dari Kementerian Kesehatan serta Dinkes dari Bali, Denpasar, dan Buleleng.
Sementara itu, IGN Jaya Negara selaku Wali Kota Denpasar juga menjelaskan alasan penundaan penyebaran nyamuk Wolbachia tersebut.
“Kami dapat banyak masukan dari masyarakat untuk ditunda,” ujar Jaya Negara.
“Kami belum menerapkannya sebelum benar-benar mendapat rekomendasi dari Kemenkes. Nanti akan dilakukan apabila ada rekomendasi dari Kemenkes,” imbuhnya.***

Share this article
Wilayah Denpasar khususnya Kabupaten Buleleng yang memilih untuk menunda penyebaran nyamuk Wolbachia sampai waktu yang tidak ditentukan.