AYOJAKARTA.COM – Diangkatnya kasus kopi sianida yang menyeret nama Jessica Wongso menjadi tayangan televisi membuat sejumlah hal kembali terangkat.
Selain adanya anggapan bahwa Jessica Wongso merupakan seorang psikopat, ada juga yang justru menilainya sebagai kambing hitam atas tewasnya Mirna.
Di tengah gelombang polemik yang tak henti mengipas telinga publik tentang Jessica Wongso, kabar mencengangkan beberapa kali datang dari Ayah Mirna; Edi Darmawan.
Baca Juga: Cerita Reza Indragiri Diberi Sejumlah Uang dalam Kasus Jessica Wongso
Dalam sejumlah tayangan, Edi dinilai warganet sering keceplosan atau melontarkan pernyataan-pernyataan ambigu atau bermakna ganda.
Selain sempat mengaku memiliki botol sianida, Edi juga mengaku sempat memberikan sejumlah uang kepada Psikolog Forensik Reza Indragiri.
“Iya berapa juta perak buat dia ongkos pulang, itu saya yang memberikan karena dia narasumber,” jelas Edi soal pemberian uang kepada Reza dalam salah satu tayangan di TV One.
Baca Juga: Edi Darmawan Akui Simpan Uang di Tas Reza Indragiri, Apa Motifnya untuk Membungkam?
Menurut informasi yang disampaikan Reza dalam suatu wawancara, tujuan pemberian uang tersebut tidak lain untuk jajan di tempat Reza tinggal.
“Masuklah telepon, dari orang yang memasukkan barang tersebut, eta uang jajan buat di Bogor,” jelas Reza menirukan suara penelepon.
Meski Reza secara tegas menyatakan tidak menerima uang tersebut lantaran langsung diserahkan kepada Wakil Ketua KPK Laode Syarif, publik kembali berpolemik.
Pasalnya dalam sejumlah siniar bersama Bambang Widjojanto, Reza kembali menyebut bahwa sosok yang pernah memberinya uang merupakan anggota intelijen negara.
Meski tidak secara jelas menyebut bahwa sosok yang dimaksud adalah ayah Mirna, namun Reza mengingat hal tersebut saat dalam perjalanan.
“Teringat oleh saya, bahwa orang yang memasukkan uang ke dalam tas saya itu, dan saya tidak terima, pernah memperkenalkan dirinya kepada saya sebagai intelijen,” jelas Reza.
Baca Juga: Soal Kasus Penculikan Warga Sipil oleh Oknum TNI, Reza Indragiri: Berpotensi Melanggar Deklarasi PBB
Namun demikian, Reza menambahkan bahwa dirinya tidak sepenuhnya memahami kebenaran atas pernyataan penelepon tersebut.
Pengakuan seseorang sebagai intelijen, menurut Reza bukanlah pernyataan yang mungkin diucapkan oleh seseorang yang memang benar-benar intel.
Lebih lanjut, Reza menyodorkan jokes bahwa bisa saja orang tersebut mencantumkan kata Intelijen di bagian pekerjaan pada kartu identitasnya.
Baca Juga: Bikin Geger! Reza Arap dan Amanda Manopo Berpacaran? Warganet: Cinlok
Dengan adanya pengakuan tersebut, Reza menilai bahwa hal tersebut bisa membahayakan lembaga intelijen.
Selain karena intelijen tidak bekerja secara kentara, mengaku-aku sebagai intelijen juga bisa membahayakan bagi siapapun yang mengklaimnya.
“Kalau sampai lembaga intelijen memperkerjakan orang yang ukuran mulutnya empat kali lebih besar daripada ukuran otaknya, menurut saya itu sangat berbahaya,” jelas Reza.
Baca Juga: Keluarga Curiga Kematian Bripda IDF Disengaja, Reza Indragiri Singgung Soal Kode Tirai Biru
Demikian pernyataan Reza seperti dikutip Ayojakarta pada Senin, 16 Oktober 2023 dari kanal Youtube Bambang Widjojanto. ***

Share this article
Kontroversi kasus Jessica Wongso: Psikolog forensik Reza Indragiri menyebut keterlibatan intelijen, memicu polemik dan kekhawatiran.