AYOJAKARTA.COM - Kamaruddin Simanjuntak selaku kuasa hukum keluarga Yosua akhirnya angkat bicara dan membeberkan fakta baru terkait kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat pada 8 Juli 2022 lalu.
Hal ini disampaikan Kamaruddin saat diundang menjadi bintang tamu di acara Podcast Uya Kuya, Rabu (18/1/2023).
Fakta terbaru ini belum pernah diungkapkan Kamaruddin sebelumnya di hadapan publik.
Ia baru mengungkapkan hal tersebut setelah semua terdakwa menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan terakhir Rabu, 17 Januari 2023.
Baca Juga: Kejagung Ungkap Alasan Kenapa Bharada E Dituntut 12 Tahun Penjara: Status JC Sudah Terakomodir
Dalam perkara ini, Kamaruddin menjelaskan bahwa ada peran tukang siomay dan pemasang petasan untuk memuluskan perencanaan pembunuhan terhadap Yosua di rumah Duren Tiga, yang disusun oleh Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.
"Adanya peran tukang siomay yang mondar-mandir di depan rumah saat pembunuhan itu, tidak terungkap dalam persidangan," kata Kamaruddin.
Ia juga mengatakan bahwa peranan tukang siomay ini dilakukan untuk mengontrol situasi di tempat perkara.
"Peran tukang siomay ini untuk mengontrol situasi," kata Kamaruddin.
"Dari mana nih infonya bang?" tanya Uya Kuya.
Kamaruddin mengatakan bahwa bukti video tersebut didapatkannya dari salah satu informan terpercaya.
"Saya dapat videonya. Ada yang kirim intel saya," lanjut Kamaruddin dikutip ayojakarta.com dari YouTube Uya Kuya TV, Jumat (20/1/2023).
Lebih lanjut, peranan tukang petasan ini juga belum terungkap di persidangan sama seperti tukang siomay tersebut.
"Kemudian peran daripada tukang petasan atau yang membunyikan petasan pada saat pembunuhan itu juga tidak terungkap dalam persidangan," kata Kamaruddin.
Baca Juga: LPSK Sesali Tuntutan 12 Tahun Penjara untuk Bharada E: Status JC Tidak Diperhatikan!
Mendengar hal tersebut Uya Kuya pun menjadi penasaran dengan maksud pengacara keluarga Yosua ini.
"Tukang petasan maksudnya?" tanya Uya Kuya.
Tukang petasan ini berperan sebagai orang yang menyamarkan bunyi tembakan agar masyarakat sekitar tidak mendengar suara tembakan saat terjadinya pembunuhan Yosua ini karena tertutupi oleh suara petasan yang dibunyikan oleh tukang tersebut.
Baca Juga: Tak Hanya Tukang Siomay, Kamaruddin: Masih Ada Tukang Petasan yang Jadi Pelaku Skenario Ferdy Sambo
"Mengapa masyarakat sekitar mendengar suara petasan dan bukan tembakan, karena dibunyikan dulu petasan, baru yang di pintu kasih kode ke dalam, barulah ditembak di dalam. Karena ini kan mendekati Idul Adha atau Idul Kurban. Jadi kalau mau Lebaran, Idul Adha atau Tahun Baru, anak-anak itu kan bermain petasan," ungkap Kamaruddin kemudian.
Selanjutnya, rencana pembunuhan ini terjadi karena mau Idul Adha dan di sekitar tempat kejadian juga ada lapangan yang biasanya digunakan untuk bermain petasan.
Sehingga penembakan tersebut bisa disamarkan dengan bunyi petasan tersebut.***

Share this article
Fakta baru terkait kasus pembunuhan Yosua dibongkar Kamaruddin Simanjuntak di YouTube Uya Kuya TV, apa itu?