AYOJAKARTA.COM - Capres Anies Baswedan menilai Pasar Flamboyan merupakan salah satu nama pasar paling romantis di kota Pontianak, Kalimantan Barat.
Pernyataan tersebut disampaikan Anies Baswedan di awal acara diskusi terbuka bertajuk Desak Anies yang dihadiri kaum muda Pontianak.
Sebelumnya, Anies Baswedan juga berkesempatan mengunjungi Kampung Anies dan bersilaturahmi dengan Uskup Agung Pontianak, Monsinyur atau Mgr. Agustinus Agus.
“Setelah makan siang dengan Monsinyur Agustinus, langsung datang ke acara Desak Anies,” ungkap Anies saat membuka forum diskusi.
Baca Juga: KPU Sebut Semua Cawapres Pakai 3 Mic untuk Cadangan saat Debat, Roy Suryo: Itu Lebay!
Pada acara Desak Anies yang dilangsungkan pada 26 Desember kemarin, capres nomor urut satu dihujani dengan berbagai isu sosial yang terjadi di Indonesia.
Menyikapi pertanyaan peserta diskusi terkait dengan kriteria terbaik bagi seorang pemimpin, Anies memberi tanggapan.
Menurut Anies, salah satu indikasi yang dapat dijadikan sebagai patokan dalam memilih pemimpin adalah rekam jejak dan kesesuaian antara perkataan dengan tindakan.
“Lihat rekam jejaknya, bila dulu dia bisa memberikan apa yang direncanakan, maka Insya Allah besok akan bisa,” jelas Anies.
Mengingat pentingnya peran kaum muda dalam kontestasi Pilpres 2024, Anies berpesan agar pemilih muda bersedia menentukan pilihan.
Dengan ikut memilih, Anies berpendapat kaum muda telah berkontribusi secara politik dalam menentukan nasib Indonesia di masa depan.
Baca Juga: Tertarik Kuliah di UNAIR? Catat Rata-rata Nilai Rapor untuk Masuk UNAIR Jalur SNBP 2024 Prodi Soshum
Selain mendorong peran pemilih muda, Anies juga menanggapi kendala yang dihadapi oleh petani kelapa sawit yang menjadi komoditi terbesar di Kalimantan.
Menurut Anies, salah satu kendala paling sering dihadapi para petani di seluruh Indonesia adalah persoalan regulasi yang cenderung tidak berpihak kepada rakyat kecil.
Karenanya, sebagai salah bentuk nyata dari misi yang diusung Koalisi Perubahan untuk Persatuan Anies berkomitmen melakukan perbaikan regulasi.
“Negara tidak boleh berdagang dengan rakyatnya, negara tugasnya adalah memakmurkan dengan mengolah semua sumber daya yang ada, itu prinsipnya,” jelas Anies.
Sehubungan dengan rencana pasangan Amin yang ingin membangun 40 kota di Indonesia dan sempat menjadi sorotan, Anies memberi penjelasan.
Menurut Anies, pembangunan 40 kota di Indonesia merupakan upaya pencegahan terhadap dampak negatif dari peningkatan urbanisasi.
Baca Juga: Golongan Darah yang Paling Gengsi untuk Chat Duluan Kamu Nomor Berapa?
Dalam kurun waktu hampir tiga dekade mendatang, Anies memperkirakan di seluruh dunia akan terjadi lonjakan angka urbanisasi, termasuk di Indonesia.
Karenanya, langkah-langkah pencegahan dari adanya dampak urbanisasi perlu dilakukan sebagai satu strategi, sehingga pusat perekonomian tidak mengalami pemusatan.
“Trend urbanisasi ini akan terjadi, maka 40 kota di seluruh Indonesia di upgrade fasilitas sosial ekonominya,” jelas Anies dikutip Ayojakarta, Rabu 27 Desember 2023 dari Metro TV. ***

Share this article
Menurut Anies, pembangunan 40 kota di Indonesia merupakan upaya pencegahan terhadap dampak negatif dari peningkatan urbanisasi.