AYOJAKARTA.COM - Grace Natalie Louisa, Wakil Ketua Dewan Pembina PSI sebelumnya memberikan award kebohongan kepada Prabowo Subianto, namun kini malah mendukung paslon 02.
Pertanyaan soal award kebohongan pada Prabowo Subianto kembali diungkit oleh warganet kepada Grace Natalie.
Dalam YouTube dr Richard Lee, Grace Natalie meluruskan maksud atau konteks dirinya yang saat itu memberikan award kebohongan pada Prabowo Subianto.
Menurut keterangannya, award kebohongan itu sebetulnya dimaksudkan kepada Ratna Sarumpaet.
Baca Juga: Tegaskan Tidak Akan Ikut Kampanye, Jokowi Imbau ASN, TNI, dan Polri Jaga Netralitas
Seperti diketahui, saat itu Ratna Sarumpaet membohongi seluruh Indonesia dengan mengaku dirinya dikeroyok namun ternyata adalah operasi plastik.
“Waktu itu kebohongan award konteksnya di Pemilu 2019, ingat nggak ada kebohongan yang sangat wow ketika Ratna Sarumpaet datang dengan mengaku dikeroyok ternyata dia oplas,” tuturnya.
“Waktu itu kan kita, gila nih gitu kan. Jadi waktu itu kebohongan award kita keluarkan dalam konteks itu,” imbuhnya.
Meski yang berbohong adalah Ratna Sarumpaet, namun yang diketahui Grace bahwa wanita itu adalah bagian dari tim Prabowo Subianto sehingga award kebohongan tersebut diberikan pada Prabowo Subianto.
“Kita kan tahunya beliau ini timnya Pak Prabowo,” ujarnya.
Saat itu juga beredar soal hoaks Jokowi dituduh sebagai PKI dan ijazahnya palsu.
Grace Natalie yang saat itu merupakan pendukung Jokowi otomatis beranggapan bila pihak seberanglah yang menebar berita miring tersebut.
“Hoaks-hoaks ke Pak Jokowi waktu itu kan kenceng banget misalnya yang beliau dikatakan PKI lah, ijazah palsu dan lain-lain yang muncul dalam suasana kontestasi antara Pak Prabowo dan Pak Jokowi,” kata Grace.
“Jadi otomatis sebagai pendukung Pak Jokowi kita berlogikanya kalau keluar berita bohong dari Pak Jokowi pasti dari seberang dong, jadi waktu itu kita kok banyak banget si hoaksnya,” pungkasnya.***

Share this article
Terungkap, ternyata ini alasan Grace Natalie kini dukung paslon 02 padahal sempat berikan award kebohongan pada Prabowo Subianto.