AYOJAKARTA.COM -- Di masa tenang kampanye Pemilu 2024, publik justru dikejutkan dengan munculnya film dokumenter berjudul Dirty Vote.
Film dokumenter berjudul Dirty Vote ini ditayangkan secara gratis melalui kanal YouTube dan berdurasi hampir 2 jam.
Dibintangi oleh tiga ahli hukum tata negara, film ini menjabarkan soal dugaan adanya kecurangan di Pilpres 2024,
Baca Juga: Tanggapi Film Dokumenter Dirty Vote, TKN Prabowo-Gibran Sebut Sengaja Diluncurkan di Masa Tenang
Kemunculan film dokumenter Dirty Vote ini pun menuai reaksi dari berbagai kalangan, tak terkecuali tokoh-tokoh penting kenegaraan.
Salah satu yang turut mengomentari tayangan film Dirty Vote ini adalah Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla.
Dikutip dari akun Tiktok @metro_tv pada (12/2/24), Jusuf Kalla mengakui jika dirinya sudah menonton film dokumenter tersebut.
“Iya, saya sudah nonton tadi malam,” ungkap Jusuf Kalla.
Saat dimintai tanggapannya, Jusuf Kalla menyebut bahwa isi dari film tersebut menurut dirinya sangat luar biasa.
Tak hanya itu saja, Jusuf Kalla juga menyebut jika apa yang ditayangkan dalam film tersebut merupakan kebenaran karena disertai dengan bukti.
“Dan film itu betul-betul luar biasa,” ujar Jusuf Kalla.
“Tapi semuanya kebenaran kan karena lengkap dengan foto, lengkap dengan kesaksian,” lanjutnya.
Baca Juga: Viral Film Dokumenter Dirty Vote Jelang Pemilu 14 Februari 2024, Bawaslu: Silakan Kritik Kami
Selain itu, bagi dirinya pribadi, Jusuf Kalla mengatakan jika film tersebut hanya menguak 25 persen dari kenyataan yang ada.
“Tapi bagi saya, saya kira film itu masih ringan dibanding kenyataan yang ada,” tutur Jusuf Kalla.
Lebih lanjut Jusuf Kalla menyebut, “Masih tidak semuanya mungkin baru 25 persen.”
Jusuf Kalla lantas menerangkan mengapa bagi dirinya film tersebut baru menguak 25 persen saja dari kenyataan sebenarnya.
Baca Juga: Film Dokumenter Dirty Vote Dirilis, Begini Tanggapan Menohok Komisaris PT Pelni Dede Budhyarto
“Karena tidak mencakup apa yang kejadian di daerah-daerah, apa yang kejadian di kampung-kampung, apa yang kejadian bagaimana bansos ini diterima orang, bagaimana datang petugas-petugas mempengaruhi orang,” terang Jusuf Kalla.
“Jadi masih banyak lagi sebenarnya yang jauh lebih banyak mungkin suasananya lebih sopan lah,” lanjutnya.
Menurut pendapat Jusuf Kalla, sudah pasti ada pihak yang akan marah besar jika semuanya dibongkar habis.
“Masih sopan masih bagian pihak lain pasti marah apalagi kalau dibongkar semuanya,” tegasnya.
Kemudian saat ditanya mengenai pendapatnya ketika ada pihak yang menyebut bahwa isi dari film Dirty Vote tersebut merupakan fitnah, Jusuf Kalla menjawab begini.
“Semua orang bisa mengatakan fitnah, tunjukkan dimana fitnahnya,” kata Jusuf Kalla.
“Karena semua ada data dulu keluar baru komentar kan tidak ada hanya pidato semua ada angka-angkanya tanggal-tanggalnya,” jelasnya lagi.***

Share this article
Pro kontra film Dirty Vote, Jusuf Kalla menilai semuanya narasi merupakan kebenaran dan hanya 25 persen dibanding kenyataan yang ada.