AYOJAKARTA.COM -- Film Dokumentar berjudul Dirty Vote sedang menjadi perbincangan banyak orang.
Sebab film tersebut diduga mengungkap kecurangan Pilpres 2024.
Film kontroversial itu juga mendapat tanggapan dari Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran.
Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Habiburokhman menegaskan bahwa film kontroversial Dirty Vote sengaja diluncurkan dalam suasana politik yang kondusif.
Menurutnya, film tersebut dirancang untuk mengganggu ketenangan menjelang pemilihan umum.
"Hal ini karena cara yang fair untuk bertarung secara elektoral sudah tidak mampu lagi mereka lakukan," ujar Habiburokhman dikutip ayojakarta.com dari YouTube Metro TV pada Senin (12/2/2024).
Baca Juga: Viral Film Dokumenter Dirty Vote Jelang Pemilu 14 Februari 2024, Bawaslu: Silakan Kritik Kami
Padahal kata Habiburokhman, jika ada ketidaksetujuan terhadap salah satu pasangan calon, cukup mendukung pasangan calon lain dengan cara yang sesuai dengan koridor elektoral.
"Gini aja kalau nggak suka dengan salah satu paslon, ini kan even pemilu ya kita dukung paslon yang lain, kita lakukan cara-cara yang sesuai koridor elektoral," katanya.
Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa peningkatan elektabilitas Prabowo-Gibran yang terus meroket, bahkan telah mencapai angka psikologis satu putaran yaitu 50 persen plus satu suara, menjadi alasan dilakukannya upaya-upaya semacam ini.
"Kami yakin hal ini tidak akan diterima oleh rakyat, karena rakyat telah mengetahui apa yang harus dilakukan pada tanggal 14 Februari mendatang," ungkapnya.***

Share this article
Habiburokhman selaku Wakil Ketua TKN Prabowo-Gibran menyebut film dokumenter Dirty Vote sengaja dilucurkan di masa tenang.