AYOJAKARTA.COM -- Dedi Mulyadi dengan jujur mengungkapkan bahwa dia telah memperhatikan kasus pembunuhan Vina di Cirebon.
Dedi Mulyadi juga telah melakukan investigasi dengan berbicara kepada sejumlah saksi untuk mendapatkan cerita mereka. Selain itu, Dedi Mulyadi menyatakan bahwa dia telah bertemu dengan keluarga Vina, Saka Tatal, Sadikun, dan beberapa saksi lainnya.
“Pertama saya yang saya temui adalah Ibu Titin sebagai kuasa hukum dari terpidana Sudirman dan Saka Tatal, waktu bertemu Ibu Titin, ada vlognya saya ajak ngobrol Sudirman ibu dan bapaknya, waktu itu dia menyampaikan pada saya bahwa ada di rumah. Terus saya bicara juga dengan Saka Tatal dia menyampaikan tidak merasa” ujar Dedy Mulyadi.
“Kemudian setelah menyampaikan tidak merasa dia bercerita bahwa waktu itu dia pada malam kejadian itu dibonceng sama pamannya Sadikun untuk pergi ke bengkel ngantar motor temannya” lanjut Dedi Mulyadi, dikutip dari Youtube Kompas TV, pada Selasa, 11 Juni 2024.
“Kemudian saya mencoba menemui keluarga Vina mendengarkan dari apa yang saya dengarkan. Keluarga Vina itu kan bercerita bahwa adiknya mengalami kecelakaan Vina dan Eki itu, kemudian diputuskan oleh Polsek itu adalah peristiwa kecelakaan tunggal dan sudah dikuburkan” ucapnya.
“Setelah itu ada yang kesurupan namanya Linda, jarak antara rumah Vina ke Linda ini agak jauh hampir perjalanan 20 menit, ketika mendengar kesurupan itu berarti kan kakaknya Vina Jalan selama 20 menit untuk menuju Linda, saya ada pertanyaan sebenarnya di situ “apakah yang kesurupan nunggu dulu datang direkam enggak ya” kata Dedi Mulyadi.
Dedy Mulyadi mengatakan ia sempat menanyakan pemilik bengkel yang disebut Saka Tatal bahwa pada malam kejadian pembunuhan Vina dan Eky, Saka Tatal ke bengkel tersebut.
Baca Juga: Polda Jabar Akan Menyerahkan Berkas Kasus Vina-Eky ke Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, Apa Alasannya?
“Yang punya bengkelnya itu dia mengatakan betul pada malam itu ke sini, setelah itu siapa lagi yang bawa motornya siapa sekarang lagi kecelakaan kakinya patah empat, saya temui lagi, dia menjelaskan malam minggu itu betul Saka Tatal itu ke sini bersama saya” katanya.
Dedy Mulyadi kemudian menyakini bahwa Saka Tatal tidak bersalah dalam kasus ini.
“Sudah artinya dari situ saya sudah meyakini ini Saka Tatal enggak salah” ucap Dedy Mulyadi.
Kemudian, ia mengatakan ketemu dengan yang punya warung di depan cuci mobil yang mengatakan bahwa bahwa tidak mungkin ay membeli rokok di tempatnya.
“Ketemu lagi sama yang punya warung di depan cuci mobil itu, kemudian dia mengatakan saya yang jualan nasi bukanya sampai jam 04.00 sore tidak mungkin Aep beli rokok di tempat saya” ucapnya.
Politikus Indonesia tersebut mengatakan bahwa tidak mungkin seseorang yang melakukan pembunuhan dan pemerkosaan pada waktu yang sama dengan posisi yang berbeda.
“Akhirnya saya berkesimpulan bahwa tidak mungkin orang melakukan pembunuhan pemerkosaan pada waktu yang sama dengan posisi yang berbeda” ujarnya.
ada 10 Juni 2024, Dedi Mulyadi bersama empat saksi dan keluarga dari lima terdakwa mengunjungi Peradi Tower untuk bertemu dengan pengacara Otto Hasibuan guna membahas fakta-fakta dalam kasus pembunuhan Vina di Cirebon.
“Sekarang langkahnya berikutnya harus bertemu dengan pengacara advokat tokoh yang secara hati nurani itu tergerak, berdasarkan pertimbangan rasa dan kemanusiaan bahwa ini ada orang-orang yang hidupnya susah kerjanya kuli bangunan, sudah ada yang meninggal ibu dan bapaknya ketika sudah dipenjara yang harus diselesaikan secara hukum tidak lagi hanya perdebatan di media sosial” ucapnya.
“Maka saya mencoba untuk bertemu dengan Pak Otto Hasibuan, karena saya tidak bisa berbicara, saya hanya bisa menyampaikan di media sosial lewat channel yang saya miliki. Untuk itu maka inilah kesempatan bagi keluarga terpidana untuk mengetuk hati pemilik rasa keadilan Mahkamah Agung yang nanti menangani PK,” Tutup Dedy.

Share this article
Dedi Mulyadi dengan jujur mengungkapkan bahwa dia telah memperhatikan kasus pembunuhan Vina di Cirebon.