Otto Hasibuan Turun Gunung Usut kasus Vina dan Eki Cirebon yang Makin Ruwet, Sebut Dakwaan dan Tuntutan Fiktif karena Hal Ini

Kejanggalan pertama yang disoroti oleh Otto Hasibuan adalah dakwaan pada para pelaku yang tidak sesuai dengan pengakuan saksi.
Kejanggalan pertama yang disoroti oleh Otto Hasibuan adalah dakwaan pada para pelaku yang tidak sesuai dengan pengakuan saksi.

AYOJAKARTA.COM – Kasus kematian sejoli Vina dan Eki di Cirebon masih terus bergulir dan menyisakan teka-teki hingga saat ini.

Rumitnya kasus ini kemudian membuat pengacara kondang Otto Hasibuan sampai turun gunung untuk memberikan bantuan hukum.

Dikutip dari tayangan YouTube KOMPASTV pada, 11 Juni 2024, Otto Hasibuan menilai banyak sekali kejanggalan di kasus Vina dan Eki Cirebon ini.

Kejanggalan pertama yang disoroti oleh Otto Hasibuan adalah dakwaan pada para pelaku yang tidak sesuai dengan pengakuan saksi.

Dimana dari pengakuan saksi terungkap jika 9 pelaku yang terlibat dalam kasus tersebut tidak berada di TKP saat kejadian berlangsung.

“Vina dan Eki itu dinyatakan dibunuh dan diperkosa yaitu sekitar jam 10 tanggal 27 Agustus 2016 oleh 8 orang terdakwa yang ada di penjara, satu, Saka sudah bebas karena tidak dihukum seumur hidup, 7 masih ada di sana,” terang Otto Hasibuan.

“Padahal menurut mereka ini kelima terdakwa itu termasuk Saka, 6 berarti ya satu lagi kita belum ketemu, itu mengatakan pada tanggal 27 Agustus tersebut jam 10 an itu mereka itu tidak berada di tempat kejadian di mana Eki dan Vina dibunuh,” lanjutnya lagi.

Baca Juga: H-2 Pendaftaran Sekolah Kedinasan 2024 Ditutup, Segini Jumlah Pendaftar Sementara di PKN STAN dan 9 Sekdin Lain

Hal tersebut lantas menimbulkan pertanyaan janggal, apakah sebenarnya pembunuhan tersebut terjadi atau hanya fiktif belaka.

“Mereka ada tidur bersama-sama, berarti 9 orang kan itu bersama-sama di rumah anaknya Pak RT, jadi kalau mereka ada di rumah pak RT pada jam itu bagaimana mereka bisa dituduh melakukan pembunuhan di lokasi dibunuhnya si Eki dan Vina,” ungkap Otto Hasibuan.

Lebih lanjut Otto Hasibuan mengatakan, “Sehingga timbul pertanyaan sebenarnya ada pembunuhan nggak, kan gitu?”

Bukan itu saja, Otto Hasibuan juga menyampaikan kejanggalan lain di kasus kematian Vina dan Eki ini.

Baca Juga: Awas Jebakan! Tips Menjawab Wawancara Kerja dari HRD yang Bertanya ‘Apa Ada Pertanyaan untuk Saya?’

“Kedua yang sudah saya jelaskan kemarin, yang didakwa di dalam perkara ini ada 11 orang, didakwa secara bersama-sama melakukan tindak pidana pembunuhan dan perkosaan,” beber Otto Hasibuan.

Kejanggalan yang kembali diungkap Otto Hasibuan tersebut berkaitan dengan pernyataan pihak kepolisian yang menyatakan bahwa ada dua tersangka yang dinyatakan fiktif.

“Dari 11 ini, 8 sudah diadili, 3 dinyatakan buron, kemudian terakhir ditangkap satu yaitu namanya Pegi, kemudian 2 orang lagi yang dinyatakan buron ini tiba-tiba dinyatakan didakwaan itu adalah fiktif artinya tidak ada,” ujar Otto Hasibuan.

“Padahal dalam dakwaan jaksa dikatakan yaitu Andi dan Dani yang kemudian oleh polisi dinyatakan fiktif si Andi dan Dani ini, itu di dalam dakwaan disebutkan bahwa Dani dan Andi inilah yang membawa korban Vina dan si Eki ke flyover dengan naik sepeda motor diapit katanya sehingga terkesan matinya itu gara-gara kecelakaan, itu ndak wajar,” lanjutnya.

Menurut Otto Hasibuan dari isi dakwaan antara pihak jaksa yang berbeda dan disebut fiktif oleh polisi tersebut lantas memunculkan kejanggalan yang menimbulkan pertanyaan besar.

Baca Juga: 6 Jurusan Ini Katanya Santai dan Cepat Lulus Kuliah, Emang Bener?

“Nah kalau polisi mengatakan Andi dan Dani itu fiktif, berarti ceritanya itu kan jadi aneh, pertanyaannya siapa yang membawa Vina dan Eki ke fly over?” kata Otto Hasibuan penuh pertanyaan.

“Apa bisa mereka itu ada jalan lagi kalau sudah mati, siapa yang bawa ini aneh ini cerita ini. Jadi artinya berarti isi dakwaan itu fiktif karena Dani dan Andi sesungguhnya tidak ada,” imbuhnya.

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# Vina Cirebon
# Otto Hasibuan
# pembunuhan
# dakwaan
# Pelaku

News Update

Metropolitan

Waspada Peredaran Obat Keras, Polisi Selidiki Dugaan Pasokan Tramadol untuk Massa Demo di Jakarta!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.

Metropolitan

Estimasi Pembangunan Ulang JPO Tendean Capai Rp6 M, Kepala Dinas Bina Marga DKI: Pemprov Tuntut Ganti Rugi...

Pemprov DKI Jakarta menegaskan akan menuntut ganti rugi atas kerusakan parah yang terjadi pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean akibat ditabrak truk beberapa waktu lalu.

Nasional

Fore Coffee Tolak Gunakan Telur Bebas Sangkar, Koalisi AFJ Kirim Karangan Bunga Duka Cita

Koalisi AFJ-AFFA menggelar aksi damai kirim karangan bunga ke kantor Fore Coffee Jakarta. Aksi ini menuntut komitmen perusahaan untuk beralih ke telur bebas sangkar demi kesejahteraan ayam petelur.

Nasional

Dituduh Abaikan Bencana Sumatera, Presiden Sampaikan Jawaban atas Citizen Lawsuit di PTUN Padang

Presiden Prabowo membantah gugatan Citizen Lawsuit terkait bencana ekologis Sumbar di PTUN Padang. Pemerintah mengklaim telah melakukan mitigasi dan meminta majelis hakim menolak gugatan tersebut.

Ekonomi

Ichsanuddin Noorsy Sebut Indonesia Harus Berani Ubah Sistem, Bukan Sekadar Lahirkan Kebijakan Baru

Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy menilai berbagai persoalan ekonomi nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan melahirkan kebijakan-kebijakan baru. Menurutnya, pemerintah harus berani

Metropolitan

Kebut Normalisasi Sungai saat Kemarau, Pramono Anung: Mumpung Debit Air Sedang Kecil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana mempercepat proyek normalisasi sungai di wilayah ibu kota mumpung memasuki musim kemarau.

Metropolitan

Musim Kemarau Tiba, Pramono Anung Ingatkan Warga Jakarta Tak Buang Puntung Rokok Sembarangan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan peringatan keras kepada warga ibu kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau berlangsung.

Jakarta Selatan

Viral Bangunan SDN 09/10 Kebayoran Lama Roboh, Pramono Anung Pastikan Perbaikan Segera Dilakukan!

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan perhatian serius terhadap ambruknya bangunan SD Negeri 09/10 Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan.

Metropolitan

Siap Perbaiki Kualitas Hunian Ibu Kota, Pramono Anung Targetkan Bedah 633 Rumah Tak Layak Huni di Jakarta Tahun Ini!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan sebanyak 633 unit rumah tak layak huni akan dibedah sepanjang tahun 2026 ini.

Bisnis

Dedikasi Mantri BRI Rani Kanov, Jadi Jembatan Perubahan bagi Pelaku UMKM di Pelosok

Kisah Rani Kanov Rianti Harahap, Mantri BRI yang mendampingi pelaku UMKM di pelosok sekaligus mendorong literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Nasional

Intip Apa Saja Syarat Utama dan Aturan Baru Pelepasan Status WNI 2026

Lewat PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, pelepasan status WNI diperketat dengan syarat bebas pajak dan pidana. Tarif permohonan ke Presiden naik jadi Rp5 juta guna mendukung digitalisasi.

Metropolitan

Kualitas Udara Jakarta Memburuk, DLH Perkuat Early Warning System hingga Pelari Diimbau Kurangi Aktivitas Luar Ruangan!

Belakangan ini, jagat media sosial tengah ramai dengan imbauan bagi para pelari untuk mengurangi aktivitas olahraga di luar ruangan akibat memburuknya kualitas udara di Jakarta.

Bisnis

Pertamina Drilling Tuntaskan Pengeboran Sumur JAS-034 Tanpa Kecelakaan, Hasil Uji Produksi Capai 326 BOPD

PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) berhasil menyelesaikan pengeboran sumur Rig PDSI#15.3/N110-M (1500 HP) pengembangan JAS-034 milik PT Pertamina EP Zona 7

Metropolitan

Ibu Kota Darurat Sampah, Pemprov DKI Jakarta Kebut Pembangunan PSEL di Dua Lokasi Ini!

Pemprov DKI Jakarta tengah melakukan langkah cepat untuk mengatasi persoalan sampah yang semakin mendesak di ibu kota.

Metropolitan

Tekan Sampah ke Bantargebang, Pramono Anung Bakal Hidupkan Kembali TPS3R di Jakarta

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berkomitmen untuk mengatasi persoalan sampah di ibu kota dengan mengoptimalkan peran Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).

Metropolitan

Atasi Masalah Sampah, Pemprov DKI Jakarta Dorong Sekolah Manfaatkan Lahan untuk Urban Farming!

Pemprov DKI Jakarta kini tengah gencar mendorong seluruh sekolah di ibu kota untuk mengoptimalkan pemanfaatan ruang hijau dan lahan terbuka.

Nasional

Kemenkum Naikkan Tarif Lepas Status WNI, Apa Saja yang Berubah di PP No. 30 Tahun 2026?

Melalui PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, tarif lepas WNI naik jadi Rp3,5-5 juta & naturalisasi WNA Rp75 juta. Kenaikan ini ditujukan untuk modernisasi layanan digital Kemenkum.

Metropolitan

Pramono Anung Minta Warga Waspadai Kebakaran di Musim Kemarau, APAR Disiapkan di Setiap RW

Imbauan tersebut disampaikan menyusul prediksi BMKG yang menyebut musim kemarau tahun ini berlangsung lebih panjang dengan kondisi cuaca yang lebih

Gadget

Resmi Meluncur 22 Juli, Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra Bawa Layar Anti-Reflektif Bebas Silau!

Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra rilis 22 Juli 2026 dengan layar anti-reflektif khusus, kamera telefoto, dan lipatan minim. Varian standar dibanderol mulai Rp35 jutaan beserta lini Galaxy Watch 9.

Jakarta Selatan

Pramono Resmikan Bedah Rumah di Mampang Bekas Kebakaran, 22 KK Kini Miliki Hunian yang Lebih Layak

Program ini adalah wujud kolaborasi multipihak untuk mempercepat pemulihan warga yang terdampak kebakaran.