AYOJAKARTA.COM - Aksi demo menolak RUU Pilkada di depan Gedung DPR RI beberapa waktu lalu meninggalkan sejumlah kisah.
Seperti diketahui, sejumlah mahasiswa ada yang ditangkap polisi dalam aksi demo tersebut.
Satu di antaranya adalah Iqbal Ramadhan yang merupakan putra dari penyanyi lawas, Machica Mochtar.
Saat menjemput putranya di Polda Metro Jaya, Machica menjelaskan kronologi kekerasan yang dialami Iqbal akibat tindakan oknum aparat.
Baca Juga: Machica Mochtar Ungkap Kronologi Kekerasan yang Dialami Anaknya saat Demo di Depan Gedung DPR RI
Penyanyi senior tersebut mengungkapkan bahwa putranya mengalami cedera di bagian hidung dan dada akibat tindakan kekerasan tersebut.
"Anak saya ditendang di hidung dan dadanya oleh tentara, bukan polisi. Kakinya juga diinjak-injak. Saya tanya bagaimana kejadian itu, Iqbal cerita bahwa dia berusaha menolong temannya yang ditarik oleh tentara, tapi kemudian dia juga ikut ditarik dan dipukuli," ungkap Machica Mochtar dikutip ayojakarta.com dari YouTube Official iNews, Kamis (29/8/2024).
Nama Iqbal Ramadhan kemudian ramai menjadi sorotan karena kisah hidupnya.
Ya, meski merupakan anak dari seorang Jenderal TNI di era orde baru, tapi ia tak pernah sekalipun menggunakan nama besar sang ayah untuk kepentingannya.
Bahkan, ketika ia mengalami kekerasan fisik saat ikut demo menolak RUU Pilkada oleh oknum tentara, ia sama sekali tak berniat mengungkap identitas sang ayah hanya demi bisa aman atau selamat.
"Benar, ayah saya adalah seorang Jenderal TNI dan pejabat tinggi pada era orde baru, namun saya terlahir dari rahim seorang perempuan. Seorang ibu yang penuh dengan perjuangan. Ibu saya harus bekerja keras dan mencari nafkah tanpa kehadiran sosok ayah," cerita Iqbal Ramadhan.
Dalam sebuah acara, Iqbal juga mengaku tak pernah menggunakan nama besar sang ayah untuk kepentingan pribadi.
Selama ini, ia menjaga rapat latar belakang keluarga dan orang tuanya bahkan di situasi yang terbilang genting dan mengerikan, saat ia disiksa oknum aparat.
"Saya tidak pernah menggunakan nama besar almarhum ayah saya untuk kepentingan pribadi. Saya menjaga rapat latar belakang kedua orang tua saya, bahkan ketika saya berada di situasi yang sangat mengerikan di hadapan aparat bersenjata yang melecehkan, memukul dan menendang kepala saya," terangnya.
Ia sama sekali tak pernah berpikir untuk memanfaatkan nama besar sang ayah hanya agar bisa mendapat pengampunan dari oknum aparat yang menyiksanya.
"Tidak sedikitpun terpikirkan untuk memanfaatkan nama besar ayah saya agar diberikan pengampunan oleh aparat yang sedang menyiksa saya," tandasnya.
Baca Juga: DPR Batalkan RUU Pilkada, PDIP: Cacat Prosedur dan Harus Terus Dikawal
Iqbal mengaku hanya ingin tahu bagaimana rasanya menjadi masyarakat kecil yang ditangkap dan ditahan aparat karena menuntut hak-haknya.
Ia menegaskan bahwa hak untuk bebas dari penyiksaan adalah hak semua anak bangsa yang hidup di bumi ini.
"Hanya satu yang ingin saya ketahui, bagaimana rasanya menjadi masyarakat kecil mereka ditangkap dan ditahan oleh aparat keamanan karena menuntut hak-haknya, hak untuk bebas dari penyiksaan adalah hak semua anak bangsa di bumi manusia," pungkasnya.***

Share this article
Iqbal Ramadhan, mahasiswa peserta aksi demo tolak RUU Pilkada yang tak mau pakai nama besar ayahnya yang seorang Jenderal TNI era orba.