AYOJAKARTA.COM – Penyebaran kasus Cacar Monyet atau Monkeypox (Mpox) telah ditetapkan sebagai Darurat Kesehatan Internasional oleh World Health Organization (WHO).
Seperti diketahui, di Indonesia tercatat sudah ada banyak kasus Mpox yang terkonfirmasi Kementerian Kesehatan.
Kasus Mpox di Indonesia pertama kali terdeteksi pada 2022 dan hingga 2024 tercatat sudah ada 88 kasus.
Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoski), Hanny Nilasari mengatakan kasus Mpox paling banyak terdeteksi di Jakarta dan tak semasif pandemi Covid-19.
Baca Juga: 20 Pasien Terindikasi Virus Mpox Ditemukan Tersebar di Indonesia
Hanny Nilasari juga menyampaikan bahwa penularan virus Mpox bisa dicegah agar tak merajalela.
“Di Indonesia rasanya mudah-mudahan tidak, karena dari pembelajaran yang lalu ini ada 88 kasus yang sudah terlaporkan. Populasi yang paling banyak dilaporkan adalah populasi dari DKI Jakarta ternyata itu tidak semasif Covid. Jadi, memang ini mengenai populasi terbatas dan ini bisa dicegah,” kata Hanny Nilasari dikutip ayojakarta.com dari YouTube Metro TV, Kamis (5/9/2024).
Hanny menjelaskan bahwa sepanjang 2022-2024, pihaknya menerima banyak pasien yang terpapar Mpox.
Sebagian besar pasien Mpox merupakan individu yang memang berisiko tinggi tertular melalui kontak seksual.
Baca Juga: 4 Kondisi yang Bisa Membuat Seseorang Terkena Virus Mpox, Cara Penyebaran Ada yang Mirip Covid 19
“Jadi, dari pembelajaran kita yang lalu di tahun 2022, 2023 hingga semester 1 di tahun 2024 kita banyak menerima pasien-pasien atau kasus-kasus Mpox. Kasus-kasus ini memang sebagian besar mengenai populasi yang berisiko memang tinggi untuk mendapatkan suatu infeksi menular seksual,” jelasnya.
Hanny mengungkapkan bahwa penularan virus Mpox cukup mudah bahkan hanya dengan sentuhan.
Mpox tak hanya bisa bisa ditularkan melalui kontak seksual tetapi juga dari barang yang sebelumnya disentuh penderita.
Khususnya barang-barang yang digunakan bersama tenaga kesehatan yang juga merawat pasien Mpox.
Baca Juga: 4 Gejala Virus Mpox atau Cacar Monyet, Waspada Apabila Ada Ruam seperti Ini
Penularan bisa terjadi ketika tenaga kesehatan menggunakan alat pelindung diri yang tak sesuai atau kurang menjaga kebersihan tangan.
Selain itu, kontak erat dengan pasien seperti bersentuhan atau terlalu dekat juga berpotensi terpapar Mpox.
“Tetapi juga bisa ditransmisikan melalui bahan atau barang-barang yang digunakan bersama terutama untuk tenaga kesehatan di mana tenaga kesehatan yang juga merawat pasien-pasien dengan Mpox. Mungkin menggunakan alat pelindung diri yang kurang sesuai, tidak menjaga kebersihan tangan dan melakukan sentuhan-sentuhan dengan pasien-pasien ini terlalu dekat dan erat, itu juga bisa potensial untuk mendapatkan suatu infeksi Mpox,” ungkapnya.***

Share this article
Hanny Nilasari selaku Ketua Perdoski menyebut kasus Mpox di Indonesia tidak semasif pandemi Covid-19.