AYOJAKARTA.COM – Dugaan jika akun Kaskus Fufufafa yang sedang jadi polemik adalah milik Gibran Rakabuming Raka semakin menguat.
Terlebih ketika pakar telematika Roy Suryo dengan yakin menduga jika 99,99 persen Gibran merupakan pemilik akun Kaskus Fufufafa.
Belum lagi bukti yang menunjukkan kaitan antaran Gibran dengan akun Kaskus Fufufafa banyak beredar di media sosial.
Lantas, apakah skandal soal akun Kaskus Fufufafa yang dikaitkan dengan Gibran ini bisa membuat dirinya gagal dilantik?
Sebagaimana diketahui, Gibran merupakan Wakil Presiden terpilih 2024 yang mana pelantikannya akan dilakukan pada akhir Oktober nanti.
Menanggapi pertanyaan tersebut, Feri Amsari selaku Pakar Hukum Tata Negara memberikan jawabannya dikutip ayojakarta.com dari YouTube Indonesia Lawyers Club pada Minggu (22/9/24).
Dalam pernyataannya, Feri Amsari menyebut jika tak mungkin melantik seorang pemimpin yang terbukti melanggar hukum dan moral.
“Tidak mungkin kita melantik seorang yang terbukti melanggar hukum, melanggar moral untuk jadi Presiden dan atau Wakil Presiden,” ujar Feri Amsari.
“Kalau presiden lebih bahaya lagi tuh, kalau wakil presiden masih untung kita. Kenapa saya sebut masih untung, konsepsistim presidensial wakil presiden itu adalah ban serep, mohon maaf bahasanya tapi ini benar,” lanjutnya.
Feri Amsari juga menyebut jika posisi wakil presiden yang diistilahkan ban serep cukup penting jadi memang perlu dipersiapkan.
“Wakil presiden itu disiapkan kalau kemudian ban utama mengalami kerusakan ketika kita dalam proses menjalani bernegara,” jelas Feri.
“Oh niat jahat nih ban bakal rusak, lah orang yang matang termasuk bernegara mempersiapkan segala kemungkinan yang akan terjadi,” tambahnya.
Baca Juga: Sebut Gibran Sampah Masyarakat, Amien Rais Akui Mudah Gulingkan Anak Jokowi Usai Akun Fufufafa Viral
Sehingga menurut Feri masih untung jika yang mengalami masalah ketatanegaraan sehingga harus digagal dilantik adalah Wakil Presidennya.
“Masih untung kalau wakil presiden terpilih terbukti menngalami masalah ketatanegaraan dan harus kemudian digagalkan untuk dilantik,” terang Feri.
“Karena kita masih selamat nih presiden terpilih masih ada, karena ini ban utamanya,” katanya lagi.
Meski begitu, Feri Amsari tak menampik jika dalam ketatanegaraan posisi Wakil Presiden (ban serep) ini cukup penting.
Baca Juga: Warganet Iseng Kirim Gopay ke Nomor Akun Fufufafa, Ternyata Benar Nama Gibran yang Muncul?
“Tetapi bolehkan kita mengatakan posisi wakil presiden karena dia ban serep tidak penting? Lebih konyol lagi,” tegas Feri.
“Ban serep itu maha penting, kalau terjadi sesuatu dengan presiden bagaimana kita akan melanjuti ketatanegaraan kita, udah disiapkan kan sekarang,”
Maka dari itu, seorang Wakil Presiden juga seharusnya tidak boleh dalam keadaan ‘rusak’ karena memiliki peran penting itu.
“Jadi ban serep pun tidak boleh rusak, kenapa? Kalau ban utama rusak ternyata ban serepnya rusak inilah kekonyolan ketatanegaraan itu. Jadi ban serep penting, mari kita lihat kalau ban serep ternyata terbukti dia rusak boleh nggak kita pajang dia di tempatnya?” tanya Feri Amsari.
“Lalu kita menjalankan proses bernegara, dari kita sendiri dalam bernegara harus kita pastikan ban serep ini sama baiknya untuk melakukan perjalanan ketatanegaraan kita untuk menyelamatkan kita bernegara. Jadi kalau dia rusak, ya gagalkan dia dilantik di posisi ban serepnya itu, karena perjalanan ketatanegaraan itu,” katanya lagi.
Lantas, apakah di era Jokowi ini kemudian akan bisa terjadi proses hukum soal kejahatan IT atau apapun itu terhadap Wakil Presiden terpilih tadi, Feri Amsari mengatakan hampir tidak mungkin.
“Timbul pertanyaan begini mungkinkah di era ayah Mas Gibran akan terjadi proses hukum terkait kejahatan IT kah namanya atau yang lain. Saya merasa secara politik hampir tidak mungkin,” ungkap Feri Amsari.
“Wong putusan MK saja dilakukan untuk bisa menjadi calon ya apalagi kemudian masa tidak dibela di era beliau masih menjabat, anaknya sedang terancam,” jelasnya.***

Share this article
Begini kata Pakar Hukum Tata Negara Feri Amsari soal potensi Gibran Rakabuming Raka yang gagal dilantik gara-gara akun Fufufafa.