AYOJAKARTA.COM – Selain peningkatan hubungan ekonomi, poin penting yang menjadi sorotan dunia dari kunjungan Presiden Macron ke Indonesia adalah kemerdekaan Palestina.
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menyebut kemerdekaan Palestina merupakan syarat yang harus dipenuhi dan diakui Israel terlebih dahulu jika kedaulatannya ingin diakui.
Selain mendesak agar mengakui kedaulatan bangsa Palestina, Presiden Prabowo juga siap membuka hubungan diplomatik dengan Israel jika persyaratan tersebut dipenuhi.
Baca Juga: iQOO Neo 10 Resmi Rilis: HP Flagship dengan Snapdragon 8S Gen 4 dan Baterai 7000 mAh
Terkait dengan pernyataan tersebut, Nasir Tamara yang merupakan Wartawan Senior menilai pernyataan Presiden Prabowo merupakan bentuk diplomasi.
Selain karena peluang untuk disetujuinya yang sangat kecil, setiap celah pintu atau potensi terjadinya perdamaian juga cenderung ditutup rapat-rapat.
Bukan sekedar datang dari pemerintah Indonesia, upaya senada juga sempat berulang kali dilakukan oleh tokoh politik kenamaan di sekitar pusat konflik.
Keinginan untuk mendamaikan ketegangan antara Israel dan Palestina, menurut Nasir seringkali justru membuahkan kematian bagi tokoh yang menggagasnya.
Baca Juga: Rekomendasi HP Murah Spek Dewa 2025: Ada Infinix, Vivo, Redmi Mulai Rp2 Jutaan, Pas Buat Idul Adha
“Jadi di setiap kelompok itu ada yang tidak suka dengan sikap-sikap perdamaian, ini ruwet banget,” ungkap Nasir.
Embrio dasar konflik berkepanjangan di wilayah Palestina, menurut Nasir sudah lahir sejak ribuan tahun lalu sehingga tidak mudah untuk diselesaikan.
Meski telah terjadi pergeseran peradaban, perseteruan antara kedua kelompok tersebut menurut Nasir tidak banyak mengalami perubahan.
Menurut Nasir, salah satu penyebab belum adanya perubahan adalah karena sejumlah negara dengan gelar adikuasa di bidang ekonomi dan persenjataan ikut menjadi aktor.
Baca Juga: Meizu Comeback di Indonesia dengan Mblu 21: HP Murah Spek Keren Cocok untuk Gaming Ringan
Indonesia yang merupakan Pemimpin di Kelas Menengah, sejak pemerintahan Soekarno sudah berada di barisan terdepan dalam mendukung kemerdekaan Palestina.
Pernyataan yang disampaikan Presiden Prabowo terkait kemerdekaan dan kedaulatan Palestina, dapat berdampak secara politis di tingkat dunia.
Menjadi negara kedua dengan jumlah penganut muslim terbesar di dunia, suara Presiden Prabowo soal kemerdekaan Palestina memiliki bobot berbeda di mata internasional.
Terlebih disaat dukungan politik terhadap Israel pada beberapa tahun belakangan ini sudah mulai mengalami kemunduran.
Baca Juga: Bikin Konten Auto Stabil! Rekomendasi 4 HP Realme Terbaik 2025: Pas untuk Content Creator Pemula
“Ini merupakan dampak kegagalan diplomasi Israel, Amerika, Inggris, dan banyak negara sekarang marah sehingga menjadi beban berat bagi Israel,” imbuhnya.
Dengan semakin banyaknya tekanan yang datang dari banyak negara di dunia, Nasir menilai masa depan Israel akan sangat terkucilkan.
Rencana digelarnya KTT antara Prancis dan Arab Saudi disusul pembahasan pada sidang PBB, potensi Israel akan menjadi kelompok terkucil akan semakin meluas.
“Setelah KTT mereka terbang ke PBB, dan akan membawa isu itu, kalau Amerika abstain, Israel tentu saja kalah,” pungkasnya. ***
Share this article
Prabowo tegaskan kemerdekaan Palestina syarat akui Israel; sikap ini dinilai diplomatis & berpotensi kuat di mata dunia.