AYOJAKARTA.COM - Heboh adanya dugaan indikasi "fraud" di PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906, Dewan Komisaris PT Woori Finance Indonesia Tbk (BPFI), Desti Liliati memilih mengundurkan diri.
Diketahui Desti Liliati sendiri sudah menjabak sebagai salah satu Komisaris Independen sejak tahun 2011.
Surat pengunduran diri tersebut diketahui dilakukan pada 5 Mei 2025 lalu, dan sudah ditandatangani oleh Corporate Secretary PT Woori Finance Indonesia Tbk, Lisa Azizah Subagiyo.
"Perseroan telah menerima surat pengunduran diri dari Ibu Desti Liliati dari jabatannya selaku Komisaris Independen," ungkap Liza dikutip Selasa, 17 Juni 2025.
Dalam informasi keterbukaan itu, Perseroan menegaskan bahwa pengunduran diri tersebut tidak memberikan dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perusahaan.
"Informasi ini disampaikan sebagai koreksi atas surat sebelumnya bernomor 00091/WFI/V/2025 tanggal 5 Mei 2025, guna memenuhi kewajiban keterbukaan informasi kepada otoritas dan publik," jelasnya.
Sebagai informasi, dugaan fraud senilai USD 78,5 juta atau sekitar Rp1,28 triliun dalam penerbitan LC di Bank Woori Saudara Indonesia terjadi sejak tahun 2023 lalu.
Isu ini memicu perhatian luas publik dan kalangan perbankan. Skema yang menyeret eksportir, dokumen fiktif, dan potensi kerugian besar ini menimbulkan pertanyaan serius terhadap sistem pengawasan dan tata kelola di tubuh bank tersebut.
Baca Juga: BSU 2025 Belum Cair? Ini 5 Penyebab Mengapa Bantuan Subsidi Upah Masih Tertunda
Informasi yang beredar menyebutkan bahwa sebagian besar dokumen yang diajukan untuk keperluan LC diduga tidak mencerminkan transaksi perdagangan sebenarnya.
Meski penyelidikan masih berlangsung, sorotan mulai mengarah pada kemungkinan keterlibatan atau kelalaian pihak internal bank dalam memproses dokumen tersebut.***

Share this article
Heboh adanya dugaan indikasi "fraud" di PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906, Dewan Komisaris PT BPFI Desti Liliati memilih mundur